Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Kejujuran


__ADS_3

Zee tak dapat lagi menahan air mata nya, ia menangis sembari memeluk erat tubuh Zhio. Zhio memeluk, mengelus lembut pucuk kepala Zee dan berulang kali menciumi pucuk kepala Zee. Zhio merasa rindu sekali dengan istrinya, karena ulahnya beberapa hari ini membuatnya harus menjaga jarak dengan istri.


" Jangan menangis sayang " Zhio menangkup wajah sang istri dan menyeka air mata yang membasahi kedua pipi Zee.


" Hiks.. hiks.. hiks.. " Zee masih saja menangis lalu kembali memeluk Zhio. Bukan hanya Zhio yang merasa rindu , tapi dirinya pun merasakan hal yang sama.


" Maafkan abang ya " ucap Zhio, lalu kembali menangkup wajah sang istri.


" Abang gak salah apa-apa kok " ucap Zee.


" lalu kenapa kamu menangis? " tanya Zhio.


" Aku.. aku hanya rindu bang, beberapa hari ini abang.. " belum selesai Zee berbicara, Zhio kembali membawa Zee ke dalam pelukan nya.


" Maafkan atas sikap abang beberapa hari ini ya sayang, abang hanya sedikit ingin menghukum mu karena kamu tidak berkata jujur ke abang "


Zee terdiam mendengar ucapan Zhio, " tidak jujur " Zee memikirkan apa yang di ucapkan suami nya, selama ini ia tidak pernah membohongi Zhio akan hal apapun, kecuali mengenai keguguran yang hampir ia alami waktu itu.


" Maafkan aku bang Zhio, hiks.. hiks.. hiks.. " Zee kembali menangis dan mengeratkan pelukan nya kepada Zhio.


" Sudah sayang, jangan menangis. Nanti anak kita juga ikut sedih " ucap Zhio, menangkup wajah Zee, mencium lembut kening Zee lalu menyeka air mata Zee.

__ADS_1


" Abang juga minta maaf ya, maaf abang sudah buat kamu jadi sedih dan nangis kayak gini " ucap Zhio, melihat sang istri menangis membuat Zhio merasa bersalah. Mungkin hukuman yang ia beri kepada sang istri terlalu berlebihan.


" Gak bang, abang gak salah. Aku yang salah "


" Kamu itu wanita yang berhati emas sayang, tapi kamu tau kalau hal yang kamu sembunyikan dan tidak kamu ceritakan ke abang itu adalah suatu hal yang besar. Bagaimana kalau seandainya waktu itu terjadi sesuatu dengan buah hati kita? apa kamu akan diam saja, apa kamu akan terus mendiamkan Celin yang begitu jahat kepadamu? "


Zee tertunduk mendengar ucapan Zhio, ia menyadari akan kesalahan nya. Walaupun sebenarnya niatnya baik tapi tetap saja ia salah karena tidak menceritakan hal yang sebenarnya kepada sang suami.


" Kita boleh diam sayang, tapi jika orang itu sudah kelewat batas kita juga tidak bisa hanya berdiam diri terus. Walaupun saat itu keadaan kamu tidak hamil, apa yang Celin dan teman-teman nya lakukan kepadamu itu adalah hal yang salah. Dan jujur abang sangat kecewa karena kamu gak cerita yang sebenarnya ke abang "


Zhio memang sangat kecewa kepada sang istri karena tidak berkata jujur kepadanya, Zhio sangat murka dan marah jika ada seseorang yang berani menyakiti orang yang di cintai nya. Walaupun kecewa tapi Zhio tak sedikit pun marah kepada Zee, Zhio sangat mencintai Zee.


" Maafkan aku bang Zhio, maaf " ucap Zee, dan kedua mata nya kembali berkaca-kaca.


" Iya bang Zhio " ucap Zee sembari mengangguk-angguk kan kepalanya.


" Ingat ya sayang, pernikahan yang bahagia adalah pernikahan yang di landasi keterbukaan, kejujuran, kepercayaan, perhatian, pengertian, menerima kekurangan serta kelebihan, dan saling mendukung satu sama lain. Jujur lah ke abang dan ceritakan hal apapun ke abang walaupun itu hanya hal kecil, terlebih jika ada yang berani menyakitimu. Mengerti sayang? "


" Iya abang " jawab Zee dan kembali memeluk sang suami.


" Jangan sedih lagi, abang tidak marah dan abang sangat mencintaimu. Coba lihat, indah kan sayang? " ucap Zhio meminta Zee untuk melihat pemandangan matahari yang mulai terbenam. Pemandangan dari atas resto begitu indah, Zhio dan Zee menikmati nya sembari berpelukan.

__ADS_1


" Oh ya sayang, ini bunga buat kamu " ucap Zhio memberikan buket bunga yang ia bawa untuk Zee.


" Makasih bang " ucap Zee lalu tiba-tiba mengecup lembut pipi Zhio, hal yang jarang di lakukan oleh Zee. Ya mungkin bisa di hitung, dan hal itu tentu saja membuat Zhio begitu senang.


" Lagi sayang " ucap Zhio mendekatkan pipi sebelah kanan kepada Zee.


CUP..


Dengan kedua pipi yang memerah menahan malu, Zee pun melayangkan kecupan lembut nya di pipi sang suami. Zee merasa malu karena Zee yakin jika beberapa pelayanan resto yang ada di sana akan melihat mereka.


Zhio tersenyum senang mendapat kecupan manis di sebelah kanan dan kiri pipi nya. Zee dan Zhio kini saling bertatapan dan saling menebar senyum.


Dan tiba-tiba Zhio menarik tengkuk leher Zee dan mengecup bibir manis sang istri. Zee tentu saja terkejut dengan aksi sang suami, karena mereka berdua berciuman di luar ruangan dan tentunya para pelayan resto akan melihat mereka.


" abang, malu di liat orang " ucap Zee dengan wajah yang memerah sembari celingukan melihat ke kiri dan kanan melihat apakah ada pelayan atau mungkin pengunjung resto yang lain yang melihat mereka.


Zhio tersenyum melihat sang istri yang tersipu malu, membuat Zee terlihat begitu menggemaskan di mata Zhio.


" Tenang aja sayang, hanya ada kita berdua di sini. Semua pelayan resto sudah abang minta untuk keluar dan menunggu di bawah. Begitu juga dengan pengunjung lain, mereka tidak akan ke sini "


" Yang bener bang? " tanya Zee.

__ADS_1


" Iya sayang " ucap Zhio, Zhio kembali menarik sang istri dan melayangkan ciuman manisnya di bibir sang istri.


Zhio dan Zee saling melepas rindu dan berakhir dengan dinner romantis yang sudah di persiapkan oleh Zhio.


__ADS_2