
Zee bangun dan tersenyum karena Zhio sedang tertidur sembari memeluknya. Zee pun mengelus lembut wajah tampan suaminya.
" Sudah bangun " ucap Zhio saat membuka kedua matanya.
Zhio sebenarnya sudah terlebih dahulu bangun dari Zee.
" Abang sudah bangun juga "
" Sudah sayang "
Zhio mengecup singkat bibir Zee. Zee justru membalasnya dan menarik Zhio agar terus menciumnya. Zhio membulatkan kedua matanya begitu mendapat reaksi berlebih dari Zee. Pasalnya Zee tak pernah melakukan hal itu kepadanya, biasanya Zhio lah yang lebih agresif dari pada Zee.
" Sayang...ada bunda, nanti kalau bunda liat gimana ? " ucap Zhio setelah Zee mengakhiri ciuman mereka.
Zee pun terkekeh, " Iya bang, tapi Abang senang kan ? maafin aku ya bang " Zee lantas memeluk Zhio. Zee merasa bersalah karena sudah membuat suaminya marah.
" Abang juga minta maaf ya sayang "
Zee menganggukkan kepalanya masih berada dalam pelukan Zhio.
" Sebenarnya sebelum aku nyelamatin Dokter Celin, aku ke ke sana buat beli es cream bang, terus di sana ada Dokter Celin juga bareng sama teman-temannya. Karena aku males ngeladenin mereka, aku buruan pulang. Ehh Dokter Celin malah sengaja nabrak aku dan bikin es cream yang aku lagi bawa tu tumpah bang pas kena ke baju aku. Hal itu juga yang Dokter Celin pernah lakukan dulu, kalau itu salah satu dari teman-temannya sengaja menyandangkan kakinya ke lantai bang, jadi aku gak sengaja kesandung dan jatuh "
" Benar-benar ya mereka, aku bisa laporin mereka ke polisi kalau begitu yang "
" Ehh jangan bang, kan Dokter Celin nya udah minta maaf , Abang liat sendiri kan "
" Iya sayang, tapi gimana kalau dia gak sungguh -sungguh dan dia lakuin lagi nantinya "
Zee terdiam, apa yang di katakan oleh suaminya benar, walaupun Zee bisa melihat ketulusan dari Dokter Celin.
Zhio menangkup wajah Zee yang tampak sedih.
" Baiklah, kali ini Abang akan biarkan Celin dan teman-temannya. Tapi Abang mau kamu sejauh mungkin jangan dekat atau berinteraksi lagi dengan Celin, mengerti sayang ? "
" Iya bang, aku janji. Makasih udah ngertiin aku bang "
" Iya sama-sama sayang, sama halnya dengan sekarang yang terjadi, Abang mengerti maksud kamu baik, tapi lain kali kamu juga harus lebih hati-hati, kamu juga harus peduli dengan keselamatan kamu sendiri "
" Iya Abang, terima kasih "
Zhio pun kembali membawa Zee ke dalam pelukannya.
" Gitu dong...mesra terus... "
Tiba-tiba suara Kevin terdengar dan mengejutkan Zhio dan Zee.
" Kevin, sejak kapan kamu di sini ? " tanya Zhio.
__ADS_1
" Sejak tadi, sejak kalian bermesraan " jawab Kevin.
Kedua pipi Zee memerah, Zee merasa malu mendengar ucapan Kevin.
Karena asyik mengobrol berdua, Zhio dan Zee tidak sadar kalau sebenarnya ada Kevin di sana bersama Bunda yang juga sudah terlebih dahulu bangun dari pada mereka.
" Ngapain kamu ke sini Vin ? " tanya Zhio.
" Mau menjenguk keponakan aku dong, iya kan Bun ? "
Bunda Hesty hanya tersenyum mendengar ucapan Kevin.
Kevin berjalan ke arah bunda Hesty yang sedang menggendong Arshaka, lalu mengelus lembut pipi gembul Arshaka.
" Ehh...udah cuci tangan belum, enak aja pegang -pegang anakku " ucap Zhio.
