Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Zhio marah


__ADS_3

Zhio menatap wajah Zee dengan tajam, sedangkan Zee justru tertawa melihat wajah suaminya yang tampak begitu serius.


" Abang, gak lucu ahh..jangan natap aku kayak gitu "


" Apa yang dimaksud Celin tadi yang, teman-teman ? Apa Celin dan teman - teman nya melakukan kejahatan sama kamu ? Mereka ngapain kamu yang ? "


" Gak ada kok bang, gak ada "


" Kamu gak mau cerita sama Abang ? "


" Gak kok bang, bukan gitu, tapi biar aja deh ya, gak masalah juga kok bang, udah selesai masalah nya "


" Itu masalah buat Abang yang, Abang gak terima banget ya kalau sampai mereka ngapa-ngapain hal yang jahat sama kamu "


" Ya bang, udah ya, gak apa kok bang "


Zee takut untuk bercerita hal yang sebenarnya kepada Zhio, apalagi Celin yang selalu jahat kepada Zee sebelumnya.


" Kamu masih gak mau cerita sama Abang ? "


" Gak ada apa-apa kok bang, lagian Dokter Celin kan udah minta maaf juga , sudah ya, Abang jangan marah "


" Gimana Abang gak marah yang, Celin tu udah keterlaluan, iya kalau dia sadar, kalau tadi itu semua cuma sandiwara dia gimana ? Waktu itu dia juga gitu kan sama kamu "


" Iya bang, tapi aku yakin kok yang tadi itu Dokter Celin benar-benar tulus "


" Abang tau kamu baik sayang, tapi gak begini juga, kamu tau kan , dulu kamu juga hampir keguguran gara-gara Celin, dan sekarang begitu juga. Ya walaupun kondisi nya saat ini berbeda "


" Iya bang, sudah ya jangan marah "


" Abang gak marah, ya sudah kalau gitu kamu tidur sekarang "


Zhio merasa kesal kepada istrinya yang tidak mau jujur kepadanya, tidak ingin bercerita mengenai apa yang terjadi sebelumnya di lakukan Celin kepadanya.


" Abang gak mau tidur di samping aku ? " goda Zee, Zee tahu suaminya marah kepadanya saat ini.


" Gak yang, ya udah kamu tidur, mumpung Arshaka tidur juga "


Zee menurut, Zee berbaring dan Zhio merapikan selimut Zee, menyelimuti Zee hingga dada.

__ADS_1


" Abang.." Zee menarik jemari tangan Zhio saat Zhio ingin berjalan ke arah Arshaka.


" Kenapa yang ? " tanya Zhio saat menoleh ke arah Zee.


" Jangan marah ya ? " Zee memanyunkan bibirnya, memohon kepada Zhio agar Zhio tidak marah.


" Sudah tidur, Abang gak marah kok , tidur sudah malam "


Zhio mengambil kursi lalu duduk di samping Arshaka sembari menatap wajah tampannya itu. Zee hanya bisa cemberut , karena ia tahu Zhio masih marah kepadanya.


Karena mengantuk, Zhio akhirnya tertidur di sofa, biasanya Zhio selalu tidur di satu tempat bersama Zee, karena ranjang rawat Zee big size sehingga Zhio pun bisa ikut tidur bersamanya. Kali ini tidak karena tentu hal itu terjadi karena Zhio masih marah kepada Zee.


Zee terbangun pukul 12 malam, Zee melirik sang suami yang sedang tidur di sofa. Sedangkan bunda Hesty tertidur di lantai dengan beralaskan kasur kecil.


" Abang beneran marah kayaknya, gimana dong " batin Zee.


Zee tidak bisa tidur memikirkan suami nya yang masih marah kepadanya, Zee bisa tidur tepat jam 3 subuh, dan baru saja Zee terlelap. Suara tangisan Arshaka yang kehausan pun terdengar, Zhio dengan segera bangun dan menggendong Arshaka.


" Bunda tidur aja lagi, biar Zhio aja " ucap Zhio pelan saat ibunya juga ikut terbangun mendengar tangisan Arshaka.


Bunda Hesty tidak menurut, Bunda Hesty beranjak dari tidurnya dan menggendong Arshaka.


