Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Sahabat terbaik


__ADS_3

Amira begitu senang saat melihat Zee datang, Amira langsung membawa Zee masuk kedalam ruang petugas.


" Zee....!! Aku kangen banget sama kamu , gimana Zee? selamat atas pernikahan mu dengan Dokter Zhio " Amira memeluk Zee sejenak,lalu mengajak Zee duduk dan berbincang.


" Aku juga kangen sama kamu Amira, dan alhamdulillah semua nya lancar "


" Alhamdulillah, maaf aku gak bisa datang ya Zee. Aku senang banget akhirnya kamu menerima dan menikah dengan Dokter Zhio. Semoga kamu selalu berbahagia ya Zee "


" Aamiin..aamiin..makasih doa nya Ra "


" Jadi kapan resepsi di gelar Zee?"


" Belum tau kapan pasti nya Ra, tapi mungkin nanti soalnya aku sama bang Zhio masih sama - sama sibuk Ra "


" Bener juga sih Zee, tapi gak apa lah yang penting kamu dan Dokter Zhio sudah sah menikah. Terus Zee, gimana dengan mantan suami kamu itu? Sudah tertangkap? " pertanyaan Amira membuat Zee kembali mengingat kejadian waktu itu.


" Belum Ra, belum ada kabar dari pihak kepolisian "


" Maafin aku ya Zee, maaf aku udah tanya tentang itu, kamu pasti sedih kan dan kembali mengingat kejadian itu " Amira meminta maaf kepada Zee karena merasa bersalah setelah begitu melihat wajah Zee yang terlihat sedih.


" Gak apa Ra, aku cuma mikirin Bulan. Sampai saat ini aku dan keluarga belum ada cerita masalah itu sama Bulan "


" Jadi Bulan belum tau, kenapa gak di ceritakan sekarang aja Zee "


" Iya Ra, belum ada waktu yang tepat, Huh...rasa nya aku gak sanggup Ra mau cerita semua nya sama Bulan, aku gak sanggup liat Bulan sedih "


" Bulan pasti ngerti kok Zee, kamu tenang aja ya. Lebih cepat Bulan tau itu lebih baik "


" Kamu benar Ra, makasih udah kasih aku support terus ya Ra, makasih juga udah kasih banyak saran terutama mengenai Bang Zhio "


" Kita ini sahabat Zee, sudah semestinya begitu. Aku tau kamu itu juga cinta sama Dokter Zhio, dan aku yakin Dokter Zhio pasti akan membahagiakan kamu "


" Sahabat aku ini pokoknya yang terbaik, makasih banyak Ra " Zee kembali memeluk Amira.


" Sama - sama Zee "


" Oh ya Ra, gimana kabarnya Dokter Celin? dia udah keluar dari rumah sakit?"


" Belum Zee, cuman dari kabar yang aku denger sih kesehatan nya udah mulai membaik "


" Syukur deh kalau gitu, semenjak kecelakaan itu aku belum ada jengukin dia Ra. Nanti jam istirahat temenin aku ke sana yuk Ra "


" Kamu mau jengukin Dokter Celin? yakin Zee? dia kan gak suka sama kamu, yang ada kita di usir lagi dari sana "


" Hmmm...bisa jadi sih, tapi kita coba aja ya Ra "


" Iya..Iya..nanti jam istirahat kita ke sana. Ya udah, kita mulai kerja ya, pasien dah banyak tu "


" Baiklah "


****

__ADS_1


Perusahaan Alexander group...


" Bagaimana Pak Niko, apa ada kabar dari kepolisian " ucap Zhio sembari sibuk menandatangani beberapa berkas yang ada di depan nya.


" Belum Tuan, belum ada kabar sedikit pun "


" Kenapa lelaki itu belum tertangkap juga? dimana dia bersembunyi? " batin Zhio.


" Terus minta Polisi untuk mempercepat gerak mereka ya Pak, dan jangan lupa untuk terus kabari saya. Saya belum bisa tenang kalau lelaki itu masih berkeliaran di luar sana "


" Siap Tuan "


Dritt..Dritt...


Dering ponsel Zhio berbunyi, dan terlihat nama Celin di layar kaca ponsel nya, dengan malas Zhio mengangkat telepon dari Celin.


" Zhio...kamu dimana? kenapa baru angkat telepon aku sekarang? kamu kemana aja beberapa hari ini Zhio? kamu gak khawatir dengan keadaan aku, kamu belum ada jenguk aku Zhio "


" Aku sibuk Cel "


" Iya..iya..aku tau kamu sekarang sibuk,tapi..apa kamu gak khawatir sama aku Zhi.. dari awal aku di rawat, kamu sama sekali gak ada jenguk aku, kamu ke sini sekarang ya Zhio "


" Maaf Cel, aku masih sibuk "


" Pokoknya aku gak mau tau Zhio, kamu harus ke sini sekarang " ucap Celin lalu menutup telepon nya dengan kesal.


Zhio hanya menggeleng - gelengkan kepala nya, sebenarnya Zhio iba dan kasihan dengan apa yang terjadi dengan Celin, hanya saja ia tidak terlalu peduli dengan Celin terlebih mengingat apa yang sudah Celin perbuat waktu itu. Zhio kembali melanjutkan pekerjaan nya.


" Cel, ini sudah siang? ayo makan, bukannya tadi pagi kamu juga gak makan? " pinta Kevin.


