Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Perhatian


__ADS_3

Kedua mata Celin tampak berkaca - kaca , masih terngiang akan ucapan Zhio. " Istriku, ya tuhan..ini gak mungkin " Celin menundukkan kepala nya, dada nya terasa begitu sesak. Ia mencoba untuk tidak mempercayai ucapan Zhio.


" Hei..Cel, kamu baik - baik aja ? " Kevin segera mendekati Celin dan bertanya akan keadaan nya.


" Katakan semua nya gak benar Vin "


Kevin hanya diam, saat pernikahan Zhio dan Zee berlangsung, Kevin sengaja tidak memberi tahu Celin karena tidak ingin Celin semakin sakit saat mendengarnya, dan pasti nya Celin akan bertindak dan tidak membiarkan pernikahan Zhio dan Zee terjadi.


" KEVIN !!! JAWAB !!! " kini suara Celin terdengar keras dan ia menatap tajam Kevin dengan kedua mata yang masih berkaca - kaca mencoba menahan air mata nya.


" Semua benar Cel, mereka berdua sudah menikah "


" Gak....!!! Gak....!!! gak mungkin Vin, kamu bohong kan..gak mungkin..Hiks..hiks.." air mata yang tadi Celin tahan - tahan akhirnya tumpah, ia menutup wajah nya dengan kedua tangan nya dengan kepala yang masih tertunduk. Kevin tak pernah berbohong kepada nya, dan jika Kevin mengatakan iya, berarti Zhio dan Zee benar - benar sudah menikah. Hati Celin terasa hancur, ia masih tidak rela jika Zhio akhirnya memilih Zee bukan dirinya.


Bukan hanya hati Celin yang sakit, Kevin pun merasakan hal yang sama. Hati nya sakit melihat Celin seperti ini, bahkan harus menangis di depan nya. Kevin berjalan lalu mendekati Celin yang sedang menangis, Kevin berdiri di samping Celin lalu memeluk nya. Air mata Celin semakin turun dengan deras saat merasakan pelukan hangat dari Kevin.


" Kenapa kamu gak kasih tau aku kalau Zhio dan wanita itu menikah ? kapan mereka menikah ? kenapa kamu gak cegah pernikahan itu Vin ? " ucap Celin sembari terus menangis sesegukan.


" Beberapa hari yang lalu, aku sengaja gak kasih


tau kamu. Dan..buat apa aku mencegah pernikahan mereka ? mencoba menghalangi mereka yang saling mencintai ? "


" Kamu gak mikirin perasaan aku Vin, seharusnya kamu kasih tau aku "


" Aku tau apa yang ada di pikiran kamu Cel, maka nya aku sengaja gak kasih tau kamu. Kamu harus mengikhlaskan nya Cel, lebih baik fokus untuk penyembuhan kaki kamu. Dan mulai pertemanan kita dengan Zhio seperti dulu "


" Kalau ngomong memang enak Vin, tapi kamu gak ngerasain apa yang aku rasain " Celin melepas pelukan Kevin lalu menatap Kevin.


" Apa kamu pikir aku gak merasakan yang kamu rasakan, selama ini aku selalu menyimpan rasa cinta ini buat kamu Cel, sakit..sakit rasanya.. andai aja mata kamu terbuka sedikit untuk melihat ketulusan cinta aku Cel " Kevin hanya bisa berbicara sendiri dalam hati nya, ingin rasa mengungkapkan semua nya, tapi Kevin tidak mau. Tidak perlu di ungkapkan, Kevin sudah tau jawaban nya. Lebih baik di pendam sendiri, dan menunggu hingga akhirnya Celin sadar akan ketulusan cinta Kevin kepadanya.


" Aku mau istirahat,kamu keluar aja Vin " Celin sengaja menyuruh Kevin keluar, ia kesal akan Kevin.

__ADS_1


" Aku gak mau keluar , aku mau di sini temani kamu "


" Terserah " Celin merebahkan tubuhnya lalu berbaring membelakangi Kevin yang berdiri di samping nya. Kevin menghela nafas panjang melihat tingkah Celin.


*****


Zee datang ke UGD dengan tergesa - gesa karena ia sudah terlambat setengah jam, dan Zee sudah melebihi jam istrihat nya. Bagaimana tidak ? janji Zhio untuk melakukan nya secara cepat ternyata tidak benar, dan sekarang Zee memutar otak untuk mencari alasan kepada Dokter Adi alasan mengenai ia terlambat.


Dokter Adi adalah Dokter penanggung jawab sementara di UGD menggantikan Celin, dan mengenai Syam ? Syam sudah di pindahkan di cabang Rumah sakit Medistra di luar kota, perpindahan Syam begitu mendadak dan perintah langsung dari Dokter Andreas. Bahkan ia tidak sempat bertemu dengan Zee dan berpamitan.


" Maaf Dokter, saya terlambat " ucap Zee dengan menundukkan kepalanya tidak berani menatap Dokter Adi yang tengah sibuk membaca rekam medis pasien.


" Iya tidak apa, tadi Dokter Zhio sudah memberi tahu saya "


Glekk..


Zee terkejut lalu melihat Dokter Adi.


" Dokter Zhio sudah meminta ijin kepada saya untuk meminjam kamu sebentar menemani nya visite pasien di bagian VVIP karena asisten perawat nya sedang tidak ada " alasan yang sebenarnya masih mengganjal di pikiran Dokter Adi, perawat di ruangan itu banyak. Dan Dokter lain juga banyak, kenapa meminta Zee untuk menemani nya. Tapi Dokter Adi yang terkenal cuek dan dingin itu tidak mau ambil pusing akan hal itu.


