
Mendengar berita mengenai Yuni yang sempat adu mulut dengan Zee, membuat Satria marah besar kepada Yuni. Dan Satria segera menemui Yuni di rumahnya. Penampilan Satria masih sama, ia selalu memakai masker dan juga Topi. Namun kali ini ia lebih memberanikan diri bertemu Yuni langsung di kediaman nya.
Tok.. tok.. tok.. Satria mengetuk beberapa kali rumah Yuni, dan setelah ketukan yang ke tiga barulah pintu terbuka. Dan Yuni langsung menarik Satria ke dalam rumahnya.
" Apa yang kau lakukan? " Satria terlihat panik.
" Aku merindukan mu Mas " Yuni memeluk Satria dengan erat, tidak perduli kalau Satria terlihat gelisah saat ini.
" Lepaskan Yun, nanti kalau ibu mu melihat bagaimana? " Satria berusaha melepaskan pelukan Yuni dari nya.
" Ibu sedang tidak ada Mas, Mas jangan khawatir " Yuni semakin mempererat pelukan nya. Dan bahkan tangan nya mulai nakal, Yuni memasukkan tangannya kedalam kaos Satria dan meraba - raba dada bidang Satria.
" Yuni, jangan menggoda ku!! " Satria mencoba melepas pelukan Yuni, namun Yuni malah menangkup wajah nya dan menyambar bi bir Satria.
" Yuni hentikan!! " Satria melepas ciuman Yuni.
" Mas, sebentar saja ya. Aku merindukan mu Mas, kau pasti juga merindukan ku kan? " Goda Yuni kepada Satria, dan Yuni kembali mencium Satria, bahkan tangan nya sebelah mulai turun ke bawah dan mengelus - elus junior Satria yang masih terbungkus rapi.
Satria mulai terbuai dengan ciuman yang di berikan oleh Yuni. " Akhh Sial !! " umpat Satria begitu merasa junior nya mulai tegang. Karena sudah terlanjur, Satria membalas ciu man Yuni. Satria menggendong Yuni dan membawa nya ke kamar, di sana mereka mulai bermadu cinta. Rasa takut dan panik yang awalnya Satria rasakan kini sudah hilang di gantikan dengan rasa nikmat yang ia dapat dari Yuni.
Satria memang tidak tahan bila dekat dengan Yuni, apalagi ketika Yuni mulai menggoda nya. Satria tidak lagi memikirkan status nya sekarang, yang ia pikiran sekarang hanya kenikmatan yang ia dapat bersama Yuni.
BRAKKK... Terdengar suara pintu di dobrak, dan tentu saja mengejutkan Yuni dan Satria.
" Dimana kalian!!! keluar sekarang!! " Teriak berapa orang yang sudah menunggu Yuni dan Satria keluar dari kamar. Orang - orang itu adalah warga sekitar, ada pak RT dan juga tetangga Yuni. Salah satu dari mereka tadi sempat mencurigai Satria, dan begitu melihat Yuni membawa Satria masuk kedalam rumahnya. Membuat warga curiga dan segera melapor kepada Pak RT.
" Sial... Sial...!! " umpat Satria sembari memakai celana nya.
" Mas cepat keluar lewat jendela, biar aku aja yang keluar temui mereka " ucap Yuni yang sudah kembali memakai baju nya dan merapikan rambut nya.
Setelah Satria berhasil keluar dari jendela, Yuni bersiap membuka pintu kamar. Terlihat Pak Rt dan juga salah satu warga yang saat ini berdiri di depan Yuni, sedangkan beberapa warga lain menunggu di luar.
" A.. da apa ya Pak? " tanya Yuni yang merasa seperti tidak ada yang terjadi.
" Ehh.. ehh Pak Rt mau ngapain masuk kamar saya " Pak Rt dan salah satu warga masuk begitu saja ke dalam kamar Yuni dan memeriksa seisi kamar. Dan mereka pastinya tidak mendapati Satria.
" Yuni, Pak Bambang tadi melihat kamu membawa seorang lelaki kedalam rumah kamu. Dimana dia sekarang? " tanya Pak Rt.
" Lelaki siapa Pak? jangan fitnah ya "
__ADS_1
" Jangan bohong Yun, tadi aku melihat lelaki itu "
" Saya tidak berbohong, kalian lihat sendiri kan tidak ada siapa - siapa di sini. Hanya saya saja!! Bapak jangan mau memfitnah saya ya, saya bisa laporkan bapak ke polisi " ancam Yuni.
" Pak Bambang? sepertinya bapak salah lihat Pak "
" Ta.. pii.. Pak Rt, saya sungguh melihat nya tadi "
Karena tidak ada bukti, Pak Rt dan Pak Bambang keluar dari kamar Yuni. Yuni bisa bernafas lega karena ia bisa lolos dari penggerebekan ini. Yuni pun ikut mengantar Pak Rt dan Pak Bambang keluar. Namun begitu sampai di depan Rumah, terdengar suara teriakan dari salah satu warga yang katanya berhasil menemukan lelaki itu. Dan benar saja, mereka sedang mengiring Satria dan membawa Satria di hadapan Pak Rt dan Pak Bambang.
" Pak Rt, kami melihat lelaki ini keluar dari belakang rumah Yuni "
" Nah, ini benar orangnya. Dia memakai masker dan topi. Saya benar kan Pak Rt, saya tidak bohong " Pak Bambang tersenyum puas, karena apa yang di lihat nya tadi memang benar adanya dan sekarang terbukti.
Yuni tidak bisa mengelak lagi sekarang, kini ia di tarik Pak Rt dan di duduk kan di samping Satria.