" cerewet banget sih Zhi, ya udah lah, aku kan gak mau juga keponakan ku sakit nantinya "
" bang Kevin, aku baru sadar, bang Kevin kok..bang Kevin kerja di rumah sakit ini ? "
Zee baru menyadari setelah melihat penampilan Kevin yang terlihat rapi dan tampan dengan memakai jas putih nya, menandakan Kevin seorang Dokter.
" Ahh..itu..hmm...."
Kevin tampak salah tingkah, ia juga baru sadar kenapa ia datang dan lupa melepas jasnya.
" Wahh.. Alhamdulillah, sejak kapan bang ? "
Kevin kembali bingung , ia bingung harus menjawab pertanyaan Zee.
" Baru aja sayang, baru beberapa hari yang lalu kan Vin ? " ucap Zhio.
" Ya benar Zee, baru beberapa hari yang lalu "
Zee merasa ada yang aneh di antara Kevin dan suaminya.
" Hmm..kalau begitu aku pamit dulu ya Zee, aku ada keperluan di luar "
" Baik bang "
" Kalau gitu aku antar ke depan Vin "
Zhio mengantar Kevin sampai ke depan pintu ruang rawat.
" Kamu gimana sih Vin ? " tanya Zhio.
" Maaf Zhi, aku lupa "
__ADS_1
" Untung aja Zee gak curiga, aku belum cerita apapun mengenai rumah sakit ini Vin, aku perlu kembali untuk menyusun rencana kejutan untuk istriku, karena rencana awal sudah berubah "
" Iya Zhio, aku ngerti. Oh ya Zhi, kemungkinan besok Zee sudah bisa pulang, aku dapat kabar ini dari Dokter Lidya "
" Syukurlah, kalau begitu makasih Vin "
" sama - sama sobat, aku pergi dulu "
Zhio kembali kedalam ruangan setelah berbicara dengan Kevin.
" Kok lama banget bang, ngobrol apa sama bang Kevin ? " tanya Zee yang sedang menyusui Arshaka.
" Gak ada kok yang, maa syaa Allah anak Abi, udah laper lagi ya nak "
" Bunda mana yang ? "
" Di kamar mandi bang "
" Oh ya yang, kata Kevin kita besok udah bisa pulang "
" Alhamdulillah, aku juga udah gak betah bang, enakan di rumah "
" Iya sayang "
" Oh ya bang, rumah sakit ini..kenapa namanya sama ya kayak nama aku ya bang ? Lucu banget "
" Mungkin hanya kebetulan sayang "
" Mungkin aja ya bang, Abang tau gak rumah sakit ini jadi bahan pembicaraan di tempat aku magang "
" Benarkah ? " Zhio mendengarkan hal itu dengan serius.
" Kenapa Abang serius banget dengarnya ? tanya Zee sembari terkekeh.
" Ya bukan gitu yang, Abang penasaran aja "
" Yang aku denger juga ni bang, katanya rumah sakit Medika ratingnya jatuh bang, kalah sama rumah sakit ini , hebat juga ya bang rumah sakit ini, tapi setelah di rawat disini..untuk sekelas VVIP , tempat ini memang bagus banget bang "
Zhio merasa tersanjung mendengar penjelasan istrinya, Zee tidak tahu saja kalau sebenarnya rumah sakit ini adalah miliknya, hadiah yang akan suaminya berikan kepada nya.
" Nanti Abang bawa kamu keliling rumah sakit ini deh, biar kamu bisa menilai lebih jauh tentang rumah sakit ini "
" Buat apa bang ? Gak ahh, bikin capek aja bang , lagian rumah sakit ini besar banget bang. Aku cuma pengen cepat pulang dan istirahat di rumah bang, sebentar lagi cuti ku habis. Dan aku bakalan kembali lagi magang, kasian banget Arshaka nantinya kalau aku tinggal bang "
Zee memanyunkan bibirnya, ia merasa sedih jika nanti saatnya ia harus kembali magang dan terpaksa meninggalkan Arshaka, karena masih magang, Zee hanya mendapat cuti selama beberapa Minggu saja setelah melahirkan.
" Sudah sayang, jangan pikirkan itu dulu ya, yang terpenting kamu pulih dulu, setelah itu baru mikirin hal yang lain "
__ADS_1
" Baik bang "