
Selesai sholat Zee menghampiri Zhio yang sedang duduk bersandar di sandaran tempat tidur.
" Masih pusing? " tanya Zee.
" Masih yang " Zhio merebahkan kepalanya di pangkuan Zee, lalu ia menenggelamkan kepalanya di perut sang istri.
" Minum obat dulu ya bang "
" Gak usah sayang, paling bentar lagi juga hilang pusingnya "
" Ya udah kalau gitu, aku siapin sarapan aja. Siapa tau habis makan pusing abang hilang "
" Jangan ke mana-mana, biarkan seperti ini sayang " Zhio melingkarkan kedua tangannya di pinggang sang istri, Zhio benar-benar merasa nyaman jika dalam posisi memeluk dan mencium perut Zee seperti ini.
Zee tidak bisa apa-apa, ia lalu memijiti kepala Zhio. Dan tak lama Zee terkejut saat pintu kamar mereka di buka oleh tasya.
" Adek.. kebiasaan ni gak ketuk pintu dulu " omel Bunda Hesty kepada Tasya.
" Iya ni tasya, kebiasaan " tambah Zhea.
" Hehehe " kekeh Tasya, ia hanya terkekeh dan tak peduli, setelahnya pasti akan terus ia lakukan.
" Abang gimana keadaannya? " tanya Bunda Hesty, kini semua sudah berkumpul di dalam kamar Zee dan Zhio.
__ADS_1
" Ihh abang, manja banget sama kak Zee " ucap Tasya saat melihat Zhio yang berbaring di pangkuan Zee.
Mendengar suara Bunda Hesty dan Tasya, Zhio membalikkan tubuhnya dan tersenyum kepada mereka.
" Biarin abang manja, manja sama istri abang juga " ucap Zhio dengan melipat kedua tangannya.
Semua orang terkekeh melihat Zhio, begitu pula dengan Zee.
" Sudah minum obat bang? " tanya Ayah Xander.
" Abang gak mau minum obat yah, padahal Zee sudah minta abang buat minum obatnya "
" Kayaknya Abang sama kayak Ayah dulu bun " ucap Ayah Xander.
" Sama gimana yah? " tanya Tasya.
Tasya dan Zhea tidak mengerti maksud Ayah Xander, apalagi Bulan. Sedangkan Zhio dan Zee yang notabene seorang Dokter pasti sudah tau itu apa.
" Apa itu yah? "
" Ya seperti abang mu ini, kak Zee yang hamil, abangmu yang ngidam. Pusing dan lain hal " jelas Bunda.
" Hah!!! emang bisa gitu bun? " tanya si usil Tasya.
__ADS_1
" Ya bisa aja dek " jawab Zhio.
" Jadi Ayah gitu waktu Bunda hamil, waktu Bunda hamil Tasya atau abang? " tanya Tasya.
" Waktu hamil abang, saat Bunda hamil, Ayah yang justru suka pusing, suka jajan, mau makan itu ini, dan bahkan mual muntah juga Ayah "
Ayah Xander dan Bunda terkekeh saat mengingat hal itu, ya begitulah Ayah Xander terdahulu. Sama halnya dengan Zhio sekarang yang sangat bucin kepada istri mereka sehingga merasakan hal yang sama.
" Jadi gitu bun, ih lucu ya. Tapi gak apa kak Zee, malahan enak, biarin aja abang yang rasain susah nya jadi ibu hamil " ucap Tasya.
" Oh jadi gitu, senang kalau liat abang sakit gini " ucap Zhio.
" ya gak gitu juga bang, maksud Tasya biar abang juga bisa rasain gimana susah senangnya jadi ibu hamil. kan gak semua lelaki yang bisa ngerasain kayak gitu. Tasya aja juga pengen kalau nanti Tasya udah nikah dan hamil, suami Tasya aja yang ngerasain ngidamnya "
" Adek, lulus aja belum udah mikirin nikah " ucap Ayah Xander.
" Tau ni Tasya yah, nikahin aja yah kalau udah lulus nanti, kebelet nikah kayaknya " ucap Zhea.
" Emang sudah punya calon nya kak " tanya Bulan.
" Hmmm.. belum sih, ihh kan Tasya cerita itu nanti. Nanti kan dalam artian lama, bisa setahun, dua tahun, tiga tahun " jelas Tasya.
" Hahahaa... "
__ADS_1
" Hahahaha "
Semua orang tertawa melihat Tasya, Tasya memang selalu memberi canda tawa bagi keluarga dengan sikap dan kekonyolannya.