
Ayah Xander, Bunda Hesty dan juga Tasya sudah berkumpul di ruang makan untuk memulai sarapan pagi mereka.
" Abang mana Bun? "
" Bunda kurang tau juga dek, coba adek panggilan abang ya, biasanya juga jam segini sudah siap - siap berangkat kerja "
" Ya udah Adek panggil Abang dulu "
Tasya naik ke lantai dua rumah mereka dan menuju kamar Zhio, seperti biasa Tasya tidak pernah mengetuk pintu dulu dan langsung saja membuka pintu kamar.
" Pintu nya di kunci " ucap Tasya begitu mencoba membuka pintu kamar Zhio.
Tok.. Tok.. Tok..
" Abang.. ini adek.. buka pintu nya " Terpaksa Tasya harus mengetuk pintu kamar Zhio, bahkan Tasya mengetuk pintu kamar Zhio dengan cukup keras.
Ceklek...
" Loh.. Abang, Abang baru selesai mandi. Tumben banget, Bunda sama Ayah udah nunggu di bawah ajak sarapan bareng "
" Iya dek, bilangin aja sama Ayah juga Bunda suruh sarapan duluan, Abang mau siap - siap dulu " ucap Zhio lalu menutup pintu kamarnya.
" Abang kenapa ya, biasanya juga paling duluan bangun dan siap - siap daripada aku. Hmm... ya udah deh aku turun duluan "
Tasya kembali ke bawah menemui Ayah dan juga Bunda nya lalu menyampaikan pesan dari Abang nya untuk sarapan terlebih dahulu dan tidak perlu menunggu. Dan tak selang lama Zhio datang dan langsung bergabung untuk sarapan.
" Zhio , bagaimana dengan permintaan Ayah waktu itu? kapan kita bisa memulai nya nak? " tanya Ayah Xander di sela - sela makan.
" Permintaan apa yah? " tanya Tasya yang penasaran, padahal Abang nya belum berkata apapun, Tasya malah terlebih dahulu bertanya.
" Ayah mau Abang Zhio menggantikan posisi Ayah di perusahaan " jelas Ayah Xander, sebenarnya sudah lama sekali Ayah Xander meminta Zhio untuk menggantikan posisi nya di perusahaan, namun Zhio selalu mengulur waktu karena memang Zhio masih sibuk apalagi dengan profesi nya sebagai dokter ini membuat Zhio juga jadi bingung karena rasanya tidak mungkin jika ia harus merangkap menjadi seorang Dokter dan juga seorang CEO.
" Oh.. jadi gitu, emangnya Ayah udah mau pensiun? " tanya Tasya kembali.
" Belum dek, Ayah mau Abang menggantikan posisi Ayah di perusahaan yang sekarang. Dan setelah itu Ayah akan fokus membantu Oma di perusahaan kita yang ada di luar kota. Lagipula perusahaan yang di sini memang sudah menjadi milik Abang, Ayah sudah menyerahkan seutuhnya untuk Abang, dan nanti nya untuk perusahaan yang lain juga akan Ayah wariskan untuk adek. Hanya kalian berdua lah anak Ayah dan Bunda, kalau bukan kalian siapa lagi? iya kan Bun? " jelas Ayah Xander, lalu ia menatap istrinya dan Bunda Hesty menganggukan kepalanya seraya tersenyum kepada Ayah Xander.
" Insyaallah Abang sudah siap Yah, Abang akan atur jadwal Abang dulu baru nanti Abang kabarin ke Ayah kapan Abang mulai turun ke Perusahaan kita Yah "
__ADS_1
" Alhamdulillah, nanti kabari Ayah ya "
" Iya Yah "
Selesai sarapan bersama, Ayah Xander terlebih dahulu berangkat ke kantor. Sedangkan Tasya belum berangkat ke sekolah karena ingin berangkat bersama Zhio.
" Loh dek, Adek belum berangkat? " tanya Zhio saat melihat Tasya yang masih berdiri dan sedang menunggu nya.
" Adek mau ikut Abang, Abang kan mau jemput kak Zee juga. Sekalian deh Adek ikut kayak kemarin - kemarin "
" Abang gak jemput Kak Zee dek, tapi kalau kamu mau ikut ya gak apa nanti Abang antarin ke sekolah. Ayo cepat naik " ucap Zhio lalu masuk kedalam mobilnya.
