Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Repoter Tasya


__ADS_3

Jika awalnya Kevin yang terlihat galau, kini giliran Zhea. Sepulang dari Mall ia tampak diam dan merenung di dalam kamarnya.


" Zhea... "


Tasya langsung masuk kedalam kamar Zhea tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Kebiasaan Tasya yang tidak berubah sama sekali. Melihat Tasya membuat Zhea terbangun dari lamunannya.


" Udah belanja Zhe ? beli apa aja ? " tanya Tasya sembari melihat barang belanjaan yang di bawa oleh Zhea.


" Kamu udah baikan ? " tanya Zhea.


" Sudab Zhe, Alhamdulillah, tadi habis minum obat udah enakan. Maaf ya gak bisa temani kamu belanja "


" Iya gak apa Sya "


" Kamu cuma beli ini aja Zhe, bukannya banyak ya yang pengen kamu beli ? " Tasya sibuk memerhatikan barang belanjaan Zhea. Tidak memperhatikan wajah Zhea yang sedang galau saat ini.


" Sya " panggil Zhea.


" Iya kenapa Zhe ? " tanya Tasya sembari masih sibuk melihat barang belanjaan Zhea.


" Abang Kevin mau melamar aku "


Mendengar ucapan Zhea, Tasya membulatkan kedua matanya. Dan ia menatap Zhea dengan wajah yang terkejut.


" Serius Zhe ? " tanya Tasya tidak percaya.


" Aku serius Sya "


" Ja...ja..di..kamu terima lamaran bang Kevin ? "


" Aku cuma bilang kalau orangtua aku setuju, ya aku juga setuju Sya "


" Hah...!! ini benar-benar gila Zhe, ternyata diam-diam bang Kevin suka sama kamu. Tapi gimana bisa ya, bukannya kalian itu baru sekali ketemu. Waktu acara syukuran perpisahan kita kan ? kayaknya itu aja deh "


" Sebenarnya aku sudah beberapa kali ketemu sama bang Kevin. Ya tanpa di sengaja Sya, dan saat itu juga kami sama-sama gak kenal dan gak tau kalau ternyata bang Kevin itu temannya bang Zhio dan juga kak Zee "


Tasya tersenyum lebar mendengar penjelasan Zhea dan terlihat begitu semringah.


" Ya Allah..gak nyangka banget deh Zhea, benar-benar gila nih bang Kevin. Jadi bang Kevin beneran ngajak kamu nikah, kapan dia ngomongnya Zhe, lewat telpon atau gimana ? "


" Baru aja Sya, tadi ketemu di Mall "


" Fix, bang Kevin memang lelaki bertanggung jawab banget ya. Pemberani, tapi ngomong-ngomong ni Zhe, kan bang Kevin pasti jelas ni suka sama kamu. Kamu nya gimana ? kalau nanti beneran orangtua kamu merestui ? "


" Jujur aku gak ada perasaan apa-apa sama Bang Kevin, biasa aja Sya. Tapi kalau memang nanti orangtua aku merestui ya aku bakalan nepatin janji aku "


" Kalau kamu gak punya perasaan apa-apa, kenapa kamu iya aja , dan kasih bang Kevin harapan ? "


" Aku pernah berdoa sama Allah , kalau jika suatu saat nanti ada orang yang ngelamar aku, aku akan nerima lamaran orang itu. Aku gak mau pacar-pacaran lagi Sya. Dan ternyata Allah kabulkan doa aku secepat itu, ya aku rasa ini jawaban Allah, jadi aku yakin Sya "


" Dan orang itu bang Kevin, Allah tu maha baik ya Zhe. Allah kasih kamu jodoh yang tepat. Tapi kan kita mau kuliah Zhe, gimana kalau kamu nantinya beneran nikah sama bang Kevin. Kuliah kamu gimana ? masa iya kamu baru nikah sama bang Kevin , terus habis itu bang Kevin kamu tinggalin ke Korea "


" Entahlah Sya, itu juga jadi pikiran aku. Lagian belum tentu juga kan Sya, kalau misal nanti orangtua aku gak setuju gimana ? aku cuma pasrah dan serahkan semua Allah , Sya. "

__ADS_1


" Aku jadi bingung deh Zhea, sisi lain aku tu senang banget kalau memang benar kamu nikah sama bang Kevin ya walaupun secepat dan gak di sangka-sangka gini. Aku senang karena aku kenal sama bang Kevin, bang Kevin itu orangnya baik, dan juga Sholeh, sama kayak bang Zhio. Cuma yang bikin aku galau , gimana kalau nantinya kamu beneran nikah dan kamu gak di bolehin bang Kevin kuliah ke korea. Terus aku gimana Zhea ? "


Zhea terkekeh melihat Tasya, kini justru Tasya yang kelihatan galau.


" Kamu mikirnya kok jauh gitu Sya, kan belum tentu juga aku nikah sama bang Kevin. Semua tergantung orangtua ku , Sya "


" Kalau gitu aku mau telepon bang Kevin aja ya Zhe, aku harus bikin perhitungan ni sama bang Kevin. Aku juga sekalian mau tanyain bang Kevin dan yakinkan kalau bang Kevin tu beneran serius gak sama kamu "


" Eh..Tasya kamu mau kemana ? "


Zhea menahan lengan Tasya, ia menahan Tasya untuk keluar dari kamar.


" Aku mau telepon bang Kevin "


" Gak usah Sya, malu ah sama bang Kevin nya . Gak usah ya Sya " mohon Zhea.


