
Mendengar suara mobil , Tasya bergegas berlari ke luar rumah untuk menemui Zhea.
Setelah proses lamaran yang berlangsung kemarin, keesokan harinya Zee, Zhio dan Zhea kembali ke kota.
" Zheaaa.....!! " teriak Tasya.
Tasya berlari lalu memeluk Zhea, padahal Zhea baru saja turun dari mobil. Zhio dan Zee hanya tersenyum melihat Tasya dan Zhea.
" Sini aku bantuin bawa " minta Tasya lalu membantu Zhea membawa tasnya.
" Gimana Sya ? udah baikan ? "
" Sudah, Alhamdulilah. Zhe, ceritain dong gimana kemarin lamaran bang Kevin ? "
Tasya bergelayut manja di lengan Zhea, padahal Zhea sudah memberi tahu Tasya lewat telepon mengenai acara lamaran Kevin kemarin. Namun Tasya tetap saja masih penasaran cerita selengkapnya dari Zhea.
" Cerita gimana lagi Sya ? kan udah kemarin aku ceritain lewat telepon "
" Iya sih, hehe..ngomong-ngomong selamat ya Zhea. Sebentar lagi sahabat aku yang satu ini SOLD OUT "
Zhea terkekeh mendengar ucapan Tasya.
" Emang aku barang atau makanan gitu SOLD OUT "
" Hehehe..iya SOLD OUT di beli bang Kevin " Tasya kembali meledek Zhea.
" Kamu tuh Sya, ada - ada aja "
Zhea sedang merapikan isi tas nya, mereka sudah berada di kamar. Tasya hanya duduk dan tidak membantu Zhea. Kerjaan Tasya hanya meledek dan mengulik cerita dari Zhea.
" Jadi kapan nih rencana pernikahan nya Zhe ? "
" Belum tau Sya, Bang Kevin mau ngurus surat nikah dulu, daftarkan pernikahan kami dan barulah bisa di tentukan kapan tanggal pernikahan nya "
__ADS_1
" Oh..terus..terus..nikahnya nanti dimana ? di tempat bang Kevin atau di tempat kamu, atau di gedung mana gitu ? "
" Karena bapak aku nyerahin semua urusan pernikahan sama bang Kevin dan keluarganya. Jadi rencana nya pernikahan kami di adakan di sini Sya, gak di kampung aku. Cuma masalah di rumah bang Kevin atau di tempat nya aku masih belum tau "
" Bagus juga sih Zhe kalau di sini, jadi gak jauh-jauh ke kampung kamu. Paling kasian keluarga kamu sih harus ke sini jadinya "
" Iya Sya, cuma kedua orangtua aku mau nya gitu "
" Oh ya Zhe, kamu bilang bang Kevin gak ngelarang kamu kuliah di Korea ya ? beneran Zhe ? "
" Iya bener, bang Kevin bilang gitu ke orang tua ku "
" Terus kalian LDR-an gituh, kasian banget sih kalian Zhe. Lebih tepatnya kasian sama bang Kevin. Baru aja nikah udah di tinggal sama kamu "
Zhea hanya menggeleng - gelengkan kepalanya mendengar ocehan Tasya. Padahal Tasya sangat antusias untuk Zhea tetap ikut kuliah bersama nya ke Korea. Dan sekarang justru kasihan kepada Kevin karena harus di tinggal oleh Zhea.
" Ya udah kalau gitu, aku bilang bang Kevin aja kalau aku mau kuliah di sini aja Sya "
Zhea kembali terkekeh mendengar ucapan Tasya.
" Hmm..kamu beneran udah siap nikah Zhe ? "
Tasya melirik Zhea dan mendekatkan wajahnya ke wajah Zhea.
" Serius.... !! " ucap Zhea sembari membulatkan kedua matanya di hadapan Tasya. Setelahnya Zhea tertawa terbahak - bahak.
" Ihh...Zhea, mata kamu tu bikin takut "
" Hahaha..habisnya kamu tuh tanya terus, in syaa Allah aku siap Tasya. Kan orangtua aku udah terima lamaran Bang Kevin, jadi aku harus siap "
" Hmmm..termasuk siap itu-ituan " tanya Tasya.
Zhea mengerenyitkan keningnya mendengar kata " itu-ituan " yang di lontarkan Tasya.
__ADS_1
" Itu-ituan ? ihh Tasya apaan sih ? maksud kamu apa ? yang jelas dong ngomongnya "
" Zhea masa gak ngerti sih maksud aku ? "
" Ya gak ngerti kah lah, kamu ngomongnya aja gak jelas gitu "
" Ihh..maksud aku tuh itu-ituan Zhea ? kalau misal pengantin baru itu pasti melakukan yang namanya malam pertama kan ? nah..maksud aku kamu udah siap belum itu-ituan "
Zhea melempar selembar pakaiannya ke wajah Tasya lalu tertawa terbahak - bahak.
" Zhea...ngeselin deh " ucap Tasya dengan memanyunkan bibirnya.
" Kamu tuh mikirnya jauh banget sih Sya, udah ah gak usah bahas gitu "
" Zhea..aku tuh gak mikir jauh, tapi bener kan yang aku omongin ? "
" Sebagai seorang istri pasti tugas nya seperti itu kan ? masa kamu mau nolak bang Kevin kalau bang Kevin nya mau, kan dosa Zhe. Terus nanti misal kamu beneran itu-ituan sama bang Kevin , kamu hamil gimana Zhe ? kan kita baru mau memulai kuliah. Dan yang penting banget nih Zhe, penting banget. Gimana kamu lakuin nya kalau kamu gak cinta sama bang Kevin ? "
Zhea berhenti melipat dan menyusun pakaiannya lalu menatap Tasya dan mencubit kedua pipi Tasya.
" Aduhh...aduh..sakit Zhe ? "
" Kamu tuh ceriwis banget sih Sya, ngomong dari tadi gak ada hentinya. Kalau kamu penasaran nih , kamu seharusnya tanya itu bukan sama aku. Tapi tanya nya sama bang Kevin ? " Zhea tertawa melihat pipi Tasya yang terlihat cubby saat ia cubit. Zhea tidak bersungguh-sungguh mencubit pipi Tasya, hanya saja Tasya terlalu berlebihan.
" Kok bang Kevin, Zhe ? "
" Iya bang Kevin, kan bang Kevin yang ngajak aku nikah. Jadi jawabannya ada sama dia ? " ucap Zhea asal, ia tidak tahu harus bagaimana menjawab semua pertanyaan Tasya.
" Oh gitu, bener juga sih. Ya udah kalau gitu aku tanya bang Kevin deh " ucap Tasya lalu berlari secepat kilat keluar dari kamar Zhea.
" TASYAAA....!!! "
Zhea pun ikut berlari mengejar Tasya, padahal Zhea hanya bercanda, tapi Tasya justru menanggapinya serius. Dan biasanya kalau sudah seperti ini Tasya pasti benar-benar menghubungi Kevin. Kalau sampai benar, Zhea pasti sangat malu kepada Kevin.
__ADS_1