Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Tidak ada kabar


__ADS_3

Suara alarm membangunkan Zee dari tidurnya, Zee meraba-raba tempat tidur dan membuka Kedua matanya saat tak merasakan keberadaan sang suami. Setelah sholat subuh, Zhio meminta Zee untuk kembali tidur, Zhio juga ikut menemani nya tidur, namun pagi ini Zhio sudah bangun terlebih dahulu darinya.


" Bun..bunda liat bang Zhio ? " tanya Zee.


" Sudah bangun Zee ? Zhio sudah berangkat nak, katanya kamu lagi tidur jadi Zhio gak mau bangunin kamu "


Zee memanyunkan bibirnya, padahal Zee ingin sekali mengantar Zhio pergi ke bandara.


" Ya udah Bun, kalau gitu Zee kembali ke kamar ya "


" Kamu gak sarapan dulu Zee ? "


" Bentar Bun, nanti Zee turun lagi. Zee mau ambil ponsel Zee dulu "


" Oh ya Zee "


Zee kembali ke kamar , mengambil ponselnya dan segera menghubungi Zhio.


" Assalamualaikum, sayang "


" Wa'alaikumussalam, Abang dimana ? kenapa gak bangunin aku bang "


Zhio tersenyum, ia saat ini sedang menunggu pesawat keberangkatan nya.


" Abang gak tega bangunin kamu yang, lagian Abang gak mau nanti kalau pamitan sama kamu , Abang jadi gak tega ninggalin kamu "


" Ya deh bang, sekarang Abang di mana ? di bandara ? "


" Iya yang, pesawat Abang sudah mau berangkat, nanti Abang telepon lagi ya yang. Kamu baik-baik di sana, kalau perlu apa-apa jangan sungkan bilang sama bunda, kalau berangkat kerja juga hati-hati ya "


" Iya bang, Abang juga ya. Hati-hati di jalan "


" Iya sayang, Assalamualaikum "


" Wa'alaikumussalam "


Sambungan telepon Zhio dan Zee terputus, Zee menatap layar ponselnya dimana terdapat foto mereka berdua.


" Aku pasti kangen banget sama Abang " ucap Zee.


*****

__ADS_1


" Huhhh....capek, badan aku pegel-pegel Zhe "


Tasya menggeliat di atas tempat tidur, tubuhnya terasa sakit dan pegal karena beberapa Minggu ini jadwal kuliahnya sangat padat.


" Sama Sya, aku juga "


" Kuliah di luar negeri gak segampang yang aku pikirkan Zhe "


Zhea tertawa kecil " Jadi kamu nyesel sekarang ? "


" Gak Zhe, gak nyesel sama sekali. Aku senang banget bisa kuliah di sini, bukannya ini impian kita Zhe ? "


" Ya kamu benar Sya, cuma kamu mah enak gak ada yang di pikiran. Kalau aku, aku punya suami Sya, jadi beban tersendiri Sya, karena yang jelas kita bakalan menetap di sini sekitar 6 tahun. Kasian suami aku harus nunggu selama itu Sya "


" Bener juga sih Zhe, tapi gak apa Zhe. Anggap ini ujian cinta kalian berdua, lagian bang Kevin juga udah nyanggupin kan Zhea, aku yakin bang Kevin pasti setia nungguin kamu. Nanti ada waktunya juga kita bisa pulang, kalau kita libur panjang kita bisa pulang, atau gak bang Kevin aja yang suruh ke sini jengukin kamu "


" Kalau untuk bang Kevin ke sini kayaknya gak mungkin deh Sya, biaya nya cukup mahal, apalagi sekarang bang Kevin juga harus tanggung biaya kuliah aku , makanya aku harus sebisa mungkin nih dapetin beasiswa biar bisa meringankan sedikit beban nya bang Kevin "


" Gampang mah kalau biaya Zhe, nanti aku suruh bang Zhio yang bantuin bayar "


Zhea tertawa mendengar ucapan Tasya.


Tasya pun ikut tertawa mendengar ucapan Zhea.


" Bercanda Zhea, tapi ngomong - ngomong beneran kok Zhe, nanti kalau memang perlu apa-apa bilang aja sama bang Zhio. Bang Zhio tuh uangnya banyak tau !! "


" Sok Tauu.. !! "


Zhea melempar bantal ke wajah Tasya sembari tertawa kecil.


