
Pagi-pagi sekali Zhio bersiap dan bergegas untuk menjemput Zee di Rumah sakit. Padahal jam kerja Zee berakhir masih satu jam lagi, namun rasa rindu dan kekhawatiran Zhio terdapat Zee membuatnya ingin segera menemui sang istri walaupun harus menunggu sejam lamanya di parkiran Rumah sakit.
Zhio sengaja meminta Pak Ujang untuk memarkirkan mobil mereka dekat dengan UGD rumah sakit agar Zee tidak terlalu jauh berjalan.
Zhio tersenyum senang saat melihat Zee dan salah satu temannya keluar dari UGD.
" Zee "
Teriak Dokter Syam, Zee dan Ziva melihat ke Sumber suara. Dokter Syam tersenyum lalu berlari ke arah Zee dan Ziva.
Senyuman di wajah Zhio menghilang tatkala melihat Syam datang dan menghampiri istrinya saat ini.
" Zee, aku duluan ya "
Ziva pamit duluan pulang dan meninggalkan Zee bersama Syam.
" Ini botol minum kamu kan ? "
Syam menyerahkan botol minum berwarna hijau milik Zee yang tertinggal di dalam ruang petugas.
" iya Dok, mirip seperti botol minum saya. Tapi tunggu sebentar "
Zee melepas ranselnya dan mencari botol minum di dalamnya, Zee hanya ingin memastikan apakah benar botol minumannya tertinggal. Syam terus melihat Zee yang sedang sibuk membuka tasnya.
Zhio yang melihat dari kejauhan tampak kesal. Zhio ingin segera keluar dari mobil dan menghampiri istrinya, namun gerak Zhio terhenti saat Zhio sadar kalau dirinya tidak sama seperti dulu. Ia belum bisa berjalan, kedua kakinya masih terpasang pen yang belum siap untuk di lepas , dan saat itu pula ia masih belum bisa berjalan.
Kedua mata Zhio tampak berkaca-kaca,hati Zhio terasa sakit saat berada dalam keadaan seperti ini.
" Iya benar Dok, gak ada di tas saya "
Zee mengambil botol minum yang di berikan Syam.
" Baik kalau begitu saya pulang dulu ya Dok "
" Kamu pulang sama siapa Zee , sudah di jemput atau naik taksi ? "
" Suami saya sudah jemput Dok, itu !! "
Zee menunjuk ke arah mobil Zhio, Syam hanya tersenyum kecut saat melihat mobil Zhio yang sudah terparkir.
" Baik Zee, hati-hati, sampaikan salam saya kepada Zhio "
" Baik Dok, assalamualaikum "
" Wa'alaikumussalam "
Syam terus memandang Zee dari kejauhan.
" Seandainya saja aku yang berada di mobil itu , dan aku yang sedang menunggu kamu Zee " batin Syam.
__ADS_1
Syam pergi setelah Zee menghilang dari balik mobil.
" Assalamualaikum , suamiku "
" Wa'alaikumussalam , istriku "
Zhio langsung memeluk Zee , rasa rindu Zhio sudah tak tertahankan. Apalagi saat melihat Syam tadi, membuat Zhio seolah takut sekali kehilangan Zee. Padahal sebenarnya tidak ada yang harus di takutkan oleh Zhio karena Zee tidak mungkin menyukai Syam.
Cukup lama berpelukan, akhirnya Zhio melepas pelukannya pada sang istri.
" Abang kangen sama kamu "
Seperti itulah Zhio, ia selalu terang - terangan berbicara kepada Zee. Zhio tidak sadar kalau bukan hanya ada mereka di dalam mobil, tapi ada juga Pak Ujang.
" Shutt..bang, jangan keras-keras ngomongnya. Nanti di dengar Pak Ujang, malu bang " Zee berbisik di telinga Zhio membuat Zhio terkekeh.
" Ya udah, kalau gitu nanti kita lanjutin di kamar ya kangen-kangenannya " goda Zhio.
" Ihh Abang.. " Zee mencubit lengan Zhio, cubitan yang tak terasa sakit sekali bagi Zhio. Zee sedang bergelayut manja di lengan sang suami saat ini.
" Kita sarapan dulu yuk yang, sarapan di luar aja ya. Kamu pasti belum sarapan kan ? "
" Boleh deh bang, tadi pagi aku udah sarapan susu satu kotak. Tapi masih laper bang " Zee terkekeh.
