
Zee terbangun dari tidurnya, ia melihat sekeliling ruangan. Tidak ada Zhio, ya pantas saja jika Zhio tidak ada karena sekarang sudah jam 9 pagi, Zhio pasti sudah bekerja. Dan bukan karena pengaruh obat yang membuat Zee bangun jam segini, itu karena Zee tidak bisa tidur semalam.
Flasback on
Sekitar setengah jam bersembunyi di balik selimut nya, Zee merasa gerah. Perlahan ia membuka sedikit selimut yang menyingkap kepala nya, lalu ia mendongakkan sedikit kepala nya untuk melihat Zhio. Zhio sudah tertidur, Zee bisa bernafas lega.
Zee bangkit dari tidurnya lalu ia duduk, Zee menatap Zhio yang terlihat lelap sekali. " Tampan " itulah kata yang terucap di batin Zee, terakhir bertemu tiga tahun lalu dengan Zhio menurut Zee tidak banyak yang berubah. Zhio tetap tampan, ya walaupun sekarang sikap nya dingin kepada Zee. Masih asyik memandangi Zhio, tiba - tiba saja Zhio bergerak. Refleks Zee kembali berbaring dan menutup tubuhnya dengan selimut, malu sekali rasanya kalau sampai Zhio bangun dan melihat kalau dirinya sedang memperhatikan Zhio. Setelah itu Zee tetap dengan posisinya, sesekali merubah posisi tubuhnya ke kiri dan ke kanan.
Zee tidak bisa tidur, ingin mengobrol dengan Amira dan memberitahu keadaan nya sekarang juga tidak bisa karena ponsel Zee ketinggalan di rumah. Zee diam saja dan sesekali melirik ke arah Zhio yang masih terlelap tidur, ya sepertinya Zhio sangat kelelahan. Zee merasa tidak enak hati, kasihan sekali Zhio. Dan sekitar pukul 2 pagi barulah Zee terlelap.
Flashback off
Zee berniat ke kamar mandi, ia ingin buang air kecil sekarang. Padahal ingin sekali mandi, Zee merasa gerah. Tapi bagaimana mau mandi kalau tidak ada satu pun pakaian nya di sini, mungkin siang ia baru bisa mandi setelah Bulan dan Zhea datang dan membawakan pakaian ganti untuk nya.
" Kamu mau kemana? " Zee menoleh ke sumber suara, suara yang sangat ia kenal. Yaitu Zhio, Zhio tiba - tiba saja datang dengan membawa sebuah totebag yang cukup besar. Ia melihat Zee yang ingin beranjak dari ranjang rawat.
" a.. a.. ku.. mau ke kamar mandi bang " ucap Zee masih terbata - bata, kedatangan Zhio yang tiba - tiba membuat Zee tidak siap. Ia belum siap menghadapi sikap dingin Zhio pagi ini.
" Kamu bisa, apa perlu aku gendong ke kamar mandi? " Zhio berdiri di depan Zee, ya ucapan nya tidak sedingin biasanya. Zee merasa ada yang aneh dari Zhio.
" Kenapa melamun? apa perlu ku gendong? " tanya Zhio sekali lagi, membangunkan Zee dari lamunan nya. Entah mengapa atau kesambet apa, kenapa Zhio tidak bersikap dingin pagi ini kepada nya.
" Eh.. gak perlu bang, aku bisa sendiri " Zee turun dari ranjang rawat, Zhio setia menemani dan ikut berjalan di samping Zee. Ya setidaknya Zhio bisa berjaga - jaga kalau seandainya saja tiba - tiba Zee terjatuh.
Zee sudah di dalam kamar mandi, Zhio masih setia juga menunggu di depan pintu. Zhio bisa saja menggendong Zee tadi, tapi Zhio sadar ia tidak boleh seenaknya saja. Ia harus meminta persetujuan dari Zee dulu, maka dari itu ia bertanya kepada Zee.
