
Karena kondisi Oma yang sudah membaik, semua keluarga Xander kembali ke Rumah mereka. Ayah Xander berulang kali meminta ibu nya untuk ikut bersama mereka, dan biarlah urusan bisnis di sana Ayah Xander sendiri yang akan menangani nya. Namun Oma lebih memilih untuk tetap tinggal dengan alasan masih betah dan ingin berlama - lama di sana.
Sesampai di rumah, bunda Hesty dan ayah Xander memilih untuk langsung ke kamar untuk beristirahat. Begitupula dengan Tasya, sedangkan Zhio langsung ke Rumah sakit karena tadi di jalan ia mendapat panggilan untuk melakukan operasi dadakan pada salah satu pasien yang mengalami kecelakaan.
Operasi berlangsung selama tiga jam lebih, begitu operasi selesai Zhio memilih untuk pulang dan sesampai di rumah Zhio langsung menuju ke kamar nya dan membersihkan diri.
Sesudah mandi, Zhio merebahkan tubuh nya di tempat tidur sembari memainkan ponsel nya.
" Zee sedang apa ya sekarang? aku rindu sama kamu Zee " Karena rindu, Zhio mencoba melakukan panggilan video kepada Zee.
Zee saat ini sedang duduk santai sambil menonton televisi bersama Bulan dan juga Zhea.
" Bang Zhio " batin Zee saat melihat ponsel nya bergetar dan terlihat ada panggilan video masuk dari Zhio.
" Bunda mau kemana? " tanya Bulan saat Zee beranjak dari duduk nya ingin keluar dan duduk di teras rumah.
" Bun.. bun.. da.. mau duduk di depan aja nak " ucap Zee terbata - bata, entah mengapa Zee merasa sedikit malu.
Bulan hanya manggut - manggut dan setelah itu kembali fokus menonton televisi.
" angkat gak yah.. aduh kok aku jadi salting gini " ucap Zee, selama dua hari ternyata bukan hanya Zhio yang terus saja memikirkan Zee tapi Zee pun juga begitu.
" angkat aja deh, bismillah "
" Tu kan panggilan nya mati " karena terlalu lama tidak di angkat, panggilan video dari Zhio berakhir.
" bang Zhio telpon lagi " tak lama Zhio kembali melakukan panggilan video, Zee merapikan dulu rambut nya sebelum ia mengangkat panggilan video dari Zhio.
" Assalamu'alaikum, bang " ucap Zee sembari tersenyum manis.
" Wa'alaikumussalam " ucap Zhio.
" MasyaAllah Zee, kamu cantik sekali. Senyum kamu manis, dan melihat kamu membuat rasa lelah ku jadi hilang " batin Zhio saat melihat Zee.
" Bang.. "
" Bang.. "
" Bang Zhio.. " Zee berusaha membangunkan Zhio dari lamunan nya.
" Eh.. maaf Zee " ucap Zhio.
__ADS_1
" Ia gak apa Bang, emang abang lagi lamunin siapa sih? ajak video call tapi abang nya malah melamun " ucap Zee.
" Lagi melamunin kamu.. maaf ya Zee "
" Ngelamunin aku? abang apaan sih, aku gak ngerti Bang "
" Hahaha,, udah lupakan saja "
" Oh ya bang, gimana kabar Oma nya abang? "
" Alhamdulillah udah baikan Zee, sekarang abang udah di rumah. Hmm.. kamu gak tanya kabar abang nih, cuma Oma aja yang di tanyain " ucap Zhio mencoba menggoda Zee.
" Abang mah gak perlu di tanya, pasti baik kan. Abang juga baru selesai operasi kan? gak capek emang nya bang? " tanya Zee.
" Operasi? nah kok kamu tau Zee, tau dari mana? "
" Astaga, aku keceplosan " batin Zee, sebelumnya Zee mendapat kabar dari Amira kalau Amira melihat Zhio di Rumah sakit dan sedang melakukan operasi. Bukan karena Zee yang mencari - cari tahu mengenai Zhio ya, hanya saja kebetulan Amira yang memberi tahu nya. Ya walaupun sebenarnya Zee senang mendapat kabar itu, karena jika Zhio ada berarti Zhio sudah kembali. Tapi karena berkata seperti itu, Zee jadi malu kepada Zhio.
