
Zee tiba di rumah sakit dengan perasaan gembira, ia sudah tidak sabar untuk segera bertemu Amira dan menyampaikan berita bahagia untuk Amira.
" Assalamualaikum Amira "
Amira yang melamun, terkejut dengan kedatangan Zee. Kedua mata Amira tampak berkaca-kaca, namun Amira berusaha tidak tampak sedih di depan Zee.
" Wa'alaikumussalam , Zee " ucap Amira dan langsung memeluk Zee.
Saat ini , Amira tidak bisa bercerita masalahnya kepada Zee. Namun dengan memeluk Zee, Amira merasa bebannya sedikit terasa berkurang. Zee mengelus- ngelus punggung Amira, Zee mengerti jika Amira merasa sangat sedih sekarang dan pastinya memikirkan uang tunggakan kuliahnya itu.
" Kamu udah lama datang Ra ? ", tanya Zee.
" Baru aja kok Zee , ya udah masuk yuk " ajak Amira.
" Ra, sepulang dari rumah sakit. Temenin aku ke kampus yukk ", ajak Zee.
" Kekampus ? ngapain Zee ? " tanya Amira bingung.
" Aku mau bayar uang semester Ra, temenin aku ya " pinta Zee.
Mendengar Zee yang mengatakan ingin membayar uang semester, membuat wajah Amira sedikit berubah. Namun Amira kembali bersikap seolah tidak terjadi masalah apa-apa di depan Zee.
" Baiklah Zee " ucap Amira.
*****
Sesuai dengan permintaan Zee, Amira ikut menemani Zee ke kampus setelah mereka pulang dari rumah sakit.
Zee dan Amira pergi ke kampus dengan mengendarai sepeda motor Amira, dan tentunya setelah mendapat ijin dari sang suami. Cukup lama membujuk Zhio untuk mengijinkan Zee naik sepeda motor bersama Amira, namun setelah meyakinkan Zhio, akhirnya Zhio mengijinkan Zee.
Dengan wanti-wanti yang banyak pastinya, " bilangin Amira , bawa motornya pelan aja yang , pake Helm jangan lupa, sebentar aja kan ke kampus, tunggu di kampus aja jangan pulang sendirian , nanti Abang jemput, bentar lagi Abang pulang, ingatin ya yang, bilangin Amira jangan ngebut, "
Itulah nasihat-nasihat Zhio yang begitu mengkhawarirkan sang istri. Zee terkadang suka tertawa sendiri melihat isi chat suami yang begitu panjang.
" Zee, aku tunggu di sini aja ya. Kamu aja yang ke bagian administrasi " ucap Amira, Amira tidak ingin bertemu dengan Bu Sri, Amjra takut jika ia bertemu Bu Sri, Bu Sri akan bertanya lagi mengenai uang semesternya dan pada akhirnya Zee tau jika ia memilki tunggakan.
" Loh kok gak masuk Ra, temenin dong Ra. Gak asyik jalan sendirian Ra, temenin ya Ra, please ...!! ", mohon Zee.
" Ya udah ayo " mau tidak mau Amira menuruti permintaan Zee, Amira hanya bisa pasrah jika nantinya Zee tau akan masalahnya.
" Assalamualaikum , Bu Sri "
__ADS_1
" Wa'alaikumussalam , ada apa dek ? " jawab Bu Sri.
Amira sengaja berdiri sedikit jauh dari Zee agar Bu Sri tidak melihatnya.
" Masih buka kan Bu ? " tanya Zee.
" Masih, bentar lagi ibu mau pulang sih "
" Syukur deh, eh Amira sini " ucap Zee lalu menarik lengan Amira.
Amira mau tidak mau berhadapan dengan Bu Sri, dan Amira hanya tertunduk malu di depan Bu Sri.
" Bu, kami ke sini mau bayar uang semesternya Amira " ucap Zee.
Amira mendongakkan kepalanya saat mendengar Zee yang ingin membayar uang semesternya.
" Zee " ucap Amira.
" Pakai ini ya Bu ", ucap Zee sembari memberikan. kartu ATM yang semalam di beri Zhio kepada Bu Sri.
" Baik, tunggu sebentar ya " ucap Bu Sri.
" Uang semester aku , udah aku bayar Ra. sekarang aku mau bayar uang semester kamu " ucap Zee.
" Ta..ta..pi Zee " ucap Amira terbata-bata , kedua mata Amira kini tampak berkaca-kaca.
" Bu, sekalian bayarnya sampe akhir tahun ya Bu " pinta Zee, dan Amira membulatkan kedua matanya mendengar hal itu.
" Sudah dek, ini bukti tanda terimanya " ucap Bu Sri dan memberikan selembar kertas kepada Zee.
" Terima kasih Bu Sri "
" iya sama-sama dek "
Zee memberikan kwintansi itu kepada Amira. " Ini Ra, kamu simpan ya " ucap Zee.
Tanpa mengatakan apa-apa, Amira langsung memeluk Zee sembari menangis.
"Makasih Zee, terima kasih " ucap Amira, ia sangat bersyukur dan senang karena Zee sudah membayar uang semesternya bahkan sampai akhir tahun.
Awalnya Amira sangat bingung harus mencari uang dan pinjaman kepada siapa untuk membayar tunggakan uang kuliahnya.
__ADS_1
" Sudah jangan nangis lagi ya Ra, aku gak tahan ni Ra, pengen nangis juga " ucap Zee dengan kedua mata yang mulai berkaca-kaca.
Amira tersenyum dan berhenti menangis.
" Terima kasih Zee, terima kasih udah bantu aku " ucap Amira kembali.
" Sama-sama Ra, kemarin aku gak sengaja liat kamu di sini, aku liat kamu lagi sedih banget. Dan pas aku tanya ke Bu Sri, aku jadi tau deh penyebab kamu sedih karena apa. Maafin aku ya Ra, selama ini aku gak peka, aku gak tau kalau kamu punya masalah " ucap Zee.
" Kamu gak salah apa-aoa Zee, maaf juga aku gak cerita ini sama kamu "
" Iya aku ngerti Ra, lain kali kalau ada masalah cerita sama aku ya Ra. Kita ini udah sahabatan lama, susah senang bareng-bareng, jadi jangan sungkan untuk cerita sama aku ya Ra "
" Iya Zee, sekali lagi terima kasih. Aku janji bakal ganti uang kamu Zee , aku bakal cicil uangnya "
" Masalah itu gak usah di pikirin, aku ikhlas bantuin kamu Ra "
" Gak Zee, aku janji bakal ganti uang kamu. Aku bakal nyicil pelan-pelan sama kamu "
" iya terserah kamu Amira, tapi jangan terbebani akan hal itu ya "
" Ya Zee, sekali lagi terima kasih Zee "
" sama- sama Amira , oh ya Ra , kamu mau gak temani aku belanja ? mumpung belum terlalu sore "
" Belanja ? mau beli apa Zee ? " tanya Amira.
" Mau beli kerudung " ucap Zee sembari tersenyum.
" Kerudung ? maa syaa Allah, kamu pengen berhijab sekarang Zee ? ", tanya Amira.
" in syaa Allah Ra "
" Seneng banget dengarnya, ya udah kita berangkat sekarang. Nanti kita kesorean " ajak Amira.
Zee dan Amira pun segera bergegas menuju pusat perbelanjaan.
**Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ..
Terima kasih udah setia nunggu cerita aku 🥰**
__ADS_1