
" Om Dokter...!! " Bulan berteriak begitu melihat Zhio,dan Bulan langsung memeluk Zhio dengan erat. Membuat Zee,Zhea dan juga Tasya terperangah. Zhio membalas erat pelukan Bulan dengan senyum yang mengambang di wajahnya.
" Bulan gak nyangka bisa ketemu Om di sini, kenapa om gak bisa di hubungi? "
" Bulan, Bulan kenal om zhio sejak kapan? terus maksud Bulan menghubungi? " tanya Zee,wajah yang semula memerah kini hilang, rasa malu Zee berganti dengan rasa penasaran yang dalam mengenai perkenalan Zhio dan Bulan.
" Cepat jelaskan Bulan " pinta Zhea dan juga Tasya bersamaan.
" Bunda,ingat gak kalau om Zhio pernah kerumah nenek.Antarin Bunda obat? di situ lah awal perkenalan Bulan sama Om Zhio "
" Iya Bunda ingat,terus maksdunya menghubungi? "
" Bulan punya nomor ponsel nya om Zhio, Bun. Bulan sering chattingan sama Om Zhio,tapi seminggu kepergian om Zhio dari desa kita..om Zhio udah gak bisa lagi Bulan hubungi "
" kenapa Bulan bisa punya nomor ponsel bang Zhio? kenapa juga Bulan gak cerita sama aku?" itulah pertanyaan yang ada di benak Zee,dan akan segera utarakan kepada anaknya.
" Bulan yang meminta nomor ponsel om Zhio, Bun. Agar Bulan bisa bertanya - tanya mengenai kedokteran.Bulan antusias sekali waktu bertemu om Zhio, Bunda kan tau kalau cita - cita Bulan juga mau seperti Om Zhio dan juga Bunda. Maafkan Bulan ya Bun,selama ini gak pernah cerita sama Bunda " seolah mengerti isi hati Bunda nya,tanpa Zee bertanya Bulan terlebih dahulu menjawab.Dan ada sebuah kebohongan dan juga kejujuran dari penjelasan Bulan tadi. Ia tidak ingin Zee tau kalau Zhio lah yang sebenarnya terlebih dahulu meminta nomor ponsel nya.Bulan takut kalau Bunda nya tau, Bunda nya itu akan marah kepada Zhio.
" Seperti ku dan juga Zee? Dokter maksudnya? " batin Zhio.
" Ya sayang, tidak perlu meminta maaf. Bunda mengerti kok " ucap Zee sembari tersenyum kepada Bulan, Zhio sempat melirik ke arah Zee. Melihat senyum manis Zee,yang sudah lama sekali tak pernah ia lihat.
" Kalau Bang Zhio pernah kerumah nenek,kenapa onty gak pernah liat ya ? " giliran Zhea yang bertanya.
" Onty waktu itu gak ada di rumah, maka nya gak ketemu " ucap Bulan,dan Zhea hanya manggut - manggut tanda mengerti.
" Ponsel Om hilang Bulan, maka dari itu Bulan gak bisa hubungi Om. Om minta maaf ya? Bulan sekarang sudah besar , terlihat semakin cantik " Zhio angkat bicara kali ini sembari terus tersenyum kepada Bulan.
__ADS_1
" Gak perlu minta maaf om, makasih udah bilang Bulan cantik " jawab Bulan.
" Oke fine, ternyata semua sudah saling kenal. Sepertinya rencana kita akan berhasil dan terlihat akan lebih mudah ke depan nya.Bagaimana Zhea? bisik Tasya di telinga Zhea. Zhea dan Tasya saling berbisik dan sesekali terkekeh.
" Kalian sedang membicarkan apa?kenapa bisik - bisik begitu?" Zhio bisa menebak ada sesuatu yang di rencanakan oleh Zhea dan juga Tasya. Zhio sudah bisa menebak tingkah laku kedua sahabat itu.
" Abang mah kepo !!! " ucap Tasya.
" kita keluar yuk, ngobrol di luar aja biar lebih asyik " Tasya menarik lengan Zhea dan juga Bulan agar berbarengan menuju ruang keluarga. Zhio dan Zee mengekor di belakang.Berjalan berdampingan.
Zee melirik ke arah Zhio, Zee hanya melirik Zhio sekilas.Kemudian menundukkan kepalanya, kedua pipi Zee kembali memerah. Ia kembali mengingat kejadian di kamar tadi. " kenapa sih pertemuan ku dengan Bang Zhio gak pernah dengan cara yang baik " Zee menggerutu,ia berbicara sendiri di dalam hati.
" kalau jalan itu pandangan lurus kedepan " ucap Zhio dengan wajah datarnya,ia berbicara juga tanpa menoleh ke arah Zee. Hanya Zee yang menoleh ke arah nya.