" Jadi Abang udah ngijinin aku, Abang Zhio ada - ada aja. Tapi gak apalah, jadi aku gak harus pusing lagi mikirin alasan kenapa aku telat " batin Zee.


" Kenapa malah melamun, cepat kembali bekerja " ucap Dokter Adi.


" i..i..ya Dokter , terima kasih " Zee kembali melakukan pekerjaan nya, dan tentunya memakai alasan yang sama seperti Zhio saat teman - teman perawat dan Dokter lain bertanya Zee dari mana saja dan kenapa datang terlambat.


Untung saja alasan yang Zee katakan di percaya oleh mereka, namun tidak halnya dengan Amira. Amira justru semakin banyak bertanya kepada Zee terlebih melihat rambut Zee yang terlihat setengah basah.


" Yakin cuma nemani Dokter Zhio visite ? gak ada yang lain ? " goda Amira.


" Amira sudah, fokus bekerja " ucap Zee mencoba mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


" Indahnya pengantin baru " ucap Amira, mencolek lengan Zee lalu pergi memeriksa pasien lain sembari cekikikan sendiri. Zee hanya bisa menggeleng - gelengkan kepala nya melihat sahabat nya itu.


Tak lama datang seorang kurir membawa bungkusan makanan yang begitu banyak. Salah satu petugas di sana mengambil pesanan itu lalu menemui Zee.


" Dokter Zee, apa anda yang memesan makanan ini ? "


" Makanan ? " ucap Zee bingung.


" Iya, tadi ada kurir yang antar ke sini. Katanya pesanan Dokter Zee, dan yang ini..ini punya Dokter Zee. Tertulis di box makanan nya " ucap petugas lalu memberikan nya kepada Zee, box makan nya lebih besar dari yang lain dan memang tertulis nama Zee di sana. Tapi siapa yang pesan ? Zee tidak memesan apapun.


" Makasih ya Dokter Zee, saya akan membagikan nya ke teman - teman yang lain "


Zee hanya bisa tersenyum sembari menganggukkan kepala nya. Zee masih bingung, dia tidak memesan apapun.


Ting...


Sebuah pesan masuk di ponsel Zee, Zee segera mengecek siapa yang mengirim pesan kepada nya. Dan ternyata pesan masuk dari Zhio, Abang Zhio. Zee masih menulis nama kontak Zhio dengan tulisan Abang Zhio, tidak merubah nya dengan tulisan Suami ku, sayang ataupun lain nya. Sedangkan Zhio jangan di tanya lagi. Saat resmi menikah, Zhio sudah mengganti nama kontak Zee dengan tulisan istri sholehah ku . Dan terdapat simbol hati di samping nya, lihat bagaimana bucin nya Zhio terhadap istrinya itu.


Abang Zhio


Sudah terima makanan nya sayang ? jangan lupa di makan ya, maaf gara - gara Abang kamu harus ngelewatin makan siang kamu. Oh ya Abang udah sampai di kantor, Abang juga lagi makan. Selamat makan ya istriku. Aku mencintaimu ❤️


Pesan singkat yang di kirim oleh Zhio, dan sekarang Zee sudah tau siapa yang mengirim semua makanan ini. Zee terharu akan perhatian Zhio, dan Zhio juga baik karena mau membelikan makanan untuk yang lain. Zee pun membalas pesan singkat dari suami nya itu dengan kata iya dan ucapan terima kasih. Hal yang biasa saja, tidak ada kata cinta seperti yang Zhio tulis di pesan nya. Bukan karena Zee tidak mencintai Zhio, ia mencintai suami nya itu, ya lebih tepatnya akan belajar mencintai suami nya itu dan menjadi istri yang baik untuk Zhio.


Kenapa Zee belajar mencintai , karena sebenarnya Zee masih belum yakin akan cinta nya kepada Zhio. Walaupun sebenarnya cinta itu ada, hanya Zee saja yang tidak menyakini nya. Semenjak kegagalan pernikahan nya dengan Satria, Zee tidak ingin lagi terlalu mencintai , dulu Zee begitu bucin kepada Satria. Dan lihat akhirnya bagaimana ? ya sudahlah hal itu tidak perlu lagi Zee Ingat.


Walaupun begitu, Zee begitu meyakini akan cinta Zhio kepada nya. Hal itulah yang membuat Zee yakin menerima Zhio, terlebih Zee bisa melihat bagaimana kesholehan sang suami dan betapa sang suami nya paham akan agama. Zee begitu mengagumi akan hal itu, karena memiliki pemimpin yang paham akan agama dan bertanggung jawab insyaallah akan membawa kebaikan dan akan membimbing kita ke arah kebaikan dan menuju ridho Nya. Memperoleh keluarga Samawa yang sebenarnya. Belum lagi nasihat dari Amira yang mengatakan jika lebih baik di cintai dari pada mencintai, kata itu yang selalu Zee ingat.


Setelah membalas pesan singkat suaminya, Zee kembali bekerja dan setelah itu akan memakan makanan yang sudah suami nya berikan untuknya.


Sedangkan di tempat lain, Zhio tampak senyum - senyum sendiri sembari memakan makan siang nya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2