Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
obsesi


__ADS_3

Sejak semalam Celin terlihat gelisah, bagaimana tidak gelisah ? Celin sangat khawatir jika Zee menceritakan kepada Zhio apa yang sebenarnya terjadi, dan pastinya Zhio akan marah besar kepada nya.


Padahal sudah begitu banyak bukti yang menguatkan bahwa Zee dan Zhio adalah pasangan suami istri. Bahkan sebuah kecelakaan yang menimpa nya waktu itu dan Zee yang menolongnya, Celin masih belum sadar juga. Ia tetap saja Celin mengabaikan nya begitu saja, ia seperti berpura-pura tidak tahu akan hal itu. Ia masih saja mengingatkan Zhio, berharap akan cinta nya kepada Zhio pun terbalas.


" Apa yang harus aku lakukan ? bagaimana jika Zee menceritakan yang sebenarnya kepada Zhio, kalau seperti itu Zhio pasti akan marah besar kepadaku. Usaha ku untuk mendapatkan Zhio dan meluluhkan hati Zhio pun akan sulit "


Celin mondar - mandir sendiri di dalam kamar nya, hari ini ia tidak bekerja. Ia sengaja meliburkan diri karena pikiran nya yang masih kalut.


" Harus bagaimana Celin..ayo berpikir " ucap Celin sembari mondar - mandir di dalam kamar nya.


" Kevin, ya Kevin. Hanya dia yang bisa membantuku "


Celin pun bergegas mengambil kunci mobilnya lalu keluar dari kamar. Celin berniat menemui Kevin dan meminta solusi terbaik kepada Kevin.


Setengah jam kemudian, Celin tiba di rumah sakit. Ia segera melangkahkan kaki nya menuju ruangan kerja Kevin.


" Celin " ucap Kevin sedikit terkejut melihat kedatangan Celin.


Celin berjalan ke arah Kevin dan langsung duduk di atas meja, seperti itulah tingkah Celin jika bersama Kevin.


" Kevin, beri aku saran " ucap Celin.


" Saran ? saran apa ? memangnya ada apa lagi , kamu buat masalah ? " tanya Kevin.


" Kenapa kamu ngomong kayak gitu Vin ? emangnya aku selalu buat masalah ya " ucap Celin.


" Bukan gitu juga, tapi biasa nya kamu selalu kayak gitu. Baiklah, coba ceritakan ada apa ? saran apa yang kamu inginkan dari aku ? "


Celin menarik nafas panjang, ia pun mulai menceritakan semuanya kepada Kevin.


" Apa Cel? Zee hamil, dan dia hampir keguguran? " Kevin bangkit dari kursinya dan berdiri di depan Celin, terlihat wajah Kevin memerah mencoba menahan amarahnya kepada Celin.


" Ya benar vin, tapi kan aku tidak tau kalau dia hamil. Lagipula itu bukan salahku, teman ku yang melakukan nya kepada Zee "


" Tapi tetap saja Cel, kau ikut bersalah dalam hal ini "


" Salah? kamu bilang aku salah Vin. Bukankah sudah ku bilang itu bukan salahku, maka dari itu aku menemuimu. Aku ingin meminta saran bagaimana caranya agar Zhio tidak salah paham dan marah kepadaku Vin. Tolong aku ya, aku yakin Zee pasti bilang ke Zhio kalau aku yang melakukan nya. Padahal kan bukan "


" Aku pun sangat marah sekarang, aku kecewa sama kamu Cel " ucap Kevin.


" Kevin, kok kamu gitu sih. kenapa malah kamu yang marah "


" Aku kecewa sama kamu Cel, kamu gak ingat siapa yang pertama kali bantuin kamu saat kamu kecelakaan. Kamu lupa? atau sengaja melupakan? tega sekali kamu Cel. Kalaupun memang bukan kamu yang sengaja menyandung kaki Zee, tapi kenapa kamu diam aja saat melihat Zee jatuh. Bahkan kamu bilang Zee mengeluarkan darah, kamu biarkan Zee begitu aja "


" Ya.. bukan gitu vin, aku.. aku bingung aja, aku kira dia sakit hanya karena pura-pura, atau mencari perhatian orang-orang"


" Cel, cel..aku gak nyangka kamu seburuk itu, ingat Cel, kamu itu dokter. Bukankah sudah seharusnya membantu orang yang kesakitan, kenapa kamu biarkan Zee begitu aja. Semua kamu lakukan karena kebencian kamu kan? iya kan? " ucap Kevin dengan nada suara yang sedikit ia tinggikan.

__ADS_1


Mendengar suara Kevin yang sedikit meninggi, membuat Celin juga meradang.


" Baiklah, jika ku katakan iya benar lalu kenapa? aku memang membenci nya Vin. Sangat membenci nya, dia udah ngerebut Zhio dari aku "


Terlihat kedua mata Celin berkaca-kaca, dan sebenarnya bukan hanya Celin. Kevin pun mencoba menahan air mata nya. Hati Kevin terasa sakit, ia merasa selama ini ia memang bodoh, bodoh karena mencintai Celin, bahkan hingga saat ini. Yang jelas-jelas Celin tidak pernah sama sekali memandangnya.


