
Dokter Andreas tiba di kediamannya dan langsung mencari keberadaan Celine. Dokter Andreas ingin mendengar kembali penjelasan Celine mengenai hubungannya bersama Zhio.
Ceklek...
Tanpa mengetuk pintu, Dokter Andreas langsung saja membuka pintu kamar Celine.
" Haii Daddy, Daddy baru pulang ?? " tanya Celine, kedua mata Celine masih terlihat sembab karena begitu banyak menangis hari ini.
" Jelaskan kepada Daddy, kenapa kau berbohong Celine ?? " tanya Dokter Andreas.
" Berbohong ?? apa maksud Daddy ?? " tanya Celine kembali.
" Selama ini Daddy mengira jika kamu memilki hubungan spesial dengan Zhio, seperti yang pernah kamu katakan kepada Daddy. Dan ternyata, semua itu hanya kebohongan, kenapa kamu membohongi Daddy ?? " ucap Dokter Andreas yang kecewa karena anaknya telah membohonginya.
Celine terdiam, ia sadar jika ia memang salah dan waktu itu berbohong kepada ayahnya sendiri hanya karena terlalu obsesi kepada Zhio.
Celine berjalan lalu mendekati Dokter Andreas, " I'm sorry Daddy, maafkan Celin karena sudah membohongi Daddy " ucap Celin penuh dengan penyesalan.
" Kenapa kau berbohong Celin ?? dan kamu lihat sekarang akibatnya " ucap Dokter Andreas.
" Maksud Daddy ?? " tanya Celine tak mengerti.
" Daddy marah Celine, melihatmu yang sangat sedih dan tersakiti, tentu Daddy tidak terima. Dan Daddy memanggil Zhio , berniat untuk memarahinya karena sudah menyakiti anak Daddy. Bahkan Daddy mengancam Zhio untuk mengeluarkan Zhio dari rumah sakit "
Celine terkejut dengan ucapan. terkahir Dokter Andreas. " Apa yang Daddy lakukan ?? kenapa bisa seperti itu Dad ?? " tanya Celine.
" Daddy marah Cel, Daddy marah karena mengira Zhio telah menyakitimu. Daddy marah dan mengancam mengeluarkan Zhio, tapi ternyata Zhio justru mengundurkan diri dari Rumah sakit " jelas Dokter Andreas.
Celine kembali terkejut, sangat terkejut dengan apa yang sudah Ayahnya lakukan kepada Zhio.
" Terus bagaimana Dad ? apa Zhio benar-benar mengundurkan diri dari Rumah sakit ? " tanya Celine.
" Daddy tidak tahu, Daddy juga kecewa denganmu Celine. Ini semua karena ulahmu, jika saja kamu tidak membohongi Daddy, mungkin Daddy tidak akan memahami Zhio. Semua adalah kesalahan dari anak Daddy yang hanya terlalu berlebihan mencintai seseorang " ucap Dokter Andreas, dan membuat Celine kembali menyadari kesalahannya.
" Maafkan Celine ,dad " ucap Celine, meraih tangan Ayahnya dan menggenggamnya dengan erat. Bahkan Celine kembali menangis.
" Ayah ingin beristirahat " ucap Dokter Andreas lalu beranjak dari duduknya dan meninggalkan Celine.
Celine kembali menangis karena sudah membuat ayahnya kecewa.
****
" Zee ingat ya , besok kita ke kampus bareng " ucap Amira.
__ADS_1
Zee dan Amira saat ini berada di ruang petugas, mereka bersiap pulang karena jam magang mereka sudah habis.
" Siap, ntar jemput aku ya Amira "
" Siap mah...yuk keluar "ajak Amira.
Saat keluar dari ruang petugas, Zee melihat Zhio sedang berbincang dengan beberapa Dokter dan perawat yang ada di sana. Kali ini Zhio datang bukan menggunakan jas putih ala Dokternya, melainkan jas hitam, jas yang biasa ia pakai jika ke kantor. Dan tentu saja hal itu menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana.
" Itu bukannya Dokter Zhio " ucap Amira.
Zee segera merogoh ponselnya, ia ingin melihat apakah suaminya ada menghubunginya atau tidak. Pasalnya seingat Zee , Zhio tidak ada mengirim pesan apapun, atau mengabari jika akan menjemputnya.
" aku duluan pulang ya Zee " ucap Amira dan di balas anggukan oleh Zee.
Melihat sang istri dari kejauhan , Zhio pun mengakhiri obrolannya dan menghampiri Zee.
" Abang udah lama di sini ? " tanya Zee.
" Gak juga sayang, ayo kita pulang " ajak Zhio.