Sudah 15 menit Zee masih di dalam kamar mandi, Zhio merapatkan telinga nya di dinding pintu, Zhio tidak mendengar suara apapun. Hal itu membuat Zhio khawatir, " apakah ada sesuatu yang terjadi dengan nya? " Zhio ingin mengetuk pintu, namun ia urungkan. Zhio jadi bingung harus apa.
__ADS_1
" Kamu baik - baik saja? " teriak Zhio dari luar, ya lebih baik bertanya seperti itu.
" Iya bang " terdengar suara Zee dari dalam, Zhio bernafas lega. Dan tak lama setelah itu Zee akhirnya membuka pintu kamar mandi.
" Kamu mau mandi? " tanya Zhio.
" Mau bang, tapi nanti saja soalnya pakaian ku gak ada " Zee kini bisa berbicara santai tidak gugup atau terbata - bata lagi. Ya karena Zhio juga tidak bersikap dingin kepadanya.
Zhio berjalan menuju meja sofa, ia mengambil totebag yang tadi ia bawa dan ia taruh di sana. Ia memberikan itu kepada Zee, ternyata pagi - pagi sekali Zhio pergi ke rumah Zee dan meminta Zhea untuk menyiapkan pakaian kakak nya. Setelah itu Zhio kembali kerumah sakit dan menyempatkan diri sebentar untuk melakukan visite dan pemeriksaan kepada pasien - pasien nya.
Sebenarnya ada jadwal operasi Zhio pagi ini, tapi ia sudah meminta Kevin untuk mengambil alih. Zhio sudah menjelaskan semua kepada Kevin semalam melalui chat pribadi nya kepada Kevin. Baru kali ini Zhio mengalihkan tugas nya kepada orang lain, biasa nya sesibuk dan selelah nya Zhio ia tidak akan mengalihkan operasi nya kepada orang lain. Ia akan tetap melaksanakan tugasnya dengan baik. Tapi hari ini tidak, itu semua ia lakukan untuk Zee.
Zee melihat isi totebag nya, ia kenal sekali dengan pakaian yang ada di dalam totebag itu. Itu pakaian nya, Zee bingung lalu ia menatap Zhio. " Abang tadi kerumah? " tanya Zee.
" Iya, cepat mandi. Bisa kan mandi sendiri? " tidak ada maksud apapun tentang pertanyaan Zhio, ya ia hanya khawatir dengan kondisi Zee. Apalagi tangan Zee yang masih tertancap jarum infus, ya walaupun sebenarnya jika Zee bilang tidak bisa ia pun tidak bisa membantu apa - apa. Karena tidak mungkin ia membantu Zee mandi, mereka bukan suami istri. Jadi tidak mungkin Zhio melakukan itu, ya mungkin ia akan memanggil perawat wanita saja nanti nya untuk membantu Zee jika Zee tidak bisa.
Pemikiran Zhio berbeda dengan Zee, saat ini kedua pipi Zee memerah. Ia malu sekali dengan pertanyaan Zhio tadi, bisa - bisa nya Zhio bertanya seperti itu. Tanpa menjawab pertanyaan Zhio, Zee kembali masuk kedalam kamar mandi. Zhio hanya menggaruk - garuk kepala nya dan tetap setia menunggu Zee didepan pintu hingga Zee keluar dari kamar mandi.
Celin keluar dari kamar operasi bersama Kevin, mereka baru selesai mengoperasi pasien yang seharusnya di operasi oleh Celin dan Zhio hari ini. Selesai membersihkan diri, Celin mengajak Kevin duduk. Ia ingin meminta penjelasan kepada Kevin mengapa Zhio tidak melakukan operasi hari ini bahkan mengalihkan nya kepada Kevin.
Celin belum ke UGD hari ini karena pagi - pagi ia sudah harus melakukan operasi bersama Kevin. Karena itu lah Celin belum tau kabar mengenai Zee sakit dan Zhio yang sudah membawa ke rumah sakit, bahkan sampai menemani Zee semalaman. Celin ketinggalan berita, padahal saat ini semua orang heboh membicarakan hubungan antara Zhio dan juga Zee.
" Cepat ceritakan, Zhio kemana vin? kenapa dia menyuruh mu untuk mengambil alih operasi nya hari ini? Zhio kan tidak pernah seperti ini "
" Zhio sedang menemani Zee, Zee semalam pingsan dan harus di bawa ke rumah sakit " penjelasan Kevin sontak membuat Celin terkejut, dan bisa terlihat jika ia marah sekali mendengar nya.
" APA!! Zee!! bagaimana bisa vin? buat apa juga Zhio menemani nya, jadi Zhio dimana sekarang? apa wanita itu di rawat di rumah sakit ini ? aku harus menemui Zhio " Celin beranjak dari duduknya, ia sudah ketinggalan berita.
__ADS_1
" Tunggu dulu " Kevin menahan Celin, ia memegang lengan Celin lalu membawa Celin untuk kembali duduk.
" Kenapa kamu gak kasih tau aku dari tadi sih vin? aku gak suka vin, aku gak mau Zhio dekat dengan wanita itu " Kedua mata Celin terlihat memerah, perasaan marah, sedih, semua rasanya campur aduk. Rasanya perjuangan Celin sia - sia, dan kini Celin juga merasa Zhio benar - benar menyukai Zee, apalagi Zhio sampai rela mengalihkan tugasnya hanya untuk menemani Zee.
" Kalau aku kasih tau kamu sejak awal, aku yakin kamu gak akan fokus dan bisa saja kamu menunda operasi kita hari ini " ucap Kevin.
Celin menundukkan kepalanya, ia mencoba menahan bendungan air mata nya. Yang di katakan Kevin benar, kalau Kevin mengatakan sejak awal sebelum operasi dimulai, sudah pasti ia tidak akan fokus. Celin tidak bisa membayangkan apa yang terjadi, semalaman menjaga wanita itu, apa mereka hanya berdua? apa yang mereka lakukan jika hanya berdua? tapi tidak mungkin juga mereka melakukan hal yang aneh - aneh, ini kan rumah sakit, tapi.. Zee pasti berusaha menggoda Zhio. Astaga.. awas saja kamu Zee.. itulah yang muncul di pikiran Celin sekarang.
" Kamu mau kemana? " Kevin kembali menahan Celin ketika Celin beranjak dari duduknya.
" Aku mau cari Zhio " Celin mencoba melepas genggaman tangan Kevin yang memegang lengan nya.
" Kalau gitu aku ikut, aku juga ingin menjenguk Zee " ucap Kevin, dan hal itu membuat Celin kesal.
" Aku tidak ingin menjenguk wanita itu vin, aku hanya ingin mencari Zhio " ucap Celin dengan wajah kesalnya, menurut Kevin, Celin sangat menggemaskan jika kesal begitu.
" Iya.. sudah jangan kesal " Kevin mengelus lembut pucuk kepala Celin, dan sedikit mengacak - acak rambut Celin.
" Apaan sih vin " Celin mencoba memperbaiki rambutnya yang sudah di acak - acak oleh Kevin.
" Ayo kita cari Zee " Kevin meraih tangan Celin dan berniat mengajak Celin untuk keruangan rawat Zee. Tapi Celin tidak bergerak, ia menatap Kevin dengan kesal. Ia kesal karena Kevin kembali menyebut nama Zee. Kevin hanya menoleh ke arah Celin lalu tersenyum.
" Cari Zhio maksud nya, ayo " Kevin terkekeh, mendengar itu barulah Celin melangkahkan kakinya Celin mencoba melepas tangan Kevin yang masih saja memegangi tangannya. Kevin hanya melihat ke arah Celin lalu kembali tersenyum. Kevin memang selalu bersikap sabar, lembut dan memanjakan Celin, Celin saja yang tidak pernah menyadari hal itu, mereka berdua pun berjalan bersama menuju kamar rawat Zee.
**Bersambung..
jangan lupa like dan vote nya.. 😊
__ADS_1
Jangan lupa juga singgah dulu di kolom komentar.. autor tunggu..😘
Selamat menjankan ibadah puasa.. semangat ya puasa hari ini.. 💪💪😉**