" Iya sayang, sekarang tu kamu gak sendiri. Nih ada anak kita di sini, jadi harus makan banyak, gak kenyang kalau cuma minum susu. Iya kan nak ? " Zhio mengelus-elus perut Zee sembari mengajak calon buah hatinya berbicara.
Dug...
" Anak kita denger yang, dia denger yang Abang omongin ? "
" Iya benar yang, maa syaa Allah sehat-sehat ya nak, pintar banget ngerti yang Abi bicarakan "
Pak Ujang senyum - senyum sendiri melihat kedua majikannya yang sedang tertawa riang sembari berbicara dengan calon buah hati mereka. Sebagai seorang supir yang sudah sangat lama bekerja dengan keluarga Xander dan sudah di anggap keluarga sendiri , melihat keluarga Xander bahagia adalah kebahagiaan juga bagi Pak Ujang.
" Kita makan di resto dekat sini aja ya bang, perut aku udah laper banget "
" Iya sayang, nanti mampir ke Queen Resto ya Pak Ujang. Gak jauh dari rumah sakit "
" Baik Pak Zhio "
Tak jauh dari Rumah sakit terdapat sebuah resto sederhana yang kesannya cukup modern.
Sesampai di sana , Pak Ujang turun terlebih dahulu dari mobil untuk menyiapkan kursi roda Zhio. Wajah Zhio berubah sendu saat melihat kursi rodanya.
" Ya Allah, jika terjadi sesuatu dengan istriku. Bagaimana aku bisa membantunya kalau aku tidak berdaya seperti ini " batin Zhio.
Perubahan wajah sendu Zhio terlihat oleh Zee. Zee bisa melihat kalau sang suami tidak baik-baik saja saat ini.
" Biar aku aja yang dorong kursi rodanya ya Pak Ujang "
__ADS_1
" Tapi sayang, nanti kamu capek "
" Gak bang, tenang aja "
Zhio, Zee dan Pak Ujang masuk kedalam resto. Zee dan Zhio meminta Pak Ujang juga ikut sarapan bersama mereka. Karena tidak ingin mengganggu Zhio dan Zee, Pak Ujang memilih untuk mencari meja lain dan tidak satu meja dengan Zhio dan Zee.
" Bang, aku keliatan banget gak kalau belum mandi "
Zee mengambil sebuah cermin kecil di dalam tasnya dan memperhatikan wajahnya yang terlihat kusam karena belum mandi.
" Keliatan banget yang "
" Masa sih bang, ya ampun kusam banget ya bang. Padahal aku tuh udah taruh bedak di tas aku bang, tapi gak ada "
Zee sibuk memerhatikan wajahnya di balik cermin. Melihat hal itu Zhio mengambil cermin yang Zee pegang dan menaruhnya di atas meja.
" Kamu itu cantik yang, walaupun belum mandi kamu tu tetap cantik di mata Abang. Bedak kamu tuh ada, cuman sengaja Abang keluarkan lagi "
" Oh jadi tersangkanya Abang "
Zee membulatkan kedua matanya lalu menatap tajam sang suami sembari tersenyum.
Melihat Zee yang menatapnya, membuat Zhio terkekeh.
" Iya, Abang gak mau kamu pake bedak , nanti kalau kamu pake bedak , banyak yang suka. Cukup kamu pake bedaknya di rumah aja di dalam kamar bersama Abang "
" Abang kan..mulai mesum "
Zhio dan Zee kembali tertawa , mereka berdua saling bercanda tawa sembari menunggu makanan mereka. Zee senang karena celotehan dan candaan Zee membuat suaminya sekarang tertawa , tidak sendu seperti saat mereka turun dari mobil tadi.
" Kok lama yang bang makanannya belum datang-datang "
Zee merasa sangat lapar, ia tampak celingak celinguk melihat sekeliling ruangan resto.
" waitersnya lagi gak ada bang "
Melihat istrinya kelaparan, Zhio berniat untuk pergi menghampiri waiters.
" Ehh..bang , biar aku aja ya. Abang tunggu di sini "
" Gak apa yang, biar Abang aja "
" Gak usah Abang, biar aku aja ya "
" Iya yang "
Zee segera beranjak untuk mencari waiters dan menanyakan pesanan mereka. Zhio terus memandangi istrinya dari jauh. Wajah Zhio kembali sendu ketika melihat Zee.
" Maafkan Abang ya, biasanya Abang yang selalu sigap dalam hal ini. Maafkan Abang , sekarang Abang justru selalu merepotkan kamu "
__ADS_1
Bersambung...