
" Maafkan aku Zee , aku benar- benar menyesal. Maafkan akan semua kesalahan dan perbuatan ku Zee "
Celin kembali meminta maaf kepada Zee, Celin benar-benar menyesal akan semua perbuatan buruknya kepada Zee. Dan air mata pun jatuh membasahi kedua pipi Celin, Celin tidak kuasa lagi menahan bendungan air matanya.
Untuk saat ini Zee masih belum bisa melihat ketulusan yang diberikan Celin, bukan Zee membenci Celin, namun Zee hanya ingin bersikap hati-hati dan lebih bersikap waspada kepada Celin. Karena Zee sangat tahu bahwa Celin sangat pintar bersandiwara dan bahkan rela melakukan apa saja agar keinginannya tercapai.
" Jika memang Dokter Celin menyadari akan semuanya, saya senang sekali , dan saya berharap tidak ada lagi kebencian di hati Dokter Celin kepada saya " ucap Zee.
" Tidak Zee, itu tidak akan terjadi, aku dulu memang membencimu, tapi sekarang, aku sadar aku salah, aku terlalu egois Zee , berharap Zhio akan mencintaiku, padahal dengan. jelas Zhio sangat-sangat mencintaimu " jelas Celin.
" Cinta itu memang tidak bisa di paksakan Dokter Celin, jika saya dan Dokter Zhio sudah di takdirkan Tuhan untuk bersama , sekeras apapun usaha Dokter Celin untuk memisahkan, maka sekeras itu juga Tuhan akan semakin memperat hubungan dan cinta kami. Semoga dengan semua yang terjadi menjadi pelajaran untuk Dokter Celin bahwa tidak semua apa yang kita inginkan akan selalu kita dapatkan, ada kalanya kita harus menerima semua , menerima takdir tuhan , yang sudah tuhan tentukan untuk kita, dan menghargai seseorang " jelas Zee.
Ucapan Zee semakin membuat Celin tersadar dan membuat Celin kembali bersedih. Sejak kecil Celin selalu mendapatkan apa yang ia inginkan,tidak perlu tau apakah orangtua nya mampu atau tidak , karena kedua orangtuanya sangat memanjakan Celin, hingga membuat dirjnya sekarang tumbuh menjadi seorang wanita manja , dan merasa semua yang ia inginkan itu akan ia capai dengan mudah dan harus ia dapatkan.
__ADS_1
" Kamu benar Zee, kamu benar " ucap Celin, hanya kata maaf yang kembali keluar dari mulut Celin.
" Baiklah, kalau begitu saya permisi ya Dokter Celin, sebentar lagi waktunya bekerja " ucap Zee, Zee masih saja berbicara formal kepada Celin.
Celin menyeka air matanya, " Zee, boleh aku peluk kamu ? ", tanya Celin.
Zee pun menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, Celin pun dengan senang memeluk Zee, dan Celin kembali menitihkan air mata.
" Terima kasih Zee, oh ya kamu terlihat sangat cantik dengan hijab mu ini Zee ", ucap Celin.
" Amira, kamu kenapa nunggu di depan ? kenapa gak masuk ? " tanya Zee.
" Zee, gimana ? kamu gak kenapa-kenapa kan ? Dokter Celin ngomong apa sama kamu ? ", tanya Amira penasaran.
__ADS_1
Zee tersenyum melihat wajah Amira yang tampak khawatir. " Tenang Amira, aku baik-baik aja kok. Dokter Celin cuma minta maaf sama aku " ucap Zee.
" Hah !! minta maaf ?? kamu serius Zee ?? " tanya Amira tak percaya.
" Iya, serius. Bahkan tadi Dokter Celin menangis di depan aku " ucap Zee.
", Menangis ? jangan-jangan ada sesuatu yang ingin dia rencanakan Zee. jadi kamu maafin dia ? "
" Hmm..ya begitulah " ucap Zee.
" Ihh...kamu baik banget sih Zee "
" Ya semoga aja dia benar-benar sadar dan menyadari semua perbuatannya Amira ", ucap Zee.
__ADS_1
" Ya, semoga saja Zee "
Bersambung...