Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Harus bagaimana


__ADS_3

Hari ini ada kegiatan sosial dan pemeriksaan gratis untuk lansia yang di selenggarakan oleh perangkat desa di puskesmas tempat Zee bekerja. Biasanya jika tidak ada kegiatan sosial begini, Zee pulang sekitar pukul 11 siang. Namun karena masih banyaknya pasien yang berdatangan membuat Zee harus tetap di sana dan pulang sore hari nya.


Zee benar - benar merasa lelah, begitu sampai rumah ia bergegas membersihkan diri dan langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Untung saja Bulan sangat pandai dan pengertian, rumah sudah sangat bersih dan rapi, dan semua itu Bulan yang mengerjakan nya. Sehingga Zee tidak perlu repot lagi untuk membersihkan rumah.


Terdengar suara pintu kamar yang terbuka, dan ternyata itu suami Zee, ia datang sembari memainkan ponselnya dan duduk di samping Zee yang sedang berbaring menghadapnya dengan satu tangan yang menutup kedua mata Zee.


Zee membuka sedikit matanya, ia bisa melihat Satria yang saat ini sedang senyum - senyum sendiri sembari memainkan ponselnya, dan setelah itu Satria bangkit dan menaruh ponselnya di dalam lemari lalu keluar dari kamar.


Satria tidak menyadari jika sebenarnya Zee belum tertidur, dan setelah Satria keluar dari kamar, Zee beranjak dari tidurnya dan membuka lemari untuk mengambil ponsel Satria.


" Dikunci " batin Zee.


Zee mencoba mengutak-atik ponsel Satria, Zee mencoba mengetik tanggal lahirnya di layar kaca ponsel itu, namun kata sandi nya salah, dan mencoba dengan tanggal lahir Satria, namun tetap juga salah, dan terakhir Zee mencoba dengan mengetik tanggal lahir Bulan, dan alhamdulillah kunci nya terbuka, dan dengan mudah Zee bisa mengecek chat atau panggilan yang ada di ponsel suami nya.


" Aku pikir kamu lupa sama tanggal lahir anakmu Mas, ternyata ingat dan sekarang menjadi kata sandi di ponsel kamu " Zee merasa terharu.


" Aku coba memeriksa chat nya dulu " batin Zee sembari sesekali melirik ke pintu kamar, takut jika Satria tiba - tiba saja datang, Zee penasaran dengan apa yang membuat Satria senyum - senyum sendiri tadi sembari memainkan ponselnya.


Tidak ada yang mencurigakan di sana, dan Zee terus menscroll keatas untuk melihat apa saja isi chat yang ada di ponsel suaminya itu, hanya ada banyak pesan dari beberapa kawan Satria.


" Huff.. tidak ada apa - apa, syukurlah, aku sudah mulai curiga " batin Zee.


Begitu keluar dari aplikasi WA, terakhir Zee ingin melihat panggilan keluar dan masuk yang ada di ponsel Satria, dan ada hal yang menurut Zee mencurigakan,yaitu satu kontak panggilan masuk yang bertuliskan huruf Y, hanya itu saja dan membuat Zee penasaran.


Dengan secepat kilat Zee mencatat nomor ponsel itu kemudian menyimpannya di dalam tas nya, kemudian mengembalikan ponsel suaminya ke tempat semula.


Selama ini Zee dan Satria hanya mempunyai satu ponsel, yang mereka pakai secara bergantian, tapi lebih dominan Satria yang memakainya. Dulu mereka memiliki ponsel masing - masing, namun Zee terpaksa menjual ponselnya karena saat itu Bulan sakit, dan Zee perlu biaya untuk mengobati Bulan.


Zee kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dan tak lama Satria kembali masuk kedalam kamar dan mengambil ponselnya dan ikut juga merebahkan tubuh nya di samping Zee dan kembali memainkan ponselnya.


Rasanya Zee ingin bertanya sekarang kepada Satria mengenai inisial Y itu, tapi Zee urungkan. Karena jika bertanya sekarang pasti yang ada hanya ada pertengkaran di antara mereka.

__ADS_1


" Aku akan menyelidikinya sendiri " batin Zee, dan tak lama Zee benar - benar tertidur.