" Loh, gak ke ruangan Abang aja. Bukannya udah jamnya Abang kerja ya ?? " tanya Zee. Zhio belum bercerita kepada Zee jika ia sudah mengundurkan diri dari Rumah sakit.
" Tidak sayang, ayo kita pulang. Ada sesuatu yang akan Abang ceritakan ke kamu di rumah " jelas Zhio.
****
" Waalaikumsalam " jawab Bulan, Tasya, dan Thea bersamaan. Mereka bertiga sedanv berada di ruang keluarga dan sedang asyik menonton televisi.
" Bunda..Abi... " ucap Bulan lalu menghampiri Zhio dan Zee dan menyalimi keduanya.
" Bang Zhio... " teriak Tasya dan segera menghampiri Zhio.
" Kenapa Tasya ?? gak bisa kalau gak teriak-teriak " ucap Zhio.
"Hehehe.. Bang, apa benar Abang ngundurin diri dari Rumah sakit ?? " tanya Tasya.
Zee terkejut mendengar pertanyaan Tasya, dan langsung menatap Zhio.
" Kamu tu Kepo ya jadi orang, sudah sana balik nonton " ucap Zhio, lalu menarik Zee bersamanya untuk masuk ke kamar.
" Bunda sama Abu ke kamar dulu ya Bulan " ucap Zhio.
" Iya Abi "
__ADS_1
Sesampai di kamar, Zee langsung bertanya dan membahas apa yang di pertanyakan oleh Tasya.
" Abang akan ceritakan, sekarang mandi dulu ya. Sudah sore, ibu hamil gak boleh mandi kesorean " ucap Zhio, Zhio terlihat tenang, sedangkan Zee terlihat khawatir.
Zhio dan Zee mandu bersama, seperti yang biasa mereka lakukan setiap hari , Zhio mengatakan kepada Zee bila mandi berdua agar lebih menghemat waktu, padahal itu semua cuma akal-akalan Zhio.
" Abang " panggil Zee saat mereka sudah keluar dari kamar mandi, saat ini Zhio sedang sibuk berpakaian.
" Kenapa sayang ? " tanya Zhio.
" Abang beneran ngundurin diri dari rumah sakit ?? " tanya Zee, dari raut wajah Zee terlihat sekali jika ia khawatir.
Selesai berpakaian, Zhio menghampiri sang istri dan duduk bersama di atas tempat tidur.
" ya sayang, Abang sudah ngundurin diri dari rumah sakit " ucap Zhio sembari memainkan rambut Zee yang masih basah.
" Kenapa Abang mengundurkan diri , bukan karena Masalah operasi kemarin kan bang? " Zee takut jika Zhio mengundurkan diri karena operasi yang gagal kemarin, atau bisa saja bukan mengundurkan diri tapi di berhentikan dari rumah sakit karena operasi gagal tersebut, ya walaupun sebenarnya tidak harus seperti itu. Semua bukan kesalahan suaminya, jadi suaminya tidak berhak untuk di berhentikan di rumah sakit tersebut.
" Tidak sayang, tidak ada hubungan nya sama sekali. Abang hanya ingin fokus ke satu pekerjaan, dan agar Abang juga lebih fokus menjaga kamu dan buah hati kita "
" Beneran bang ?? gak ada hal lain kan ?? " tanya Zee tak percaya, penjelasan Zhio belum membuat Zee puas, Zee merasa ada suatu hal yang suaminya sembunyikan, tapi karena tidak ingin berpikir negatif kepada Zhio, Zee pun mencoba mengabaikan hal itu dan menghargai keputusan suaminya.
" Ya sayang, mulai sekarang Abang akan usaha buat antar jemput kamu terus ya. Lihat, perut kamu semakin besar, itu tandanya Abang juga harus extra jaga kalian berdua. Kamu tenang aja ya , gak perlu khawatir " ucap Zhio sembari mengelus lembut perut Zee yang sudah membuncit dan membulat sempurna.
" Aku menghargai semua keputusan Abang yang terbaik buat Abang " jelas Zee.
" Ya sayang, terima kasih "
CUP....
Zhio menangkup wajah sang istri lalu mencium mesra bibir manis Zee.
" Kita turun ya, kita makan malam bersama "
" Iya sayang " ucap Zee.
" Bilang apa tadi ?? " tanya Zhio.
" Gak bisa di ulang " ucap Zee sembari terkekeh.
" Ulangi dong yang " ucap Zhio.
" Gak ah bang..ayo kita turun " ucap Zee lalu menarik lengan Zhio.
__ADS_1
Zhio dan Zee menuju ruang makan dengan saling bergandengan tangan dan sesekali menebar senyuman.