
Melihat mobil Zhio dari kejauhan, Zee beranjak dari duduk nya lalu mengunci pintu Rumah. Zee langsung masuk kedalam mobil begitu mobil Zhio sudah terparkir sempurna di depan rumah nya.
" Maaf lama ya Zee, soalnya tadi di jalan macet. Kamu gak marah kan " Zhio meminta maaf kepada Zee karena sudah menunggu nya terlalu lama. Jalanan menuju rumah Zee benar - benar macet, Zhio saja hampir frustasi. Padahal masih pagi tapi jalanan sudah macet sekali. Ia tidak ingin Zee marah hanya karena menunggu nya terlalu lama, dan berharap semoga perjalanan menuju Rumah sakit juga tidak terlalu macet.
" iya gak apa bang "
Zhio pun melajukan mobilnya menuju Rumah sakit, dan benar saja baru saja beberapa menit keluar dari Rumah Zee dan menuju jalan raya, jalanan kembali macet.
" Macet lagi Zee, udah jam 8 lewat lagi , maaf ya Zee " Zhio kembali meminta maaf, ia merasa tidak enak kepada Zee. Karena Zee sudah terlambat, kalau Zhio sendiri tidak masalah karena jam operasi nya masih sekitar tiga jam lagi.
" Udah bang gak usah minta maaf terus, santai aja bang. Paling juga nanti di omelin sama Dokter Celin karena datang nya telat.. Hahahaha.. " Zee tertawa, mencoba mencairkan suasana, dan mencoba membuat Zhio agar tidak terlalu khawatir dan terus - terusan meminta maaf kepada nya. Tapi hal itu seperti nya tidak membuat Zhio tenang, Zhio malah menatap dalam Zee.
" Celin sering memarahi kamu Zee? kamu tenang aja ya nanti biar aku yang jelaskan kepada Celin dan teman - teman di sana kenapa kamu terlambat " Zhio terlihat serius.
" Hah.. gak perlu bang, mereka pasti mengerti kok kenapa aku terlambat "
Dritt.. Dritt.. Dritt..
Tiba - tiba dering ponsel Zee berbunyi, Zee menatap layar ponsel nya. Wajah Zee seketika berubah, terlihat sedikit ketakutan di wajah nya. Zee tidak mengangkat telpon itu, ia langsung mematikan sambungan telepon nya.
" Kenapa tidak di angkat Zee? " tanya Zhio, Zhio bisa melihat ketakutan di wajah Zee.
" Gak bang, cuma salah sambung " ucap Zee menatap Zhio sekilas sembari tersenyum tipis. Kemudian pandangan nya beralih ke samping, memperhatikan mobil - mobil yang sejak tadi tidak bergerak sedikit pun. Termasuk mobil yang mereka tumpangi saat ini.
" aku merasa Zee menyembunyikan sesuatu, siapa yang menelpon nya tadi? kenapa wajah Zee terlihat berubah? " timbul banyak pertanyaan di benak Zhio.
" kamu udah sarapan Zee? "
" Sudah bang, abang sendiri? "
" Sudah juga " Zhio berbohong, padahal tadi ia belum sempat sarapan karena ia buru - buru menjemput Zee.
__ADS_1
" Bang, oma nya abang sakit apa? tadi Zhea bilang kalau oma Tasya dan juga abang lagi sakit "
" Oma punya penyakit jantung Zee, ya sepertinya oma kelelahan makanya tubuhnya ngedrop. Maklum saja Zee, Oma abang itu walaupun udah tua tapi tetap aktif beraktivitas. Bahkan sebagian cabang butik dan juga restaurant masih oma sendiri yang ngurus "
" Hebat ya Oma nya abang, ya semoga aja Oma cepat sembuh. Terus abang gak ikut kesana jenguk Oma? "
" Abang masih ada jadwal operasi Zee siang ini, setelah itu abang akan kesana menjenguk Oma. Emang kenapa? kamu mau ikut? " Zee terkejut dengan pertanyaan Zhio.
" Hah..nanti kalau aku ikut abang jenguk Oma, yang ada Oma bingung pas liat aku bang "
" Bingung? maksud kamu? "
" eh.. itu..gak jadi deh bang, lupain aja " Zee jadi salah tingkah, ia bingung menjelaskan kepada Zhio seperti apa. Zhio tersenyum tipis melihat Zee.
" abang bakalan bilang ke Oma kalau kamu calon istri abang, jadi Oma gak bakalan bingung pas liat kamu "
Pandangan Zee yang awalnya ke depan, kini beralih melihat Zhio dimana Zhio tidak menatap Zee. Ia fokus menyetir mobil, melajukan mobil yang sudah mulai lepas dari kemacetan.
