
Zhea, Tasya dan Bulan tiba di desa siang hari karena mereka berangkat dari kota pagi-pagi sekali. Setelah mengantar ketiga wanita cantik keluarga Xander, Pak Ujang kembali lagi ke kota.
" Zhe, tadi pas lagi di jalan aku ada liat kayak warung kopi gitu, tapi tempatnya bagus , kayak cafe-cafe dan resto di kota. Modern gitu tempatnya "
" Oh itu, cafe itu tempat paling terkenal di sini Sya, kampung sebelah aja pada rame kesana , kalau malam tuh rame , apalagi kalau malam Minggu , ada band akustiknya juga lo Sya "
" Ihh asyik tu Zhe, waktu aku ke sini kok kamu gak ajak aku ke sana Zhe "
" Hehe..aku lupa Sya, lagian kamu gak lama di sini , cuma sehari aja. Gampang nanti kita kesana, kan kita lama di sini "
" Malam ini ya kesana ? "ajak Tasya antusias.
" Malam ini ? gak ah Sya, capek. Emangnya kamu gak capek ? "
" Gak, hehe "
" Besok aja ya, aku capek Sya, tenang aja aku pasti ajak kamu kesana "
" Ya deh kalau gitu "
Tasya memanyunkan bibirnya, mau tidak mau mengikuti kemauan Zhea. Mau pergi sendiri juga rasanya Tasya canggung karena di kampung ini Tasya tidak kenal siapa-siapa kecuali keluarganya Zhea.
****
Malam Minggu , Kevin melamun sendiri di balkon rumahnya, kebetulan jadwal operasi dan kerjanya kosong. Jadi hari ini ia memilki banyak waktu di rumah untuk beristirahat.
" Kevin "
Kedatangan ibunya Kevin sedikit membuat Kevin terkejut.
" Ehh Mama "
" Ngapain di sini nak ? ini malam Minggu loh, kamu gak malam mingguan " goda ibunya Kevin kepada Kevin.
" Malam mingguan sama siapa Ma, lagian malam mingguan tuh cuma sebutan buat para remaja,kalau Kevin udah tua Ma, gak perlu kayak gitu-gituan "
" Ihhh...ngerasa udah tua ? hehehe...berarti kalau gak perlu kayak gitu, terus apa ? "
__ADS_1
" Kevin cuma mau cari istri Ma "
" Mau Mama bantuin nyari ? "
Kevin menoleh ke arah ibunya, " Gak usah Ma, kayak jaman Siti Nurbaya aja di jodoh-jodohkan "
Ibunya Kevin terkekeh melihat tingkah sang anak, padahal ibunya Kevin hanya bercanda, tentu ia tidak mau ikut campur akan hal itu, semua keputusan dan pilihan mengenai calon istri Kevin biarlah Kevin yang memilih sendiri.
" Baguslah, kalau begitu segera cari istri. Mama udah gak sabar mau liat kamu nikah dan bimbang cucu "
ibunya Kevin berbicara sembari membayangkan bagaimana rasanya nanti ketika ia akhirnya memilki cucu dari Kevin.
" Iya Ma, doakan Kevin ya Ma "
" Iya, ya sudah Mama masuk ya kedalam "
" Tunggu sebentar Ma "
Kevin menahan sang ibu dan meminta sang ibu kembali duduk di sampingnya.
" Kenapa lagi ? berubah pikiran ? mau Mama bantu Carikan istri ? "
Ibunya Kevin kembali terkekeh melihat ekspresi wajah Kevin yang terlihat sangat tidak suka kalau ibunya membantunya mencari calon istri.
" Terus apa nak ? "
" Ma, misal nanti calon istri Kevin umurnya jauh dari Kevin ? menurut Mama gimana ? "
" Jauhnya seapa ? sekilo, dua kilo , atau 20 kilo meter ? " tanya Ibunya Kevin sembari tertawa.
