
Dengan wajah gembira Tasya berjalan menuju kamar sang ibunda untuk meminta ijin pergi ke kampung halaman Zhea.
Tasya sudah menyusun rencana dan kata-kata yang baik untuk ia ajukan kepada sang ibunda agar sang bunda mau mengijinkan dirinya untuk ikut Zhea pulang ke kampung halaman.
" Bunda "
Dengan senyum manisnya Tasya masuk ke dalam kamar dan duduk di samping Bunda Hesty yang sedang merapikan tempat tidur.
" Tasya , ada apa nak ? "
" Bun, kan Tasya udah liburan nih "
" Terus , kenapa kalau udah libur ? "
Bunda Hesty bertanya sembari sibuk merapikan tempat tidur.
" Kan Zhea mau pulang kampung Bun , Tasya boleh ikut gak Bun ? "
Bunda mengentikan aktivitasnya lalu melihat Tasya.
" Ya ikut aja Tasya, Bunda ijinkan "
Tasya semringah karena Bunda Hesty mengijinkannya ikut bersama Zhea.
" Yes, makasih Bun "
Tasya memeluk Bunda Hesty lalu menciumi pipi sang Bunda.
" Tapi ingat, ijin juga sama Ayah "
" Pasti dong Bun, ya udah kalau gitu Tasya mau kasih tau Zhea dulu "
Tasya berlari keluar kamar sembari bersorak karena bisa ikut Zhea pulang ke kampung halaman.
Setelah Tasya, kini giliran Bulan yang juga ingin meminta ijin kepada Abi dan Bundanya.
Tok..tok..tok...
" Masuk " teriak Zhio
Perlahan Bulan membuka pintu kamar dan tersenyum setelah melihat Zhio.
__ADS_1
Bulan berjalan ke arah Zhio dan duduk di atas tempat tidur tepat di depan Zhio.
" Bunda mana bi ? "
" Bunda lagi di kamar mandi ? ada apa Bulan ? "
Bulan tampak ragu untuk berbicara, pasalnya ia merasa tidak nyaman harus meninggalkan Zhio dalam keadaan sakit. Tapi ini liburan akhir semesternya, kapan lagi akan ada libur. Ini kesempatan Bulan untuk pulang dan bertemu dengan kakek , nenek dan nenek buyutnya di kampung.
Ya walaupun sewaktu acara syukuran empat bulanan Zee waktu itu Bulam sudah sempat bertemu, namun Bulan tetap saja masih merindukan mereka. Terlebih merindukan suasana kampung halaman mereka dimana sudah sangat lama sekali Bulan tidak pulang ke daerah asalnya itu.
Ceklek..
Pintu kamar mandi terbuka.
" Bulan "
Zee berjalan ke arah Bulan dan duduk di samping Bulan.
" Abi, Bunda, Bulan boleh minta ijin ? "
" Ijin apa sayang ? " tanya Zee kepada Bulan sembari mengelus lembut rambut cantik Bulan. Tidak terasa Bulan sudah semakin besar dan sudah remaja, bahkan tingginya saja sudah mengalahi Zee.
" Onty Zhe kan mau pulang kampung , Bulan boleh gak ikut Bi, Bun ? "
" Tentu boleh Bulan " jawab Zhio terlebih dahulu.
Terukir senyum di wajah Bulan mendengar Zhio mengijinkannya untuk pergi bersama Zhea.
" Boleh kan Bun ? " tanya Bulan kembali kepada Zee dan Zee menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.
"Alhamdulillah, makasih ya Abi, Bunda. Sebenarnya Bulan gak enak sama Abi, Abi kan lagi sakit , tapi Bulan tinggal pergi ke kampung " jelas Bulan.
" Kenapa gitu sayang, kan ada Bunda yang jagain. Abi. Kamu tenang aja ya, yang penting jangan lupa jaga kesehatan selama di sana, jangan banyak main "
"Siap Abi, ya udah kalau gitu Bulan mau kasih tau Onty dan kak Tasya deh "
" Tasya ikut juga ? " tanya Zee.
" Kata kak Tasya gitu Bun "
" Oh ya udah kalau gitu kamu siap-siap sana "
__ADS_1
"Baik Bun "
Bulan berlari keluar kamar sama seperti halnya Tasya, ia ingin memberi tahu kabar gembira ini kepada Zhea dan juga Tasya.
" Kamu mau pulang juga yang ? " tanya Zhio.
Zee mengerenyitkan keningnya mendengar pertanyaan Zhio.
" Kenapa Abang tanya gitu ? "
Zee mendekat ke arah Zhio dan duduk di samping Zhio.
" ya gak apa yang, siapa tau kamu mau ikut pulang juga "
" Ya pengen bang, tapi nanti pulang kampungnya bareng sama Abang "
" Kelamaan yang kalau nungguin Abang "
" Maka dari itu Abang harus semangat ya, semangat pulih biar nanti kita sama-sama ke kampung halaman aku "
Zee mendekatkan wajahnya ke wajah Zhio dengan senyum yang sangat manis bagi Zhio.
" Kamu kok gemesin sih yang "
" Abang baru sadar ya ? istri Abang kan emang ngegemesin " Zee menangkup wajah Zhio lalu mengecup lembut pipi Zhio.
" Aku sayang Abang "
Zhio tersenyum, " makasih ya sayang, selalu ada di samping Abang , maaf merepotkan kamu dengan keadaan Abang seperti ini , Abang juga sayang sama kamu " batin Zhio.
*****
Keesokan harinya ketiga wanita cantik keluarga Xander pergi berpamitan. Ketiganya masing-masing menyalimi Bunda Hesty , Ayah Xander, Zhio dan juga Zee.
" Zhe, jagain Tasya ya. Dia tu paling bandel, suruh pulang aja kalau nanti di sana ngerepotin aja kerjaannya " ucap Zhio sembari terkekeh.
" ihhh...Abang apaan sih " ucap Tasya dengan memanyunkan bibirnya. Semua orang tertawa melihat Tasya.
Setelah berpamitan , ketiganya pergi dengan di antar Pak Ujang. Di antara Zhea, Bulan dan Tasya, Tasya lah yang paling banyak bawaan, entah apa yang Tasya bawa sehingga ia harus membawa dua koper, padahal mereka hanya seminggu saja berada di sana.
" Jadi sepi ya Bun gak ada anak-anak " ucap Zee kepada Bunda Hesty.
__ADS_1
" Iya Zee, ya biarlah mereka liburan dulu. Kasian sudah hampir dua Minggu ujian, apalagi Zhea dan Tasya. Semoga aja nanti mereka lulus dan lulus dengan nilai terbaik "
" aamiin, in syaa Allah Bunda "