" Gak ada, kita udah bebas dari macet nih. Sabar ya Zee, bentar lagi kita sampai " ucap Zhio menoleh ke Zee sejenak sembari tersenyum kemudian kembali fokus menyetir mobilnya. Zee hanya diam dan melamun memikirkan ucapan Zhio tadi, " Calon istri? aku gak salah dengar kan, apa maksud bang Zhio bilang begitu? apa bang Zhio bermaksud menggoda ku? sejak kemarin sikap bang Zhio memang aneh "
sekitar 20 menit lamanya terjebak macet, kini mobil Zhio sudah terparkir rapi di parkiran Rumah sakit.
" Zee, tunggu sebentar " Zhio mencoba menahan Zee yang ingin beranjak keluar dari Rumah sakit.
" Zee, nanti kamu pulang jam 3 sore kan? abang tunggu ya, nanti abang antar kamu pulang "
" Gak perlu bang, abang kan mau keluar kota jenguk Oma nya abang. Nanti kalau kerjaan abang udah selesai, abang langsung kesana aja, gak usah nungguin aku bang. Nanti aku bisa minta jemput Zhea "
" abang antar kamu dulu. Habis itu baru deh abang ke Rumah Oma. Kan yang jemput kamu abang, jadi abang juga yang harus antar kamu pulang "
" Tapi.. bang... "
__ADS_1
" Gak ada penolakan, ya udah abang duluan " Zhio berlalu begitu saja, Zee hanya terdiam dan menatap punggung Zhio.
" Bang Zhio benar - benar aneh, kenapa jadi pemaksa begini " Zee pun ikut melangkahkan kaki nya, ia segera ke UGD. Zee sudah terlambat sekali, ia yakin sesampai di sana Celin sudah pasti mengomeli nya.
Zee berlari menuju ke ruang petugas, Celin melihat sekilas kedatangan Zee lalu kemudian fokus memeriksa pasien nya.
" Sudah jam 9 lewat, aku harus bergegas " ucap Zee sembari melihat jam tangan yang melingkar di tangan nya. Selesai berganti pakaian, Zee keluar dari ruang petugas. Tak lupa Zee berdoa dulu sebelum ia memulai pekerjaan nya hari ini, baru saja ingin keluar tiba - tiba Celin sudah menghadang nya.
" Kamu tau ini jam berapa? " tanya Celin dengan wajah yang terlihat marah, ya marah karena Zee sudah terlambat dan seenaknya saja.
" Saya tau Dok, maaf tadi di jalan macet jadi saya terlambat ke Rumah Sakit " Melihat Celin, timbul amarah di hati Zee, ia marah karena surat itu. Ingin rasanya ia marah dan memaki Celin saat ini. Apalagi Tapi Zee mencoba menahan amarahnya, dan mencoba melupakan itu semua. Karena menurut nya berdebat dengan Celin juga gak ada akhirnya, Celin pasti tidak akan mengaku. Yang penting sekarang Zee harus lebih berhati - hati dengan Celin.
" Alasan saja, ingat ya kamu itu cuma magang di sini. Jangan seenaknya, karena kamu terlambat 1 jam setengah, jadi kamu pulang nya juga harus telat. Lewat 1 jam setengah juga "
" Ya baiklah " ucap Zee lalu berniat keluar, namun Celin memegangi lengan Zee dan menahan Zee keluar dari ruangan.
" Ada apa lagi Dokter Celin? "
" Saya.. " ucapan Celin terhenti karena tiba - tiba saja ponsel Celin berbunyi. Celin merogoh ponsel nya, dan seketika senyum mengembang di wajahnya.
" ZHIO.. " ucap Celin dengan suara sedikit keras dan lantang, ia sengaja berbicara sedikit keras agar Zee bisa mendengar pembicaraan nya dengan Zhio. Padahal tidak perlu berteriak atau berbicara keras pun Zee sudah mendengarnya.
" Kamu dimana? bisa ke ruangan ku sekarang " ucap Zhio dingin.
" APA? KERUANGAN MU? " Celin kembali mengeraskan suaranya sembari melirik kearah Zee. Ia ingin tau ekspresi wajah Zee begitu mendengar kalau Zhio memanggil nya untuk segera ke ruangan Zhio.
" Baiklah Zhio, aku segera kesana " ucap Celin lalu menutup sambungan telepon nya.
" Aku akan ke ruangan Zhio sekarang " ucap Celin lalu menyungginggkan bibir nya sedikit kepada Zee. Celin pun berlalu meninggalkan Zee dengan senyum yang tak henti mengembang di wajah nya. Jarang sekali Zhio memanggil nya ke ruangan nya, Celin yakin pasti ada sesuatu yang baik yang ingin di sampaikan oleh Zhio. Ia tidak tau kalau tujuan Zhio memanggil nya ke ruangan kerja nya ada apa nya.
**Beraambung
__ADS_1
Maaf udah lama gak up, karena selama bulan Ramadhan ini aktivitas di dunia nyata memang sangat lah sibuk. Tapi insyaallah aku bakalan rajin up mulai besok, jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini ya... 😘**