" Iya deh Zhe, kalau gitu berarti kamu harus kasih tau kak Zee. Orangtua kamu juga Zhe "


" Aku pasti ngasih tau orangtua aku Sya, kak Zee juga. Tapi nanti setelah aku dapat kabar dari bang Kevin "


" Bener juga sih ya Zhe, kalau gitu aku memang harus bikin perhitungan sama bang Kevin "


" Tasya.. "


Tasya segera berlari keluar kamar Zhea dan masuk kembali ke kamarnya. Zhea tidak bisa menghalangi Tasya karena Tasya berlari dan kabur dari hadapannya dengan cepat.


" Aduh Tasya...kalau beneran nelpon bang Kevin gimana ya ? "


Zhea juga berlari keluar kamarnya dan menuju kamar Tasya.


" Tasya, gak usah di telpon bang Kevin nya "


" Mana sih bang Kevin kok gak di angkat " omel Tasya.


" Tu kan gak di angkat, ya sudah gak usah di telepon lagi Sya " minta Zhea namun Tasya tidak menyerah dan kembali menghubungi Kevin.


" Assalamualaikum, kenapa Sya ? "


Tasya tersenyum senang mendengar suara Kevin.


" Wa'alaikumussalam, bang Kevin !! " teriak Tasya.


Kevin sampai harus menjauhkan ponsel dari telinganya karena mendengar suara teriakan Tasya.


" Bang Kevin, beneran Bang Kevin ngajakin Zhea nikah ? Abang Kevin serius ? gak cuma main-main kan ? bang Kevin tau kalau Zhea itu sahabat Tasya, Tasya gak mau sampai bang Kevin ngecewakan Zhea "


Tasya langsung membom Kevin dengan banyak pertanyaan.


" Pelan-pelan tanya nya Sya ? gimana Abang mau jawab kalau kamu ngomongnya cepat gitu "


Tasya lalu mengaktifkan mode loudspeaker di teleponnya agar Zhea juga bisa mendengar suara Kevin.


" Oke kalau gitu jawab pertanyaan pertama aku dulu bang ? Abang beneran ngajakin Zhea nikah ? "

__ADS_1


" Iya benar, Abang mau Zhea jadi istri Abang. Kamu tau dari mana ? Zhea yang cerita ya ? " kini berbalik Kevin yang bertanya.


Wajah Zhea seketika memerah mendengar ucapan Kevin.


" Serius bang ? Abang gak main-main kan ? kenapa harus ngajak nikah sih bang ? kan bisa ajak Zhea pacaran dulu , kenalan dulu lebih jauh , atau gimana ? "


Kevin tersenyum mendengar Tasya yang kembali menjejalinya dengan banyak pertanyaan.


" Abang gak mau pacar-pacaran Sya, dalam agama kita bukannya di larang kan yang namanya berpacaran ? lagian Abang yakin dengan pilihan Abang, Zhea pasti yang terbaik buat Abang "


Zhea tersipu malu mendengar ucapan Kevin. Kedua pipinya kembali memerah. Kevin tidak tahu kalau Zhea juga mendengar percakapannya dengan Tasya.


" Terus, kalau Abang yakin Zhea yang terbaik buat Abang. Gimana dengan Zhea ? Zhea kan juga pengen dapat jodoh suami yang tebaik buat dia ? "


Karena ada Zhea di samping Tasya, Tasya mengambil kesempatan untuk mengulik banyak pertanyaan dari Kevin, sesuatu hal yang membuat Zhea yakin kalau Kevin itu yang terbaik buat Zhea.


" Abang yakin kalau Abang yang terbaik buat Zhea. Kalaupun misalkan Zhea yang menganggap Abang yang terbaik buat dia, maka Abang akan berusaha terus jadi yang tebaik buat Zhea "


Tasya dan Zhea sama-sama terharu mendengar penjelasan dari Kevin.


" Kalau cinta ? bang Kevin cinta sama Zhea ? kalau Zhea gak cinta sama Abang gimana ? "


" Cinta setelah pernikahan itu lebih indah Sya, dan kalau Zhea gak cinta sama Abang, Abang bakalan berusaha agar Zhea jatuh cinta sama Abang "


Tasya tersenyum puas mendengar penjelasan Kevin.


" Gimana Zhe ? udah yakin kan ? " tanya Tasya.


" Lho Sya, ada Zhea juga di sana "


Kini giliran Kevin yang tersipu malu karena tahu kalau Zhea juga ada di antara pembicaraan mereka, dan mendengar semua yang dikatakan Kevin.


" Shutt..Tasya, diam aja " bisik Zhea, walaupun Zhea berbisik, tetap saja Kevin mendengarnya.


" Iya bang, nih Zhea ada di samping aku. Abang mau ngomong "


" Tasya sudah !! "


Zhea buru-buru mengambil ponsel Tasya dan mematikan sambungan telepon dengan Kevin.


" Ihh Zhea kenapa di matikan "


" Malu tau Sya "


" Ciehh...cieh..Zhea, kok muka kamu merah gitu. Kamu kayaknya barusan jatuh cinta deh sama bang Kevin " ledek Tasya.


" Masa iya sih muka aku merah " tanya Zhea. Zhea bergegas berjalan ke arah cermin untuk memperhatikan wajahnya.


" Aku lupa Zhe, kan tadi mau ngomong masalah kuliah ? kalau gitu aku telepon lagi deh "


" Tasya JANGANNN....!! "


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2