" Mama..bercanda terus "
" Hehehe..ia sayang, emangnya kamu sudah punya calon ? sejauh apa emangnya umurnya sama kamu ? "
" Ya kira-kira terpaut sekitar 15-16 tahun Ma umurnya sama Kevin "
" Oh..Mama kirain umurnya terpaut jauh sampai puluhan tahun, hehehe "
__ADS_1
" Gak Mau "
" Ya gak apalah sayang, yang penting jangan anak di bawah umur yang kamu jadikan istri " ucap Ibunya Kevin kembali di selingi tawa.
" Gak masalah ya Ma kalau terpaut jauh seperti itu ? " Kini raut wajah Kevin tampak serius bertanya kepada ibunya.
" Masalah dimana nya ? asal kamu mencintai dia, dia juga cinta sama kamu , ya sudah nikah aja "
Mendengar kata cinta, Kevin terdiam. Mungkin saat ini rasa cinta itu masih terasa abu-abu , hanya sekedar rasa suka, tapi bagaimana dengan Zhea, apa dia juga menyukai dan mungkin nantinya mencintai Kevin.
" Huss...Kevin, kok malah melamun "
" Eh..iya Ma, iya makasih sarannya Ma "
Ibunya Kevin meraih tangan Kevin lalu mengelus elus lembut tangan sang anak.
" Kalau kamu sudah yakin sama pilihan kamu, Mama dan Papa pasti yakin juga dan percaya kalau pilihan Kevin pasti yang terbaik. Kalau sudah yakin kenalkan dia sama Mama papa ya, lalu nikahi dia. Lelaki sejati tidak akan mengumbar janji, datang dan lamar dia di hadapan kedua orangtuanya. Tidak perlu ada kata pacaran, bukankah di agama kita berpacaran itu juga di larang ? tidak ada cinta yang indah melainkan cinta setelah pernikahan "
Kevin memandang wajah ibunya, orangtua yang juga berada sebagai teman. Suka bercanda tapi selalu memberi nasihat yang bijak untuk anak-anaknya.
" Walaupun mungkin usianya jauh dari Kevin, tapi menurut Mama itu tidak menjadi masalah, umur tidak menjadi patokan kedewasaan seseorang. Seperti yang Mama bilang, kecuali kamu menikahi anak di bawah umur, barulah jadi masalah. Kalau benar begitu Mama dan Papa lah yang akan melaporkan kamu ke polisi " ibunya Kevin kembali tertawa , begitu pula dengan Kevin setelah mendengar penjelasan terakhir ibunya.
" Terima kasih Ma "
Kevin memeluk ibunya, ibu Kevin tersenyum lalu mengelus - elus lembut punggung Kevin.
" Sama-sama sayang "
Setelah memberi nasihat kepada Kevin, ibunya Kevin kembali kedalam dan meninggalkan Kevin seorang diri yang masih memikirkan masalah percintaannya.
" Sama-sama mencintai ? " batin Kevin.
Kevin menyandarkan tubuhnya di kursi panjang yang ada di balkon kamarnya, lalu ia melihat banyaknya bintang yang bersinar di atas langit malam.
" Rasa suka dan kagum ku ada , tapi cinta, aku belum bisa meyakini itu. Apa aku harus coba lebih meyakinkannya. Tapi, ini adiknya Zee, apa nantinya Zee akan suka kalau tahu aku menyukai adiknya . Ya Allah, berikan aku jawaban "
Sama halnya dengan Kevin, Zhea saat ini sedang berada di teras rumah sembari memandangi langit malam yang begitu cerah dengan banyaknya bintang.
__ADS_1
" Besok adalah hari pernikahan Kak Iqbal, pacaran lama pun tak menjaminkan kita akan berjodoh ya. Pantas saja agama kita melarang yang namanya pacaran, lihat sekarang. Yang ada hanya sakit hati , Ya Allah maafkan aku. Jika kelak akan ada seseorang yang datang kepada orangtuaku dan melamarku , maka aku kan menerimanya. Aku gak mau lagi yang namanya pacar-pacaran , dosa iya jodoh nggak , tapi nanti ya Allah, saat ini aku masih menunggu kelulusan, semoga aja aku dan Tasya lulus , aamiin "
Zhea memandang langit sembari berdoa, Zhea juga melantunkan doa untuk Iqbal mantan kekasihnya. Zhea berharap Iqbal bahagia bersama istrinya dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah.