
Kevin kembali membantu Zhea berkemas, memeriksa apakah semua perlengkapan istrinya sudah berada di dalam koper dan tempatnya masing-masing. Setelah itu Kevin membawa koper tersebut ke dalam mobil.
Mama Tami ibunya Kevin tampak sibuk memasak untuk sarapan anak dan menantunya, biasanya setiap pagi Zhea selalu membantu Mama Tami membuat sarapan, namun pagi ini Zhea tidak bisa membantu karena ulah Kevin. Seperti yang kita tahu, kalau Kevin melakukan serangan fajar kepada Zhea, dan bahkan setelah melaksanan sholat subuh pun, Kevin kembali beraksi.
" Koper, tas, buku..." ucap Zhea sembari mengingat apakah semua bawaan nya untuk ke Korea sudah semua ia siapkan dan tidak ada yang tertinggal.
" Sudah siap Zhe ? " tanya Kevin baru saja tiba.
" in syaa Allah sudah semua bang " ucap Zhea.
Kevin menarik tangan Zhea dan membawa Zhea duduk di atas tempat tidur.
" Dompet kamu Zhe " pinta Kevin, dan Zhea mengambil tasnya lalu memberikan dompetnya kepada Kevin.
Kevin juga mengambil dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu ATM , lalu menaruhnya di dalam dompet Zhea.
" Untuk apa bang ? "
" Ini ATM Abang, kamu bisa pake untuk keperluan kamu di sana "
Kevin juga mengeluarkan beberapa uang yang sebelumnya sudah ia tukar menjadi mata uang Korea yaitu won, Kevin lalu menaruh beberapa lembar uang itu di dompet Zhea, ada juga beberapa lembar mata uang Indonesia yaitu rupiah yang Kevin taruh di dompet Zhea.
Zhea sampai lupa dan tidak kepikiran mengenai uangnya, namun Kevin justru sudah menyiapkan semuanya, dan sepertinya sudah Kevin siapkan sejak jauh-jauh hari.
Zhea hanya terdiam , kembali takjub dengan perhatian Kevin.
Kevin mengembalikan dompet Zhea , menaruh dompet itu di tangan Zhea, lalu satu tangan Kevin menggenggam tangan Zhea.
" Karena kamu istri Abang, jadi semua kebutuhan kamu jadi tanggung jawab Abang, kamu bisa belanja keperluan kamu pakai ATM ini, untuk biaya makan atau cemilan, atau shopping kamu di sana, Abang kasih ATM ini biar Abang mudah ngirim uang ke kamu. Nanti masalah biaya kuliah, kamu tinggal bilang Abang aja ya, berapa yang harus Abang bayar, nanti Abang tinggal transfer uangnya ke kamu "
Mendengar penjelasan Kevin, membuat Zhea justru bersedih. Sedih karena memikirkan biaya kuliahnya, tentu kuliah di luar negeri tidaklah mudah dan murah, baru saja menikah namun Zhea sudah menyusahkan suaminya. Begitulah yang di pikirkan oleh Zhea.
" Kamu kenapa ? " tanya Kevin, menaruh jemari telunjuknya di dagu Zhea , dimana Zhea tampak tertunduk mencoba menahan genangan air matanya.
__ADS_1
" Maaf ya bang, baru nikah aku udah nyusahin. Aku gak apa kok bang, kayaknya lebih baik aku kuliah di sini aja. Biayanya juga lebih murah kan dari pada di luar negeri " ucap Zhea
Kevin tersenyum, dan kedua matanya juga tampak berkaca-kaca. Jika harus memilih, Kevin ingin Zhea kuliah di Indonesia saja, bukan karena biaya namun karena dengan begitu dirinya bisa lebih dekat dengan Zhea, tidak harus berhubungan jarak jauh seperti ini.
Kevin tidaknya sekaya keluarga Xander, Kedua orangtuanya juga bukan dari keluarga yang kaya raya, dan ia tidak sehebat Zhio , ia hanya lah seorang dokter bedah yang bekerja di rumah sakit yang lumayan besar dan terkenal.
Namun Kevin tidak mempermasalahkan mengenai biaya kuliah Zhea, saat ia mantap untuk menikahi Zhea, Kevin sangat yakin dan berjanji akan bertanggung jawab kepada Zhea, dan ia akan berusaha keras agar cita-cita istrinya terwujud. Karena setelah mendengar cerita dari Tasya, kuliah di Korea merupakan impian Zhea dan juga dirinya, jadi begitu ada kesempatan, Kevin pun akan mendukung keinginan istrinya.
" Kenapa baru bilang sekarang Zhe " ucap Kevin.
" Maksud Abang ? " tanya Zhea tampak heran dan melihat ekspresi wajah Zhea yang sangat serius membuat Kevin tertawa kecil.
" Abang cuma bercanda sayang, masalah biaya , kamu gak perlu khawatir ya. Biar Abang yang bekerja keras buat kamu, yang penting kamu di sana belajar yang tekun, sholat jangan di tinggalkan, dan terus doain Abang biar selalu sehat dan kuat buat cari rejeki untuk mewujudkan semua impian kamu, karena doa istri itu bisa memperlancar rejeki suami lho " ucap Kevin sembari mengelus - elus pucuk kepala Zhea.
Zhea pun tersenyum mendengar penjelasan Kevin.
" Makasih ya bang " ucap Zhea lalu memeluk Kevin.
" Apa bang ? "
" Selalu Istiqomah, jaga jilbab kamu ya Zhea, jaga diri baik-baik di sana " ucap Kevin.
" Iya bang, in syaa Allah, makasih ya bang "
CUP
Zhea pun dengan tiba-tiba mengecup bibir Kevin , membuat Kevin sontak kaget dengan keberanian Zhea.
Wajah Zhea pun memerah setelah sadar dengan apa yang dia lakukan, Zhea pun ingin kembali menenggelamkan kepalanya di dada Kevin, namun Kevin justru menarik tengkuk leher Zhea dan balik mencium Zhea. Zhea pun tak kuasa menahan suaminya dan menikmati apa yang di lakukan oleh Kevin. Dan jadilah keduanya kembali memadu cinta mereka.
****
Di bandara, semua anggota keluarga Xander sudah berkumpul untuk memberangkatkan Tasya dan Zhea. Tak terkecuali Kevin dan Zhea dimana keduanya tak terlihat datang , padahal waktu keberangkatan pesawat Zhea dan Tasya tinggal menunggu 20 menit lagi.
__ADS_1
" Zhea mana ya kak Zee ? " tanya Tasya sembari celingak celinguk mencari Zhea.
" Kamu sudah coba telpon Sya "
" Sudah Kak, tapi gak di angkat sama Zhea "
" Ya udah kalau gitu biar Kakak yang coba " Zee pun mencoba untuk menghubungi Zhea.
" Eh..kak Zee, itu Zhea " ucap Tasya sembari menunjuk ke arah Zhea dan Kevin.
" Zhea....!! " teriak Tasya.
Zhea dan Kevin pun saling menyapa dan menyalami Ayah Xander dan juga Bunda Hesty yang ada di sana.
" Bang Kevin sama Zhea kok lama banget sih baru nyampek, liat nih bentar lagi kita berangkat lho Zhe " omel Tasya.
Kevin dan Zhea pun saling pandang kemudian saling melempar senyum. Mereka sama-sama tersenyum saat mengingat kenapa mereka berdua bisa terlambat sampai di bandara.
Zhio diam - diam memperhatikan Kevin, dan Zhio tertawa kecil melihat rambut Kevin yang masih terlihat basah. Padahal ini sudah hampir siang, tidak mungkin Kevin mandi siang hari. Karena Zhio tahu sekali Kevin seperti apa, Kevin selalu tepat waktu kalau mengenai hal mandi dan tak pernah mandi siang kecuali ada hal mendesak yang membuatnya harus terlambat mandi.
Zhio pun mengerti kenapa Kevin dan Zhea terlambat datang ke bandara.
" Pasti gara-gara bang Kevin ya Zhe " ucap Tasya.
Deg..seketika wajah Zhea memerah menahan malu mendengar ucapan Tasya, pasalnya memang benar mereka terlambat karena ulah suaminya Kevin.
" Kok jadi Abang , Sya " ucap Kevin tak terima.
" Ya iyalah bang, lihat tu rambut bang Kevin basah , pasti baru mandi kan. Baru bangun tidur "
Sontak semua mata tertuju kepada Kevin, dan setelahnya semua tertawa kecuali Tasya.
" Kok pada ketawa sih " tanya Tasya yang tak mengerti.
__ADS_1