" Kenapa Abang gak jemput kak Zee, Abang lagi berantem ya sama kak Zee? adek kan mau ikut sekalian jemput Zhea sama Bulan " ucap Tasya yang masih berdiri di samping mobil tepat di samping kaca jendela mobil Zhio.
" Kalau gitu adek minta antar pak Ujang aja, Abang gak bisa ke rumah Zee "
" Kenapa gak bisa bang? Abang aneh "
" Yaaa.. untuk sementara ini gak bisa dulu dek, ya udah Abang berangkat duluan ya nanti kamu minta antar Pak Ujang, kasian Zhea sama Bulan pasti udah nungguin tu " ucap Zhio seraya tersenyum manis kepada Adik nya lalu tancap gas begitu saja dan meninggalkan Tasya.
" Eh.. Abang.. Abang Zhio tunggu, Adek belum selesai bicara " Teriak Tasya namun tidak di dengar oleh Zhio.
" Kok lama Sya, aku udah nungguin dari tadi "
" Iya maaf ya Zhe, soal nya tadi bedebat dulu sama Abang. Oh ya kak Zee sama Bulan mana? "
" Oh itu mereka udah berangkat duluan "
" Berangkat duluan, tu kan memang ada yang aneh. Hari ini Abang Zhio gak jemput kak Zee lo Zhe. Tadi aku ajak ke sini juga gak mau "
" Itu Sya, itu juga yang aku mau tanyakan sama kamu. Tapi di jalan aja yuk ceritanya, ntar kita terlambat ke sekolah " ucap Zhea.
Tasya dan Zhea masuk kedalam mobil, sepanjang perjalanan mereka kembali membahas tentang Zhio dan Zee. Dan sampai di kelas pun mereka masih saja membahas mengenai Zhio dan Zee.
" Apa kak Zee dan Abang berantem ya Zhe? aneh banget mereka berdua "
" Gak tau juga Sya, ntar sampai di rumah aku bakalan tanya lagi deh sama Kak Zee. Pokoknya sampai Kak Zee cerita sama aku yang sejelas - jelasnya " ucap Zhea.
__ADS_1
" Benar Zhe, nanti aku juga bakalan tanya sama Abang "
" Oh ya Sya, aku lupa ngasih tau. Semalam ada yang cari kak Zee ke Rumah. Cowok Sya, Bulan yang cerita sama aku "
" Hah.. cowok, mungkin teman kerja Kak Zee atau temen kuliah nya Zhe "
" Ya mungkin aja sih Sya, tapi.. kalau bukan gimana Sya, soalnya waktu aku kasih tau Kak Zee tentang cowok itu eh Kak Zee kayak kaget gitu terus masuk kedalam kamar nya. Mungkin gak sih Sya kalau Kak Zee punya hubungan sama cowok itu dan Abang Zhio tau. Akhinya hubungan Abang Zhio sama Kak Zee renggang deh "
" Jangan sampai deh Zhe, mudahan aja gak ya. Pokoknya aku gak mau sampai kak Zee sama orang lain, harus sama Abang Zhio "
" Mudahan aja Sya, aku juga mau nya gitu. Mudahan aja cowok itu cuma sekedar teman Kak Zee aja "
" Ya Zhe, maka nya ntar kalau di Rumah langsung eksekusi ya "
" Eksekusi apa nya Sya? "
" Ya maksudnya eksekusi, Kak Zee nya langsung di tanyain "
" Ihh.. kamu tu, pakai bahasa eksekusi - eksekusi segala. Kayak Kak Zee mau di apain aja "
" Hahahaha... canda Zhe, oh ya gimana ngedate semalam? asyik pasti ya.. cieh.. cieh.. Zhea.. " goda Tasya membuat Zhea senyum - senyum sendiri.
" Asyik dong, maka nya kamu cepetan cari pacar sana "
" Ih.. apa hubungan sama aku "
" Ya ada lah, kalau kamu udah punya pacar jadi nanti kita bisa ngedate bareng deh "
" Iya tapi gak harus gitu juga kali Zhe "
" Hahaha... canda.. canda Sya, maka nya move on dong "
" Gak usah sok ngajarin.. sudah ah gak usah balas itu "
" Hahaha... iya.. iya Tasya ku sayang " ucap Zhea sembari mengacak - ngacak rambut Tasya, Zhea dan Tasya kembali berbincang dan bercanda gurau sampai akhirnya bel masuk kelas berbunyi.
**Bersambung..
__ADS_1
Maaf ya udah lama gak update.. 😔🙏
Terima kasih masih setia nungguin cerita aku**..