" Gak Vin, aku mau nunggu Zhio "


" Untuk apa menunggu Zhio, Zhio sedang sibuk Cel. Kenapa harus menahan lapar kamu, yang ada kamu tambah sakit nanti nya "


" Biarin Vin, justru kalau tambah sakit lebih bagus. Biar Zhio datang ke sini untuk jengukin aku "


Kevin menarik nafas panjang mendengar ucapan Celin.


" Nanti aku bakalan ngomong sama Zhio untuk kesini, yang penting kamu makan ya sekarang "


" Gak Vin "


" Kenapa kamu begitu keras kepala sih Cel, kamu gak tau kalau sebenarnya akulah yang sakit kalau liat kamu kayak gini, kamu gak sadar kalau selama ini aku yang selalu nemani kamu Cel " batin Kevin sembari memandangi Celin, selama di rawat di rumah sakit, Kevin lah yang selalu ada buat Celin. Dan malam hari Kevin juga ikut menemani Celin bersama Pak Andreas.


Melihat Celin yang begitu keras kepala , Kevin pun mengirim pesan kepada Zhio. Dan meminta Zhio untuk ke rumah sakit menjenguk Celin, Kevin tidak bisa melihat Celin yang begitu pucat dengan menahan sakit dan lapar nya.


" Kamu makan ya sekarang, Zhio sudah di perjalanan ke sini "


" Apa... !! yang bener vin? " tanya Celin dengan sumringah.


" Iya, ayo cepat makan "

__ADS_1


" Gak Vin, nanti aja aku mau nya di suapin sama Zhio "


" Sudah deh Cel, gak usah berharap lebih. Cepat makan, atau gak Zhio gak akan ke sini "


" Ya udah, aku makan. Tapi suapin ya " dengan manja nya Celin meminta di suapi oleh Kevin, dan dengan senang hati Kevin menyuapi Celin hingga akhirnya Celin menghabiskan makanan nya.


" Sudah vin, makasih ya. Sekarang tinggal nunggu Zhio,pasti bentar lagi datang " ucap Celin.


Sudah jam istirahat, Zee dan Amira bersiap untuk menjenguk Celin. Baru saja ingin keluar dari ruang petugas, Zee dan Amira terkejut dengan kedatangan Zhio yang sudah berdiri di depan pintu.


" Abang "


" Kenapa Abang ke sini? kan belum jam nya abang pulang?" ucap Zee sembari melihat jam di pergelangan tangan nya.


" Abang mau ajak kamu makan siang, kalian berdua mau makan siang ya? "


" Gak Dokter Zhio, kami mau menjenguk Dokter Celin " ucap Amira.


" Ya udah kalau gitu abang ikut Zee "


" Kalau gitu, kamu sama Dokter Zhio aja ke sana ya Zee. Aku mau ke kantin aja makan siang "


" Tapi Ra, nanti makan siang nya bareng aja. Atau kita makan siang aja dulu baru kesana "


" Eh..gak perlu..gak perlu..aku sendiri aja Zee, kamu sama Dokter Zhio duluan aja ke sana. Ya udah aku ke kantin dulu ya " ucap Amira dan langsung melesat meninggalkan Zhio dan Zee. Sebenarnya Amira malas sekali bertemu dengan Celin, dan kebetulan Zhio datang maka Amira punya kesempatan untuk tidak ke sana dan membiarkan Zee bersama Zhio saja menjenguk Celin.


" Ayo sayang " Zhio menggenggam tangan Zee dan mengajak Zee keluar dari ruang petugas menuju ruangan Celin.


Semua orang di sana memperhatikan Zhio dan Zee, kebersamaan Zhio dan Zee sebenarnya sudah menjadi perbincangan hangat di antara mereka, hanya saja mereka belum tau hubungan apa yang sebenarnya terjadi di antara Zhio dan Zee. Dan saat melihat Zhio yang dengan santai nya berjalan sembari menggenggam tangan Zee membuat mereka yakin jika Zhio dan Zee benar mempunyai hubungan spesial, mereka semua belum tau saja jika Zhio dan Zee saat ini sudah resmi menjadi pasangan suami istri.


" Kenapa abang gak kabarin dulu kalau mau ke sini? " tanya Zee.


" Mau kasih kamu kejutan " ucap Zhio santai.


" Kita makan siang aja dulu ya bang, nanti setelah makan siang baru kita jenguk Dokter Celin. Abang pasti laper kan? " ucap Zee dan berhenti berjalan.


" Kita makan siang di ruang kerja Abang aja ya? "


" Lo, kok di sana bang? kita ke kantin aja bang "


" Soalnya kalau di kantin, abang gak bisa makan kamu "


" Ihh..apaan sih abang " ucap Zee dengan wajah yang memerah.


" Hahaha...ayo kita ke ruang kerja abang "


" Gak ah bang, masih siang. Kalau gitu kita jenguk Dokter Celin aja dulu " ucap Zee lalu bejalan meninggalkan Zhio.


" Jadi kamu suka nya malam ya sayang , kalau gitu nanti malam kamu siap - siap ya " ucap Zhio dan kembali menarik tangan Zee dan menggenggam nya.


" Sudah ah bang, jangan ngomong gitu terus dari tadi, malu. Banyak orang di sini " ucap Zee.

__ADS_1


Zhio tersenyum melihat wajah Zee yang memerah karena menahan malu, hal itu membuat Zee semakin terlihat menggemaskan di mata Zhio. Mereka terus bergandengan tangan menuju ruangan di mana Celin di rawat.


__ADS_2