" Bunda..kan Abang suruh Bunda tidur "


Bunda Hesty melirik Zee yang masih tertidur, " tumben Zee gak bangun dengar suara Arshaka, kayaknya enak banget tidurnya Zee "


Zhio pun melirik istrinya, ada rasa bersalah Zhio karena mengabaikan istrinya, namun Zhio lakukan ini agar Zee mau jujur kepadanya.


" Arshaka ngompol Zhio, pantas aja nangis "


Bunda Hesty dengan sigap mengganti popok Arshaka, Zhio dengan serius memperhatikan apa yang bundanya lakukan agar ia juga bisa belajar cara mengganti popok Arshaka.


" Bang, kenapa malam ini gak tidur sama Zee ? " tanya Bunda Hesty.


" Gak apa kok Bun " jawab Zhio.


" Kalian lagi berantem ya ? " Bunda Hesty tahu bahwa ada sesuatu yang terjadi kepada Zhio dan Zee.


" Gak ada kok Bun, bunda tenang aja ya "

__ADS_1


" Syukurlah kalau gak ada apa-apa, kalau ada masalah sebaiknya di bicarakan baik-baik ya bang, kesalahpahaman dan juga perbedaan pendapat itu pasti terjadi dalam hubungan suami istri, hal biasa bang. Kunci nya hanya saling sabar dan salah satunya harus mengalah, harus saling mengerti kekurangan pasangan kita, dan tentu Abang sebagai kepala keluarga harus lebih sabar dari Zee "


" Iya Bun, makasih sarannya "


Setelah mengganti popok Arshaka, Arshaka masih saja menangis. Tentu hal itu karena Arshaka merasa lapar dan ingin menyusu kepada ibunya. Bunda Hesty membawa Arshaka kepada Zee di iringi Zhio.


Karena sangat mengantuk, suara Arshaka yang berada di dekat Zee pun tak Zee dengar, Zee masih tertidur dengan pulasnya.


" Zee..."


" Zee..bangun nak.. "


Bunda Hesty membangunkan Zee, dan tak lama Zee terbangun. Biasanya Zhio yang akan membangunkan Zee dengan penuh kasih sayang, namun kali ini Zhio membiarkan Bunda Hesty yang membangunkan Zee, bukan dirinya.


" Astaghfirullahadzhim, iya bunda "


Tubuh Zee belum seratus persen tersadar, Zee segera menggendong Arshaka dan memberikan ASI kepadanya. Zhio merasa kasihan melihat Istrinya yang masih tampak mengantuk.


Bunda Hesty mengambil bantal lalu menaruhnya di punggung Zee agar Zee nyaman bersandar.


" Terima kasih Bun "


" Sama-sama sayang, kalau begini sambil tiduran juga bisa nak, bunda liat kamu masih ngantuk banget "


" Iya Bun "


Zee melirik Zhio yang sedang memperhatikan nya, namun Zhio tidak tersenyum sedikitpun kepadanya. Hanya memasang wajah datarnya, Zee merasa semakin sedih melihat Zhio seperti itu.


" Bunda lanjut tidur aja Bun " pinta Zhio.


" Ya udah, kalau gitu Bunda tidur lagi ya Zee "


" Iya Bun "


Bunda Hesty kembali tidur, Zhio mengambil kursi lalu duduk di samping ranjang rawat Zee. Zee melihat Zhio namun Zhio tak memandangnya, Zhio hanya melihat Arshaka yang tengah asyik menyusu. Sesekali Zhio mengelus lembut pipi gembul Arshaka dan memegangi jemari mungil Arshaka.


Karena masih mengantuk, Zee akhirnya tertidur dalam posisi duduk sembari masih menyusui Arshaka. Merasa kenyang, Arshaka pun sudah kembali tertidur dan tidak menyusu lagi. Perlahan Zhio mengambil Arshaka dalam gendongan Zee dan menaruh Arshaka ke tempat tidurnya.


Setelahnya perlahan Zhio mengambil bantal yang ada di belakang punggung Zee dan merebahkan istrinya. Cukup lama Zhio memandang Zee yang terlihat begitu lelah.

__ADS_1


" Makasih sayang , aku mencintaimu"


Zhio lantas mengecup lembut kening Zee, merapikan selimut Zee kemudian ikut berbaring bersama di samping Zee.


__ADS_2