
Seusai bekerja, Zee tidak langsung pulang melainkan pergi ke poli kandungan. Sebelumnya Zee sudah menghubungi Zhio agar tidak menjemputnya dan beralasan karena ia ingin jalan - jalan bersama Amira. Zee tidak memberi tahu kepada suaminya apa yang sebenarnya yang ia lakukan bersama Amira karena memang di sengaja oleh Zee.
" Sudah beritahu Dokter Zhio ? " tanya Amira.
" Sudah Ra " ucap Zee dengan wajah yang terlihat tegang.
" Kamu kok keliatan tegang gitu Zee, kenapa ? " tanya Amira.
" Gak apa Ra, aku cuma gugup aja. Kira - kira aku beneran hamil gak ya Ra ? "
" Kamu tu aneh deh Zee, kenapa juga pakai gugup segala. kalau memang hamil emangnya kenapa ? kamu gak mau punya anak ? "
" Bukan gitu Ra "
" Terus apa ? udah gak usah khawatir, aku yakin kamu tu pasti hamil. Aku kan calon dokter kandungan Zee, liat wajah kamu aja aku udah bisa tebak " ucap Amira sembari terkekeh.
" Iya Ra " ucap Zee dengan senyum tipis.
Entah mengapa Zee merasa gugup, bukan karena ia tidak ingin mempunyai anak. Namun Zee merasa belum siap jika secepat ini.
" Ya Allah, seharusnya aku gak boleh berpikiran negatif seperti ini " batin Zee.
Sekitar 15 menit menunggu, akhirnya nama Zee di panggil oleh salah satu perawat untuk masuk kedalam ruang periksa. Amira tetap setia menemani Zee.
" Selamat sore, ada yang bisa saya bantu. Anda..bukannya Dokter magang yang terkenal itu kan ? " tanya Dokter Susan.
" Terkenal ? Dokter terlalu berlebihan " ucap Zee dengan tersenyum ramah.
" Bukan berlebihan, semua orang membicarakan anda Dan aku senang bisa bertemu langsung dengan anda. Perkenalkan, saya Dokter Susan " Dokter Susan saling bersalaman kepada Zee dan Amira.
" Jadi..ada keluhan apa ? " tanya dokter Susan.
Zee dan Amira saling tatap, " sahabat saya ini dok, dia sudah telat datang bulan. Kami ingin tau apa Zee hamil atau tidak " jelas Amira.
" Hamil ? oh..jadi Dokter Zee sudah menikah, saya kira belum. Baiklah kalau begitu kita langsung cek saja ya, silahkan berbaring di sana " pinta Dokter Susan.
Dokter Susan menuangkan sedikit gel di perut Zee, dan mulai memeriksa nya. " Sejak kapan telat datang bulan nya ? " tanya Dokter Susan.
" Saya kurang ingat dok, yang jelas bulan lalu saya tidak datang bulan "
" Baik,kalau menikah sudah berapa lama ? " tanya Dokter Susan.
" Baru tiga bulan dok " jawab Amira.
" Wah..pengantin baru ya, selamat ya dokter Zee. Dan selamat juga, anda saat ini benar sedang mengandung. Coba anda lihat "
" Alhamdulillah..benar kan yang aku bilang Zee " ucap Amira.
Zee menatap layar hitam putih di depan nya, nampak sebuah titik kecil berada di dalam lingkaran yang tak lain adalah rahimnya. Seketika air mata Zee menetes, seharusnya ia tidak perlu khawatir akan apapun. Anak adalah karunia terindah dari Allah, dan tidak seharusnya rasa takut itu terus menghantui Zee. Sekarang Zee sudah punya Zhio, dan tidak perlu lagi mengingat - ingat akan masa lalu.
__ADS_1
" Usia kehamilannya masih sangat muda, jadi saya minta untuk dokter Zee menjaga kehamilan nya dengan sangat baik ya. Jangan terlalu lelah, minum vitamin dan makan makanan yang bergizi " saran Dokter Susan.
" Iya, terima kasih Dokter " ucap Zee.
" Selamat ya Zee, dokter Zhio pasti senang dengar kabar ini " ucap Amira lalu memeluk Zee.
" Zhio ? " tanya Dokter Susan saat mendengar Amira menyebut nama Zhio.
" Iya, ada apa Dok ? " tanya Amira.
" Jadi, suami nya dokter Zee, Dokter Zhio ? " tanya Dokter Susan.
" Iya benar dok, Dokter Zhio adalah suami saya. Kami baru menikah tiga bulan lalu "
" Hahahaha...Zhio..Zhio..akhirnya, jomblo karatan itu menikah juga " ucap Dokter Susan sembari tertawa, Zee dan Amira hanya menatap heran kepada Dokter Susan.
" Hmm...maaf ya Dokter Zee, saya hanya senang saja mendengarnya. Saya memang tidak berteman dekat dengan Zhio, tapi kami dulu sempat satu kampus. Dan sekarang bekerja juga dalam satu tempat. Saya senang sekali mendengarnya, sekali lagi selamat ya Dokter Zee, sampaikan salam saya kepada Zhio " ucap Dokter Susan.
" Baik Dok, nanti akan saya sampaikan "
Zee dan Amira keluar dari ruangan Dokter Susan.