" Oh ya, lalu apa yang akan kamu lakukan. Kamu ingin merebut Zhio dari Zee. ingin merusak rumah tangga mereka, dan seandainya semua yang kamu inginkan tercapai. Apa kamu bahagia? apa kamu bisa menjamin hidupmu akan bahagia bersama Zhio "


" Ya , aku akan bahagia. Karena aku hidup dengan orang yang aku cintai " ucap Celin.


" Bahagia? lalu bagaimana dengan Zhio? apa dia bahagia hidup dengan kamu? sadar Cel, itu semua bukan cinta tapi obsesi "


Plakkk....


Celin menampar wajah Kevin, Celin kesal dan marah saat Kevin menyebut jika ia sebenarnya tidak mencintai Zhio, melainkan hanya terobsesi untuk memiliki Zhio.


" Aku bodoh Cel, ya sangat bodoh. Aku salah karena terlalu berharap denganmu. Sekarang aku sadar, aku salah berharap selama ini, aku salah mencintai seseorang "


Kevin keluar dari ruangan kerja nya, ia meninggalkan Celin begitu saja. Ia merasa sangat kecewa dengan apa yang sudah Celin lakukan, baik kepada Zee maupun kepada nya.


" Bukan nya mendapat bantuan, Kevin malah marah - marah sama aku " ucap Celin, Celin berasa di dalam mobilnya sekarang.


Celin terdiam sejenak, " terlalu berharap, salah mencintai seseorang, apa maksud Kevin berbicara seperti itu " Celin mencoba mencerna perkataan Kevin, Celin masih belum sadar jika maksud dari Kevin adalah dirinya.


****


" Assalamu'alaikum " sapa Kevin saat masuk ke dalam ruangan rawat Zee.


" Wa'alaikumsalam " jawab Zee dan Bunda Hesty bersamaan.


" Kevin "


" Bunda "


Kevin berjalan ke arah Zee dan Bunda Hesty, Kevin menyalami tangan Bunda Hesty.


" Bagaimana kabarmu Vin? sudah lama sekali Bunda gak ketemu Kevin "


" Alhamdulillah, Kevin baik Bun. Zee bagaimana kabarmu? "


" Alhamdulillah, sudah baikan bang Vin "


" Syukurlah, oh ya selamat atas kehamilan nya Zee. Bunda , selamat ya Bunda sebentar lagi punya cucu " ucap Kevin sembari melihat ke arah Zee dan Bunda Hesty bergantian.


" Terima kasih ya Kevin, Bunda doakan semoga kamu juga cepat nyusul " ucap Bunda Hesty.


" Aamiin, InsyaAllah Bunda. Oh ya Zhio di mana Bun? "

__ADS_1


" Zhio lagi keluar ngurus administrasi, alhamdulillah Zee udah boleh pulang hari ini "


" Sudah boleh pulang? alhamdulillah Zee "


Dritt... Dritt.. Dritt..


Dering ponsel Bunda Hesty berbunyi, dan Bunda Hesty ijin sebentar keluar ruangan untuk mengangkat telepon.


" Zee , kamu benar sudah baikan? " tanya Kevin.


" Sudah bang, memangnya kenapa? kenapa wajah abang Kevin kelihatan sedih begitu "


" Aku sudah tau sebenarnya Zee, kamu sudah memberi tahu Zhio? "


Zee terdiam, Zee mengerti maksud Kevin. Hanya saja Zee bingung dari mana Kevin tau yang sebenarnya terjadi dengan dirinya hingga ia harus di rawat di rumah sakit.


" Maksud bang Kevin? "


" Aku tau , kamu di rawat dan hampir saja keguguran itu karena Celin kan "


" Abang tau dari mana? "


" Katakan saja Zee, benar kan? " tanya Kevin.


Zee menghela nafas panjang. " Iya, benar bang. Aku bertemu Celin dan teman - teman nya di resto pizza, sebenarnya bukan Celin yang sengaja menyandung kaki ku. Tapi teman nya Celin "


" Aku yakin itu semua juga karena perintah Celin, Celin sudah keterlaluan Zee " ucap Kevin.


" Kamu sudah memberi tahu Zhio? "


" Belum bang, dan Aku mau abang tidak usah memberi tahu bang Zhio ya. Aku tidak ingin Bang Zhio semakin khawatir akan hal ini "


" Tapi Zee "


" Aku mengerti bang, Celin melakukan hal itu karena dia begitu mencintai abang Zhio. Hati Celin belum terbuka saja bang, Aku yakin suatu saat nanti ia akan mengerti. Dia juga pasti tidak tau jika Aku mengandung, kalau pun seandainya dia tau. Dia juga tidak mungkin melakukan hal ini "


" Ya ampun Zee, kau terlalu baik " ucap Kevin.


" Celin itu sebenarnya orang yang baik kan bang, hanya saja hati nya masih tertutup karena terlalu cinta kepada bang Zhio. Siapapun baik Aku juga mungkin bisa saja seperti Celin, kita doakan saja semoga Celin bisa menyadari dan menerima keadaan yang sebenarnya bang "


" Ya semoga saja Zee "


Bersambung...


**Mohon maaf ya readers, maaf sudah lama sekali tidak up. Maaf karena kesibukan di dunia nyata begitu banyak 😁


Terima kasih sudah selalu kasih semangat buat aku 🙏😘**

__ADS_1


__ADS_2