" Ihh..Zhea nyebelin, ya udah aku mau mandi dulu "


Tasya beranjak menuju kamar mandi, dan Zhea mengambil ponselnya, Zhea sedang menunggu Kevin menghubungi nya. Biasanya sore hari setelah Zhea selesai dengan kuliahnya, Kevin pasti menghubungi nya dan mereka berdua melakukan video call , karena hubungan dan pernikahan mereka masih terhitung baru , Zhea masih sedikit malu - malu kepada Kevin. Di panggilan video pun Zhea tidak banyak bicara, hanya saling memandang di layar ponsel sudah begitu membahagiakan bagi Kevin.


" Zhea, kamu gak tidur " tanya Tasya dengan suara serak.


Samar-samar Tasya melihat jam di ponselnya yang menunjukkan pukul satu malam.


" Bentar lagi Sya, lanjutin aja tidur kamu Sya "


" Di sini sudah jam 1, berarti di Indonesia sekitar jam 11 malam, apa bang Kevin sudah tidur ya ? kenapa gak ada telepon , di telepon juga gak bisa " batin Zhea.

__ADS_1


Zhea merasa khawatir karena tidak ada kabar dari Kevin.


Di tempat lain, Zee juga merasakan hal yang sama. Sudah larut malam, Zee belum saja tidur karena sedang menunggu telepon dari suaminya Zhio. Telepon pagi hari lah menjadi telepon terakhir Zhio karena sampai malam ini Zhio juga tak kunjung menghubungi nya, dan di hubungi balik oleh Zee pun tak bisa.


" Kata Abang , Abang pergi ke Amerika, seharusnya jam segini sudah sampai. Apa mungkin Abang capek dan langsung tidur ya ? " batin Zee.


Karena lelah, akhirnya Zee pun tertidur dengan ponsel yang masih ia genggam.


*****


" Bun, bang Zhio ada telepon bunda gak ? "


" Zhio ? belum ada Zee, kenapa nak ? "


" Bang Zhio kira-kira udah nyampe belum ya Bun, soalnya gak ada kasih kabar dari kemarin. Terakhir Zee telepon bang Zhio kemarin pagi "


Bunda Hesty menghampiri Zee dan meminta Zee untuk duduk.


" Jangan khawatir ya Zee, mungkin Zhio begitu masih lelah, soalnya kamu tahu sendiri kan jarak tempuh ke sana berapa jam , nanti Zhio pasti telepon kamu. Nanti Bunda juga coba telepon Zhio ya "


" Iya bunda "


" Iya sayang, ya udah sekarang sarapan ya. Nanti biar Pak Ujang antar kamu kerja, ini susu dan bekal siang kamu "


Bunda Hesty memberi dua kotak susu hamil siap minum dan juga terdapat kotak bekal untuk makan siang Zee di rumah sakit.


" Ya ampun Bun, bunda kenapa jadi repot gini nyiapin bekal Zee "


" Ini amanah dari suami kamu sayang, katanya sementara Zhio gak ada, bunda di minta untuk nyiapin semua keperluan kamu "


" Makasih ya Bun, Zee jadi gak enak, udah Zee gak bantuin masak, sekarang bunda harus repot nyiapin bekal untuk Zee. Besok-besok gak usah lagi ya Bun "


" Husss..tidak ada penolakan ya sayang, ini tuh gak berat buat bunda. Yang terpenting semua untuk kesehatan kamu dan juga cucu Oma "


Bunda Hesty mengelus - elus lembut perut Zee yang membuncit , bahkan sudah terlihat sangat besar.


" Nanti sepulang kerja, bunda jemput kamu ya nak. Bunda mau ngajak kamu ke spa, biar badan kamu terasa rileks , semakin besar usia kandungan kamu, pasti terasa makin berat kan Zee, kaki dan juga tubuh pasti pegel - pegel. Sekalian nanti Bulan bunda ajak juga "


" Iya Bun, makasih banyak ya Bunda "


Zee memeluk Bunda Hesty, Zee tidak bisa berbicara lagi dan mengungkapkan kata-kata untuk semua kebaikan Bunda Hesty dan kasih sayangnya kepada Zee.

__ADS_1


__ADS_2