" Hmm.. tadi Amira yang ngasih tau bang " ucap Zee jujur.
" Oh.. ia abang tadi sempat ketemu Amira juga " ucap Zhio.
" Ia bang "
" Sibuk, gak kok bang "
" Lagi gak capek juga kan? " tanya Zhio lagi.
" Capek, gak juga bang "
" Kalau gitu.. mau dong kalau abang ajak jalan " Zhio memberanikan diri mengajak Zee jalan - jalan.
" Ja.. ja.. lan.. emang nya abang gak capek? "
" Gak Zee, apalagi mau jalan sama kamu " ucap Zhio santai dan alhasil membuat kedua pipi Zee memerah.
" Kalau gitu, tunggu sebentar ya bang. Aku mau minta ijin sama Bulan dulu "
Belum sempat Zhio berkata, tiba - tiba Bulan dan juga Zhea datang menghampiri Zee. Ternyata diam - diam mereka berdua menguping pembicaraan antara Zee dan juga Zhio.
" Om Zhio, Bulan udah ijinin. Ajak aja bunda jalan Om " ucap Bulan kepada Zhio.
__ADS_1
" Iya bang, bawa aja kak Zee jalan. Kasian udah lama gak ada yang ngajak kak Zee kencan " teriak Zhea, dan alhasil membuat kedua mata Zee membulat dan menatap Zhea tajam.
" Kalau perlu mau ajak ke pelaminan sekalian boleh kak, iya kan Bulan? " ucap Zhea sembari melihat Bulan.
" Iya Om, Bulan setuju aja "
" Zhea apaan sih " bisik Zee sembari menepuk lengan Zhea. Zhea hanya terkekeh melihat kakak nya yang wajah nya sudah memerah seperti kepiting rebus.
Mendengar hal itu, Zhio hanya bisa senyum - senyum sendiri. Bahagia nya, anak dan adik Zee sangat mendukung hubungan nya dengan Zee. Tinggal meyakinkan Zee nya saja lagi.
" Ya udah ya bang, aku mau siap - siap dulu " ucap Zee lalu mematikan sambungan telepon nya.
Plakk..
Plakk..
Zee menepuk satu persatu lengan Bulan dan juga Zhea, mereka berdua benar - benar sudah membuat Zee malu.
" Ihh bunda.. sakit tau "
" Iya nih kak, sakit tau kak "
Padahal pukulan dari Zee tidak sama sekali sakit, Bulan dan Zhea hanya melebih-lebihkan keadaan.
" Biarin, biar kalian tau rasa. Kalian nih apaan sih ngomong kayak gitu tadi di depan bang Zhio, terus kenapa tadi tiba - tiba muncul, nguping ya? "
Bulan dan Zhea hanya saling pandang kemudian saling menebar senyum. Memang benar sejak tadi mereka menguping pembicaraan Zee dan juga Zhio.
" Bunda mau jalan kan.. ayo cepat siap - siap " ucap Bulan mengalihkan pembicaraan.
" Pinter banget ya anak bunda ni, mau ngeles, mau mengalihkan pembicaraan " ucap Zee.
" Hahaaa... Bunda tau aja "
" Cepat sana kak, nanti bang Zhio keburu datang " ucap Zhea lalu menarik kakak nya itu untuk masuk kedalam. Akhirnya Zee menurut, Bulan dan Zhea selamat dan tidak lagi menerima omelan dari Zee.
Didalam kamar, Zhea dan Bulan membantu Zee berganti pakaian dan memilihkan dress yang cocok dan cantik untuk Zee pakai. Setelah itu Zhea juga merias sedikit wajah Zee, maklum saja kalau masalah merias wajah Zhea memang lebih jago dari kakak nya itu. Dan di Rumah Zhio, Zhio juga sedang bersiap dan berganti pakaian.
Malam ini Zhio akan mengajak Zee makan malam di sebuah restaurant mewah dan juga romantis. Zhio juga akan mengutarakan isi hatinya kepada Zee. Inilah saat yang tepat.
**Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini... 😘**