
Zee memandang malas tas yang biasa ia bawa untuk bekerja. Zee merasa berat hati sekali meninggalkan suaminya untuk melaksanakan shift malamnya hari ini.
Tadi pagi sebelum Zhio pergi untuk bekerja, Zhio dan Zee kembali berdebat. Perdebatan mengenai Zee yang kembali mengatakan kepada Zhio bahwa ia ingin berhenti sementara dari kuliahnya saat ini. Zee juga memberi tahu Zhio bahwa ia akan menjalani shift malam selama satu Minggu.
" Sudah semua ni yang, Abang juga sudah masukkan susu untuk kamu minum nanti "
Zhio merapikan isi tas Zee, ia mengecek kembali perlengkapan untuk Zee bawa ke rumah sakit seperti vitamin, susu ibu hamil dan juga ada beberapa cemilan.
Saat pulang bekerja, Zhio menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah minimarket untuk membeli beberapa kotak susu hamil sekali minum untuk Zee bawa , ada juga beberapa cemilan sehat yang ia belikan untuk sang istri.
Zhio juga memasukkan minyak angin dan vitamin di dalam tas Zee. Zhio hanya ingin memastikan semua perlengkapan istrinya tercukupi saat sang istri menjalani shift malamnya hari ini.
" Abang yakin , Abang gak kenapa-kenapa kalau aku tinggal ? "
Zee memandang Zhio dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
" Sayang, Abang kan sudah bilang sama kamu. Kamu gak perlu khawatirkan Abang, Abang di sini gak sendiri, ada bunda, tasya, bulan, Zhea dan yang lain juga. Kalau Abang perlu apa-apa , Abang bakalan minta tolong sama mereka "
Zee hanya diam sembari terus memandang Zhio, ia hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan apa yang di katakan oleh Zhio.
Sebenarnya yang Zhio khawatirkan saat ini adalah istrinya, dengan adanya shift malam tentu akan membuat jam tidur malam sang istri berkurang. Apalagi saat ini Zee sedang mengandung, seharusnya Zee punya waktu yang banyak untuk beristirahat.
Sepanjang jalan menuju rumah sakit, Zee terus bergelayut manja di lengan Zhio. Zee merasa berat untuk meninggalkan Zhio, apalagi malam ini adalah malam pertamanya Zhio dan Zee tidak tidur bersama , bahkan harus seperti ini terus hingga seminggu kedepan.
" Sudah sampai yang, ingat pesan Abang ya. Jangan terlalu lelah, vitamin sama susu nya jangan lupa di minum "
" Iya bang, aku pergi ya bang "
" Assalamualaikum "
" Wa'alaikumussalam, anak Abi jaga bunda ya " ucap Zhio sembari mengelus lembut perut Zee.
Zee mencium tangan Zhio, lalu di balas Zhio dengan mengecup lembut kening Zee.
Zhio terus memperhatikan Zee dari kejauhan setelah Zee meninggalkan mobil.
__ADS_1
" Kita pulang sekarang Mas Zhio ? "
" Iya Pak Ujang "
Saat pak Ujang menyalakan mobil, Zee terperangah melihat Syam yang baru saja melintas di depan mobil mereka.
" Tunggu sebentar Pak Ujang "
Zhio meminta Pak Ujang untuk tidak melajukan mobil terlebih dahulu, Zhio pun memerhatikan Syam dari kejauhan. Terlihat Syam juga masuk kedalam Ruang UGD tak lama setelah Zee masuk.
" Apa yang Syam lakukan ? Syam membawa tas ransel, apa mungkin dia juga shift malam di UGD hari ini "
Perasaan Zhio jadi tidak tenang karena melihat kedatangan Syam, jika saja Syam tidak menyukai Zee mungkin Zhio akan bersikap biasa , tapi dengan jelas Zhio tahu bahwa Syam menyukai istrinya sejak dulu. Dan tentu saja melihat Syam membuat Zhio tidak tenang dan memikirkan Zee.
" Jalan sekarang Pak Ujang "
Pak Ujang perlahan melajukan mobil , Zhio merogoh ponselnya dan mencoba menghubungi Kevin.
Kevin yang tengah galau dan uring-uringan di atas tempat tidur dengan sigap duduk setelah mendengar ponselnya berdering.
" Assalamualaikum, iya kenapa Zhi ? "
" Wa'alaikumussalam , vin kamu lagi dimana?"
" Dirumah, kenapa Zhi ? "
" Kamu tau gak kalau Syam sekarang di bagian mana ? "
" Dia di bagian poli untuk rawat jalan, emang kenapa Zhi ? "
" Jadi begini Vin, Zee shift malam di UGD malam ini ?
" Apa ? shift malam ? Zee kan lagi hamil, bukannya peraturan rumah sakit kalau ada wanita hamil dapat keringanan untuk tidak shift malam ? "
" Iya Vin, tapi kan tidak berlaku untuk anak magang ? "
__ADS_1
" Benar juga, aku lupa Zhi. Lalu apa yang mengganggumu Zhi ? apa hubungannya dengan Syam ? "
" Aku baru saja mengantar Zee , tapi tidak sengaja aku melihat Syam juga, dia masuk ke UGD dengan membawa tas ransel, apa mungkin dia juga ikut **** malam di UGD hari ini ? "
" Hmm..dasar pebinor tu orang, tunggu Zhi aku akan mencari tahu mengenai hal ini, aku akan mengabarimu secepatnya "
" Baik Vin, terima kasih "
" Sama-sama Zhi "
Kevin menutup sambungan teleponnya bersama Zhio, ia mengutak Atik ponselnya mencari kontak salah satu temannya di rumah sakit untuk mencari tahu mengenai Syam.
Sepanjang perjalanan pulang, Zhio tampak resah dan memikirkan Zee.
" Kenapa aku tidak telepon langsung istriku saja, Zhio..Zhio , kenapa baru terpikir sekarang " batin Zhio, Zhio pun segera menghubungi Zee.
Driitt..Dritt..Dritt...
Zee yang sedang sibuk memeriksa pasien tak mendengar ponselnya berbunyi karena ponsel Zee tertinggal di dalam tasnya.
Zhio pun semakin merasa resah dan tak tenang.
Tak lama Kevin menghubungi Zhio, Zhio dengan segera mengangkat telepon dari Kevin.
" Ya Vin bagaimana ? "
" Syam masih di tempatkan di poli , Zhi. Belum tahu pasti kenapa ia berada di sana, aku sudah mencoba menghubungi Zain tapi tak tersambung "
" Baiklah Vin, terima kasih informasinya, maaf sudah merepotkan mu "
" Gak masalah Vin, besok aku akan mencari tahu lagi dan aku pasti akan memberi tahu mu "
" Baik Vin "
Zhio menutup sambungan teleponnya,
__ADS_1
" Semoga saja apa yang ada di pikiranku sekarang gak benar, semoga saja kamu tidak bermaksud untuk menganggu Zee, kalau iya aku melakukan perhitungan denganmu Syam "