Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Om Kevin


__ADS_3

Acara syukuran 4 bulanan Zee di mulai pukul 8 delapan malam, sebelum acara di mulai Kevin terlebih dahulu datang. Ia sengaja datang lebih awal untuk membantu persiapannya , ya apa saja yang penting bisa membantu acara yang akan berlangsung.


Dengan memakai peci dan baju Koko, Kevin terlihat begitu tampan. Walaupun acara belum di mulai dan masih ada waktu satu jam lagi , kediaman Zhio sudah tampak Ramai. Terlihat ramai karena keluarga Zee yang berada di kampung sudah datang sejak siang hari, belum lagi banyaknya juga teman-teman Zhea, Tasya dan Bulan yang juga datang lebih awal berniat untuk membantu.


Padahal tidak ada yang perlu di lakukan oleh mereka, semua sudah selesai dan di urus dengan baik oleh Bunda Hesty.


Zee dan Zhea pun melepas rindu kepada kedua orangtua mereka. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu , bertemu hanya lewat video call saja.


Kevin turun dari mobil lalu masuk kedalam rumah. Tasya pun berteriak saat melihat kedatangan Kevin.


" Abang Kevin..." teriak Tasya, Tasya berjalan ke arah Kevin dan menyalimi Kevin.


" Wah..bang Kevin makin ganteng aja , kenapa lama sekali gak ke rumah bang ? " tanya Tasya.


" Kamu juga makin cantik , maaf ya Abang sibuk makanya belum bisa mampir " Zhio mengelus lembut pucuk kepala Tasya. Tasya sudah ia anggap seperti adik sendiri.


" Iya bang Kevin, Tasya ngerti kok. Oh ya Abang cari bang Zhio. Bang Zhio lagi di atas, lagi siap-siap "


" Oh gitu, ya udah gak pa-pa. Abang tunggu di bawah aja " jawab Kevin.


" Oke bang "


Melihat kedatangan Kevin, Bunda Hesty segera menghampiri.


" Bunda " sapa Kevin lalu menyalimi Bunda Hesty.


" Apa kabarmu nak ? lama sekali Bunda gak ketemu ? " pertanyaan yang sama dengan Tasya yang Bunda lontarkan untuk Kevin , karena bersahabat cukup lama dengan Zhio, keluarga Zhio sudah sangat mengenal Kevin. Kevin juga sering kerumah Zhio.


" Alhamdulillah baik Bun, oh ya maaf Bun , ayah sama ibu di rumah gak bisa datang soalnya ayah lagi sakit "


" Sakit ? sakit apa Zhio ? " tanya Bunda Hesty yang tampak khawatir.


" Cuma demam biasa Bun , in syaa Allah beberapa hari lagi akan membaik "


" Syukurlah, iya gak apa Vin, sampaikan salam Bunda ke orangtua kamu ya " pinta Bunda Hesty.


" Iya Bun, oh ya apa yang bisa Kevin bantu Bun , Kevin sengaja datang lebih awal nih biar bisa bantu - bantu " jelas Kevin.


" Kamu baik sekali Vin, apa ya, kayaknya gak ada deh Vin. Kamu duduk aja dulu ya, atau mau makan ambil aja ya vin, Bunda mau ke dapur " ucap Bunda.


" Oh oke Bun, nanti panggil Kevin aja ya Bun kalau perlu apa-apa "


" Iya Vin, Bunda tinggal ya "


Kevin juga bertemu dengan Zee, Zee menyempatkan diri untuk menyapa Kevin. Kevin pun bertanya dimana Zhio , karena Zee memberi tahu Zhio berada di kamarnya. Kevin segera menemui Zhio.

__ADS_1


Saat naik ke atas, Zhea yang sedang terburu-buru tidak melihat Kevin , dan alhasil saat Kevin ingin menaiki anak tangga yang terakhir, Zhea hampir menabrak Kevin, membuat Zhea yang terkejut melihat Kevin hampir terjatuh. Untung saja Kevin segera menarik Zhea dan kini berada dalam dekapan Kevin. Kedua mata mereka saling bertemu, dan jantung Kevin berdetak begitu kencang.


" Zhea, Kevin " tiba-tiba Zhio datang, membuat Zhea dan Kevin tersadar. Kevin melepas dekapannya dari Zhea.


" Bang Zhio " Zhea dan Kevin terlihat salah tingkah di depan Zhio.


" Tadi dia gak sengaja mau jatuh Zhi, jadi aku bantu " jelas Kevin sebelum Zhio bertanya.


" Jatuh ? kamu gak kenapa - kenapa kan Zhe ? " tanya Zhio merasa khawatir.


" Gak bang, ya udah Zhea turun dulu ya bang " Zhea menatap ke Kevin sejenak tanpa berkata apapun, setelah itu Zhea turun ke bawah untuk berkumpul bersama keluarganya.