Kini semua sudah berkumpul di ruang keluarga.Zhea ,Tasya dan juga Bulan asyik berbincang. Zhio dan Zee hanya berdiam diri. Zee melirik ke arah Zhio yang tatapan nya melurus kepada Zhea,Tasya dan juga Bulan. Sesekali Bulan mengajak Zhio berbincang,wajah yang semula datar kini berubah menjadi manis saat Zhio berbincang dengan Bulan. Hati Zee sedikit tersentuh melihat Zhio dan Bulan,mereka terlihat akrab sekali.
Di ruang keluarga hanya menyisakan Zhio dan Zee. Terjadi keheningan di antara keduanya, Zhio masih dengan wajah datarnya.
" a..abang kabarnya gimana?" Zee memulai pembicaraan,memecah keheningan yang terjadi di antara mereka.
" Hah..abang..!! kenapa Kakak kamu manggil abang juga Zhea,terlihat seperti sudah lama saling kenal? bukan nya Bulan cerita kalau Abang sama Kak Zee itu saling kenal saat ada acara bakti sosial. Baru aja dong kenalnya?dalam waktu dua hari aja lagi "
" Kamu benar Tasya,apa bang Zhi dan kak Zee udah lama berteman ya? mungkin ada sesuatu yang belum mereka jelaskan kepada kita "
" Bisa jadi sih onty, sini mendekat " Bulan menceritakan yang sebenarnya kepada Zhea dan Tasya.Bercerita mengenai kebenaran kalau Zhio lah yang terlebih dahulu meminta nomor ponselnya,dan mengatakan kalau alasan Zhio meminta nomor ponsel nya karena ingin tau kabar dan keadaan Zee dari Bulan "
" OMG....!! Tasya ingin berteriak karena terkejut mendengar penjelasan Bulan,untung saja Zhea segera membungkam mulut Tasya. Mereka bertiga tidak sungguh - sungguh kembali ke kamar. Mereka diam - diam bersembunyi dan memata - matai Zhio dan juga Bulan.
__ADS_1
" Jangan teriak,nanti kita ketahuan " ucap Zhea dengan suara pelan.
" Iya..iya..habis aku kaget banget Zhea, dari cerita Bulan tadi bisa di simpulkan kalau Bang zhio sama kak Zee itu sudah pasti kenal lama,dan Bang zhio sepertinya menyukai Kak Zee " Tasya mudah sekali menebak.
" Jadi..Om Zhio suka sama Bunda?" tanya Bulan.
" Kemungkinan saja Bulan, ya semoga aja benar. Rencana perjodohan ini semakin mudah saja " ucap Zhea.
Mereka bertiga saling pandang kemudian melempar senyum,mereka kembali mengamati Zhio dan juga Zee.
" Baik " jawab Zhio singkat. Tasya memanyunkan bibirnya mendengar itu " Kalau bang Zhio menyukai Kak Zee,kenapa jawabnya dingin gitu.Kan udah lama gak ketemu " batin Tasya.
Zee menarik nafas panjang, mendengar jawaban singkat itu membuat lidah Zee kelu. Ia bingung harus bertanya apa lagi. " Aku tanya apalagi ya? tumben Bang Zhio jawabnya singkat gitu,gak seperti pertemuan kita di puskesmas. Apa bang zhio marah sama aku karena kejadian tadi?tapi pertemuan dengan nya di puskesmas kan lebih parah di banding ini,dan hal itu gak membuat bang Zhio marah " Zee melamun sendiri,dengan pikiran yang penuh dengan pertanyaan.
" Abang mau kemana?" tanya Zee begitu melihat Zhio beranjak dari duduknya.
" masuk ke kamar, istirahat "jawab Zhio,menatap Zee sekilas lalu pandangan nya lurus ke depan. Menatap Zee pun dengan raut wajah datar nya.
Zhio pun berlalu meninggalkan Zee,Zee hanya bisa meratapi kepergian Zhio kembali ke kamarnya. Zee tidak ingin berkata apa lagi." sikap bang Zhio dingin sekali,sepertinya dia memang marah kepadaku " batin Zee,membuat Zee kembali melamun dan larut dalam pikiran nya sendiri.
" Bang Zhio kok ninggalin kak Zee sendiri sih " Tasya kesal dengan sikap kakak nya itu. Zhea tampak berpikir,sedangkan Bulan terlihat sedih.
" Kalau gitu saatnya berbagi tugas,ayo mendekat " Tasya dan Bulan mengikuti perintah Zhea,mereka saling mendekat. Mulut Zhea terlihat komat kamit, sesekali Tasya dan Bulan menganggukan kepalanya mendengar apa yang Zhea katakan. Entah rencana apa lagi yang sedang mereka buat.
" Siap dengan Rencana selanjutnya?" tanya Zhea.
" Siap..." ucap Tasya dan Bulan bersamaan,dengan suara serendah mungkin.Setelah itu mereka kembali memunculkan diri,menemui Zee di ruang keluarga.
__ADS_1
Tetap stay tune, singgahkan jejak kalian di sini ya 😘