" Mereka telah berzina Pak!! bawa mereka ke kantor polisi!! "
" Hukum mereka Pak RT!! "
Beberapa warga berteriak, dan mereka sangat geram dengan kelakuan Satria dan Yuni.
" Buka Masker kamu!! atau kami paksa!! " ucap salah satu warga.
" Kamu bukan nya menantu nya Pak Bayu? Astaga!! " ucap Pak RT.
Suasana di rumah Yuni semakin ricuh, banyak warga yang memaki dan melontarkan kata kasar kepada Yuni dan Satria. Karena tidak ingin terjadi aksi main hakim sendiri, Pak Rt memilih untuk membawa Satria dan Yuni kerumah Pak Bayu.
Yuni dan Satria di bawa dengan memakai sepeda motor, Satria di gonceng oleh Pak Rt, dan Yuni di gonceng oleh Pak Bambang. Di belakang mereka ada beberapa warga juga yang ikut mengiringi perjalanan mereka menuju ke kediaman Pak Bayu.
Bidan isti yang sedang berada di luar rumah bersama Zhio melihat keramaian warga. Dan Bidan isti menyempatkan bertanya kepada salah satu warga yang sedang berjalan kaki menuju ke kediaman Pak Bayu. Semua warga heboh, dan mereka penasaran dengan sosok lelaki dan perempuan yang sudah kepergok melakukan Zina.
" Buk.. Buk.. numpang tanya, ada apa ya kok rame - rame pada mau kemana? " tanya Bidan Isti.
" Oh itu Bidan Isti , tadi ada sepasang kekasih yang kepergok me sum di kampung sebelah. Cuma kabarnya yang cowo itu menantu nya Pak Bayu, maka nya sekarang mereka mau di bawa ke sana. Saya juga penasaran apa benar itu Satria? "
" Astagfirullah, kalau gitu Terima kasih informasi nya Bu "
" Sama - sama Bidan Isti "
__ADS_1
Setelah mendapat jawaban, Bidan Isti kembali masuk kedalam rumahnya. Bidan Isti sangat terkejut, karena yang ia tau kalau Satria itu suami nya Zee.
" Bidan Isti, ada apa? " tanya Zhio yang penasaran melihat wajah Bidan Isti yang terlihat shock.
" Hmm.. Itu Dokter Zhio, ada yang kepergok me sum dan melakukan Zina di kampung sebelah "
" astagfirullah, kenapa bisa seperti itu ya Bu " ucap Zhio, Zhio merasa miris sekali mendengar berita itu.
" Kalau begitu saya masuk sebentar ya Dokter, Saya mau menghubungi sesorang " Bidan Isti bergegas masuk kedalam
Rumah, dan ia ingin menanyakan kondisi Zee saat ini, Bidan Isti ingin tahu apakah Zee sudah mengetahui berita ini apa belum. Dan kalaupun Zee sudah tau, pasti Zee sangat bersedih.
" Zhio, kok orang - orang pada rame ya ?" Tanya Celin yang baru saja keluar dari rumah dan sekarang duduk di samping Zhio yang sedang sibuk dengan laptop nya.
" Lagi ada penggerebekan!! "
" Hah!! penggerebekan, penggerebekan apa? "
" Biasa, sepasang kekasih ketahuan me sum "
" Mesum, wah!! pasti malu banget deh jadi mereka. Coba cari tempat lain gitu ya, jauh - jauh dari kampung. Bikin malu kampung aja!! Gak modal juga lagi!! " umpat Celin.
Mendengar ocehan Celin membuat Zhio tidak fokus, dan ia memilih untuk kembali masuk ke dalam rumah. Mereka saat ini menginap di Rumah Bidan Isti.
" Iiih Zhio, baru aja aku keluar. Dia udah masuk lagi, kalau gini kapan bisa berduaan sama dia " Celin memilih duduk dan wajahnya terlihat kesal karena Zhio kembali menghindari nya.
" Sabar ya Zee, Ibu tau ini berat buat kamu Nak " ucap Bidan Isti.
" Zee!! siapa yang Bidan Isti telpon? " Tidak sengaja Zhio lewat depan kamar Bidan Isti, dan mendengar Bidan Isti menyebut nama Zee. Dan hal itu membuat Zhio penasaran, dan menguping pembicaraan Zee dengan Bidan Isti.
" Sabar.. Sabar.. ya Zee, mungkin ini sudah jalan Allah, ia ingin menunjukkan kebenaran buat kamu Zee "
" Sabar, jalan Allah. Maksud Bidan Isti apa? " batin Zhio bertanya - tanya.
" Kamu harus kuat Zee, demi Bulan. Apa kamu bersama Bulan sekarang? Bagaimana kalau Bulan tau kelakuan Ayahnya seperti ini Zee? Suami kamu benar - benar keterlaluan Nak, sabar ya Nak " Bidan Isti kembali menyemangati Zee, dan menyuruh Zee untuk selalu sabar dan kuat.
" Astaga, Suami? apa Zee sudah menikah? dan.. apa jangan - jangan... sepasang kekasih yang kepergok tadi, apa lelaki nya adalah suami Zee? Keterlaluan!! " Perasaan Zhio campur aduk saat ini, ada rasa sedih karena tau jika Zee sudah menikah. Ada rasa marah dan kesal juga karena dengan tega nya suami Zee memperlakukan Zee seperti itu, berselingkuh di belakang Zee. Bahkan sampai ketahuan Ber Zina seperti ini.
**Bersambung...
__ADS_1
Tetap stay tune.. 😊
jangan lupa like, vote, dan singgah di kolom komentar yakk 😘**