
Sebulan kemudian Zhio sudah kembali memimpin perusahaan Xander Group. Walaupun masih menggunakan kursi roda, tak membuat Zhio kesusahan dalam menjalankan pekerjaannya.
Terlalu lama di dalam rumah membuat Zhio jenuh dan bosan, Zhio merasa tak berguna karena hanya berdiam di dalam kamar. Padahal Zee dan Bunda Hesty sudah melarang Dan meminta Zhio untuk tidak bekerja dulu , tapi Zhio tetap dengan pendiriannya.
" Apa jadwal saya selanjutnya Pak Niko ? "
" 15 menit lagi akan ada meeting bersama Winder Group Tuan "
" Baiklah "
" Tuan tidak lelah ? "
Melihat kondisi Zhio, membuat Pak Niko merasa kasihan. Apalagi sejak pagi hingga menjelang siang Zhio tidak hentinya kedatangan tamu dan jadwal meeting Zhio juga sangat padat.
Zhio tersenyum kepada Pak Niko.
" In syaa Allah saya tidak lelah Pak Niko, bapak tenang saja ya, saya justru sangat semangat bekerja Pak "
Pak Niko tersenyum mendengar ucapan Zhio, ia juga merasa tenang karena Zhio tampak bersemangat.
****
Di tempat lain Zee, Amira dan beserta teman-temannya yang lain berkumpul dalam ruangan dan mengadakan rapat bersama pembimbing magang mereka.
Dalam rapat tersebut mereka akan kembali magang di UGD , tempat awal pertama mereka magang. Dan yang mengejutkan karena kini akan di adakan shift malam. Dan untuk Zee tidak ada pengecualian sama sekali. Walaupun sedang hamil Zee akan tetap sama seperti teman-temannya yang lain.
Jadwal shift mereka akan terbagi menjadi tiga, shift pagi, shift sore dan juga shift malam. Shift malam lah yang akan memberatkan sedikit untuk Zee karena ia harus turun bekerja jam 10 malam dan berakhir tepat jam 8 pagi. Yang artinya Zee harus bermalam di rumah sakit.
Seusai rapat, Zee terlihat melamun karena memikirkan **** malam nya yang ternyata di mulai esok hari. Tentu saja hal ini membuat Zee bingung karena tidak mungkin rasanya ia meninggalkan Zhio, terutama malam hari. Siapa yang akan menemani suaminya di saat keadaan suaminya yang sekarang.
" Zee "
" Zee "
__ADS_1
" Zee...!! "
Amira memanggil Zee berulang kali dan pada panggilan ketiga barulah Zee tersadar dari lamunannya dan melihat Amira.
" Amira, kenapa Ra ? "
" Kamu kenapa ? baik-baik aja kan Zee ? kamu lagi mikirin shift malam ya ? "
Zee terlihat sedih dan hanya menganggukkan kepalanya.
" Aku cuma bingung Ra, kalau shift malam gimana bang Zhio ? aku gak bisa ninggalin bang Zhio "
Amira mengelus - elus punggung Zee, mencoba menenangkan Zee.
" Aku ngerti banget perasaan kamu sekarang Zee, kamu yang sabar ya "
" Aku jadi berpikir untuk berhenti aja Ra "
Amira membulatkan kedua matanya mendengar ucapan Zee.
" Aku benar-benar dilema Ra "
Kedua mata Zee terlihat berkaca-kaca, Zee menundukkan kepalanya dan menyandarkan kepalanya di atas meja.
Amira tidak berkata apa-apa lagi, ia hanya kembali mengelus-elus punggung Zee.
*****
Seperti biasa malam harinya setelah beraktivitas seharian , tempat tidur adalah tempat Zhio dan Zee bertukar cerita mengenai kegiatan mereka sebelum mereka tidur.
" Gimana bang kerjaan Abang hari ini ? "
" Hmmm..hari ini Abang banyak kedatangan fans "
__ADS_1
Zee terkekeh mendengar ucapan Zhio.
" Abang...berasa kayak artis "
Zhio dan Zee tertawa bersama.
" Kamu gimana yang, hari ini semua kerjaan kamu lancar ? gimana magangnya hari ini ? "
Wajah Zee kini berubah serius, dan entah mengapa tiba-tiba kedua mata Zee tampak berkaca-kaca.
" Alhamdulillah , kerjaan aku hari ini juga lancar bang "
" Alhamdulillah, yang terpenting jangan telat makan dan jangan terlalu lelah "
Kini pandangan Zhio beralih ke perut Zee, Zhio menciumi sembari mengelus lembut perut Sang istri.
Zhio mengoceh dan berbicara di depan perut Zee, mengajak bicara calon sang buah hati. Zee senyum-senyum sendiri mendengar ocehan dan cerita Zhio.
Dug...
Zee dan Zhio saling tatap saat merasakan tendangan dari sang buah hati.
" Bang, anak kita nendang "
" Iya sayang "
Zhio kembali mengajak bicara sang buah hati sembari mengelus lembut perut Zee.
Dug..
" Nendang lagi bang "
Zhio dan Zee kembali tersenyum senang karena ini adalah tendangan pertama sang bayi dan baru ini yang mereka rasakan.
__ADS_1
" Maa syaa allah anak Abi, udah ngerti ya Abi ajak ngomong. Sehat-sehat terus ya sayang "
Zhio kembali mengajak sang buah hati berbicara , dan kembali buah hati mereka menendang seolah mengerti dan menjawab apa yang Zhio ucapkan.