Kevin terus memperhatikan Zhea, " apa benar dia wanita yang sudah dua kali kutemui , apa mungkin ? kenapa bisa di sini ? " batin Kevin.


" Huss... jangan ngeliatin Zhea terus " ucap Zhio membangunkan Kevin yang sejak tadi memperhatikan Zhea.


" Ehh..sorry Zhi, dia siapa Zhi ? " tanya Kevin karena penasaran dengan Zhea.


" Namanya Zhea, adiknya Zee. Kenapa ? kamu suka ? "


Pertanyaan Zhio membuat Kevin salah tingkah.


" Su..suka ? baru ketemu gak mungkin langsung suka Zhi " jawab Kevin asal.


" Yang bener ? bukannya kamu pecinta wanita ya " ucap Zhio sembari tertawa.


" Oh bukan, pecinta Celin maksudnya " ledek Zhio.


" Apaan sih Zhi, sudah ah jangan bawa-bawa nama Celin " ucap Kevin.


" Aku hanya bercanda Vin, jadi benar udah Move on nih ? " tanya Zhio.


" Ya harus Zhi " jawab Kevin, Kevin mengobrol sembari terus memperhatikan Zhea yang sedang mengobrol dengan Tasya.


" Jadi namanya Zhea, adiknya Zee. Pantas saja wajah mereka terlihat mirip. Cantik seperti Zee " batin Kevin.


" Ayo turun Vin " ajak Zhio.


Zhio dan Kevin turun untuk berkumpul bersama keluarga karena acara akan di mulai.


Acara syukuran 4 bulanan Zee pun dimulai dengan pembacaan doa, semua yang datang mendengarkan dan melantunkan doa dengan hikmat dan khusyu.


Acara inti selesai , semua orang kini sedang menikmati menu yang sudah di siapkan. Kevin melihat Zhea sedang mengambil makanan, Kevin pun menghampiri Zhea.


" Jadi nama kamu Zhea , nama yang cantik " ucap Kevin tanpa melihat Zhea, Kevin mengambil minuman yang ada di atas meja.

__ADS_1


Zhea melihat ke arah Kevin, Zhea mencoba mengingat Kevin, seingatnya ia pernah bertemu Kevin tapi masih bingung dimana.


" Oh..om yang waktu itu ya ? " ucap Zhea saat sudah ingat bahwa ia sempat bertemu Kevin beberapa kali.


Hati Kevin menciut saat Zhea memanggilnya dengan sebutan Om.


" Kamu sudah ingat ? " tanya Kevin.


" Sudah Om, makasih udah bantu aku ya Om, maaf aku selalu merepotkan " ucap Zhea yang sebenarnya merasa malu karena saat bertemu Kevin, Zhea selalu jadi permasalah karena selalu menabrak Kevin. Bahkan tadi ia juga hampir menabrak Kevin.


" Tidak masalah , kamu adiknya Zee ? " tanya Kevin.


" Iya Om " jawab Zhea singkat.


" Om lagi, apa aku setua itu harus di panggil Om " batin Kevin.


" Aku ke sana dulu ya Om "


" Ehh...kamu.. " Kevin belum selesai berbicara, padahal ia masih ingin mengobrol banyak dengan Zhea, namun Zhea justru meninggalkannya.


Kevin tersenyum , " Om Kevin , dia lucu juga " batin Kevin.


" Duarrrr..." Tasya datang dan mengejutkan Kevin.


" Tasya.. bikin kaget aja " ucap Kevin.


" Abang sih senyum-senyum sendiri, bahagia banget kayaknya "


" Bahagia ? kita kan memang harus selalu bahagia "


" Iya, iya , terserah Abang deh "


" Oh ya Tasya, menurut kamu Abang ini tua ya ? pantes di panggil Om gitu ? "


" Hu..hu..huahahahaha..apa bang ? om ? om Kevin ? Hahaha " tawa Tasya.


Kevin menggeleng - gelengkan kepalanya melihat Tasya yang justru tertawa mendengarnya.


" Masa Abang aku yang tampan gini di panggil Om ? tapi.. " Tasya terkekeh sembari memperhatikan Kevin dari ujung kepala hingga ujung kaki.


" Tapi apa ? " tanya Kevin.


" Abang memang cocok sih di panggil Om , sudah tau , Hahaha " Tasya langsung berlari saat mengatakan hal itu , Tasya senang karena sudah membuat Kevin kesal.


Sebenarnya Kevin ingin bertanya banyak mengenai Zhea kepada Tasya, tapi hal itu di urungkan karena Kevin sangat mengenal Tasya. Yang ada Tasya pasti akan semakin mengejeknya dan mengira yang tidak - tidak.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2