*****


" Pagi Kak Zee " sapa Mawar salah satu teman kerja Zee di sana.


" Pagi juga Mawar "


" Kak Zee sarapan dulu yuk, aku sengaja beli dua ni kak, buat kak Zee, mumpung belum banyak pasien kak "


" Makasih banyak ya Mawar, tapi aku udah sarapan, mending kamu simpan aja satunya buat makan siang nanti "


" Bener nih Kak, ya udah deh kalau gitu "


Mawar menyantap sarapan nya sendiri, sedangkan Zee sibuk merapikan obat - obat yang kemarin baru datang dari kota, dan menyimpan nya di dalam rak sesuai dengan abjad nama obat.


Zee memang terlihat sibuk dan fokus dengan pekerjaan nya, padahal tidak ada yang tau jika pikiran Zee saat ini sedang kacau, sejak semalam ia masih memikirkan inisial Y.


" Kak Zee "


" Eh Mawar, ngagetin aja "


" Kak Zee sih bengong terus "


" Hehehe.. maaf Zee "


" Kakak lagi banyak pikiran ya? cerita dong kak, walaupun gak bisa bantu, paling gak kalau kakak bercerita, kan bisa sedikit meringankan pikiran kakak "


" Hmm.. bener kamu mau bantu? " tanya Zee.


" Iya kak, tenang aja kak rahasia kakak tersimpan rapat " ucap Mawar sembari tersenyum kepada Zee.


" Hmm..apa sebaiknya aku minta tolong Mawar aja ya, sepertinya mawar bisa di percaya? " batin Zee.

__ADS_1


" Kak, bengong lagi kan " Mawar membangunkan Zee dari lamunan nya.


" Gini Zee, bisa gak kalau aku pinjam ponsel kamu, aku mau coba hubungi seseorang "


" Boleh lah kak, nih " Mawar memberikan ponselnya kepada Zee, dan Zee bergegas mengambil tasnya dan mengambil sobekan kertas yang terdapat nomor ponsel seseorang yang berinisial Y. Dan Zee mencoba menghubungi nomor itu melalui ponsel Mawar.


Tut.. Tut.. Tut.. hingga panggilan ketiga, barulah terdengar suara seseorang di sana, yang sudah di tunggu - tunggu oleh Zee.


Dan berapa terkejutnya Zee karena suara itu adalah suara seorang wanita.


" Hallo " ucap Wanita itu.


" Hallo siapa ini? "wanita itu kembali bertanya, Zee hanya terpaku, dan setelah sadar ia langsung mematikan sambungan teleponnya.


" Kak, siapa yang kakak telpon? " tanya Mawar.


Zee menundukkan kepalanya, kedua air matanya mulai berkaca - kaca.


" Siapa wanita itu? apa dia punya hubungan dengan Mas Satria? jika tidak ada, kenapa Mas Satria hanya menulis inisial saja di ponselnya? kenapa tidak memberi nama yang sebenarnya? " Banyak sekali pertanyaan yang kini bersarang di otak Zee.


" Kak Zee, Kakak gak pa - pa kan? "


" Gak pa - pa Mawar, nih ponselnya, Terima kasih ya, nanti kalau nomor ini menghubungi kamu balik, kamu abaikan aja ya "


" Iya Kak " Mawar bisa melihat raut wajah Zee yang tampak sedih sekarang.


Zee pergi meninggalkan Mawar, dan ia bergegas ke kamar mandi, di sana Zee menangis, ia tidak tau harus bagaimana, ia takut jika apa yang ia bayangkan benar, selama ini mencoba bertahan dengan Satria demi Bulan, dan Zee selalu mencoba sabar menghadapi Satria, Zee akan terus bertahan selama Satria tidak main tangan atau berselingkuh darinya.


Dan sekarang, sepertinya Satria sudah menduakan nya.


" Ya Allah, aku harus bagaimana? jangan sampai apa yang ada di bayangan ku sekarang benar "


**Bersambung...

__ADS_1


jangan lupa like, vote, kritik dan saran nya juga ya teman - teman... 😘**


__ADS_2