" Zee, jalan yuk..kamu gak capek kan ? "
" Gak sih Ra, tapi aku harus cepat pulang. Soalnya udah sore, aku harus bantuin Bunda masak buat makan malam "
" Yahhhh..padahal aku kangen banget tau Zee, udah lama kita gak hangout bareng "
" Iya Zee, tapi its okay. Kamu juga memang harus cepat pulang, kamu harus segera kasih kabar bahagia ini ke semua anggota keluarga kamu di rumah "
" Iya Ra "
" Ya udah, kalau gitu aku antar kamu pulang "
" gak usah Ra, aku pulang naik taksi aja. Lagian rumah kamu kan jauh, ntar kamu kemalaman nyampe rumah nya "
" yakin pulang sendiri, ya udah kalau gitu aku temenin kamu cari taksi "
Amira menggandeng lengan Zee dan menemani Zee menunggu taksi di depan Rumah sakit.
" Itu taksi nya, ya udah kamu masuk Zee. Hati - hati di jalan yah... "
" Iya Amira, kamu juga. Assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam "
Zee mengelus - elus perut nya yang masih rata. Tidak menyangka jika secepat ini Allah memberinya kepercayaan. " maafin bunda ya sayang, tadi bunda sempat khawatir dan berpikir yang aneh - aneh. Bunda sangat senang kamu hadir di dalam hidup bunda, abi dan kak bulan pasti senang dengarnya. Sehat - sehat di dalam ya nak " ucap Zee sembari tersenyum.
Sebelum pulang Zee menyempatkan diri untuk singgah ke sebuah resto pizza yang juga menjual berbagai macam es cream. Hamil kedua ini membuat Zee sangat menyukai es cream, padahal sewaktu tidak hamil Zee tidak terlalu suka dengan es cream.
__ADS_1
" Tunggu sebentar ya pak " ucap Zee dan di balas anggukan oleh supir taksi.
Zee masuk kedalam resto pizza dan memesan beberapa es cream dan juga ada satu kotak pizza yang berukuran besar. Setelah memesan, Zee mencari tempat duduk untuk bersantai sembari menunggu pesanan nya.
Di dalam resto , Zee tidak tau jika Celin juga berada di sana dengan beberapa teman nya. Teman - teman Celin yang dulu juga pernah datang ke resto tempat Zee dan Amira bekerja, dimana mereka memulai pertengkaran dengan Zee.
Melihat Zee, Celin segera beranjak dari duduknya dan menghampiri Zee.
" Hei..wanita penggoda " ucap Celin dengan tatapan sinisnya.
Zee menarik nafas panjang melihat kedatangan Celin, lalu ia berpura - pura tidak peduli dengan adanya Celin di depan nya.
Celin menggeram kesal melihat wajah Zee yang terlihat santai dan tidak peduli dengan kehadirannya.
" Cel, apa yang kau lakukan di sini ? " salah satu teman Celin menghampiri Celin dan Zee.
" Tidak, aku hanya ingin menyapa wanita yang sudah merebut Zhio dari aku " ucap Celin.
" Oh..sebentar..sebentar..ini bukan nya wanita yang waktu itu di resto kan.."
" Ya benar, apa kau tau. Sekarang Zhio bilang jika dia telah menikahi wanita ini. Tapi aku tidak percaya, pasti ini semua akal - akalan dia untuk membuat Zhio berbohong kepadaku "
" Keterlaluan sekali , dasar tidak tau malu " ucap teman Celin.
Zee mulai tidak tahan mendengar ocehan Celin dan temannya. Zee berdiri dan berniat pergi , namun lengan nya di cekal oleh Celin.
" Hei..mau kemana kau ? " tanya Celin seraya memegangi lengan Zee.
" Lepaskan tanganku " ucap Zee.
" Kau tau, aku sedang berbicara kepadamu. Apa kau tuli hah ?? " ucap Celin dengan meninggikan sedikit nada suara nya.
" Aku tau, tapi aku tidak ingin membuang waktu ku untuk mendengar ocehan dari mulut orang yang tak tau malu seperti kalian "
" Hahaha...lihat Cel, kau benar. Dia sungguh pemberani, berani sekali dia menyebut kita seperti itu. Kami ini wanita baik - baik, tidak seperti kau "
entah apa yang sudah Celin ceritakan kepada teman - temannya tentang Zee kepada mereka. Terlihat sekali mereka begitu tidak menyukai Zee dan dengan mudah nya mengatakan hal - hal yang menyakiti hati Zee dan seolah mengenal sangat Zee, padahal tidak sama sekali.
" Wanita baik ? wanita baik bukanlah wanita yang selalu menganggap remeh wanita lain nya, dan wanita baik juga selalu berkata baik dan lembut. Kalian wanita - wanita yang cantik,berpendidikan tinggi. Tapi untuk apa itu semua jika sopan santun dan etika kalian sangat rendah . Berpikirlah, apa pantas kalian mengaku sebagai wanita baik ? " ucap Zee, lalu berlalu meninggalkan Celin dan salah seorang teman nya yang menggeram kesal mendengar kata - kata Zee yang menusuk hati mereka.
Dari kejauhan, beberapa teman Celin menatap Celin seolah memberi kode apa yang harus ia lakukan. Celin pun tersenyum tipis dan menganggukkan kepala nya.
BRAAKKK.....
" Awww... " Zee meringis kesakitan saat jatuh ke lantai karena ulah salah teman Celin yang menghalangi jalan Zee dengan menaruh kaki nya di lantai, Zee tidak melihat dan akhirnya membuat Zee terjatuh.
" Hahahaha..."
" hahahaha...."
__ADS_1
Celin dan teman - teman nya menertawakan Zee, mereka senang melihat Zee jatuh, mereka tidak melihat jika Zee saat ini merasakan sakit yang luar biasa di perutnya , dan Zee berusaha menahan sakit itu bahkan hingga tak bisa menahan air mata nya.
Bersambung..