
Pagi - pagi sekali Zhea sudah bangun untuk melaksanakan sholat subuh, Zhea juga membangunkan Bulan untuk sholat bersama nya.
" Bulan.. sudah subuh, ayo bangun "
" Iya sebentar bunda, dikit lagi.. " Bulan berbicara dengan kedua mata yang masih tertutup.
" Ini onty.. bukan bunda.. cepat bangun Bulan.. "
Mendengar kata Onty, Bulan langsung membuka kedua mata nya. Dan benar Zhea lah yang membangunkan nya tidur, bukan bunda nya.
" Ini benar onty, ya ampun onty..onty kenapa sudah bangun, onty sakit? " Bulan meletakkan tangan nya di dahi Zhea, Bulan melakukan itu karena tidak biasanya Zhea bangun sepagi ini dan terlebih dahulu bangun dari pada dirinya. Dan biasanya Bunda nya lah yang membangunkan mereka, dan Zhea itu sangat susah kalau di bangunkan tidur.
" Onty gak sakit, Bulan. Ayo cepat bangun, bentar lagi adzan kita sholat sama - sama. Onty mau ke kamar mandi dulu, habis ini kamu bangunin kak Zee ya " Zhea beranjak lalu pergi ke kamar mandi.
" Astagfirullahaladzim, Zhea!! " Zee terkejut melihat Zhea yang berdiri tepat di depan nya, Zee baru saja ingin keluar dari kamar mandi.
" Kakak... "
" Kamu tu bikin kaget "
" kakak juga bikin kaget, Zhea kan mau ke kamar mandi kak "
" Kamu tumben udah bangun? "
__ADS_1
" Hmm.. cerita sekarang gak ya.. gimana nih..'" batin Zhea.
" Dek.. adek.. kakak tanya kok kamu melamun sih "
" Hah.. itu.. gak.. gak apa kak, ya udah aku mau masuk dulu kak " Zhea buru - buru masuk ke dalam kamar mandi, ia masih bingung apakah kah cerita mengenai iqbal sekarang atau nanti saja. Zhea masih merasa takut, padahal ia susah tidur semalam karena memikirkan bagaimana tanggapan kakak nya jika kakak nya tahu selama ini Zhea sudah mempunyai kekasih.
Selesai sholat subuh berjamaah, Zee dengan biasa langsung menuju dapur untuk membuat sarapan dan bekal nya untuk makan siang di Rumah sakit nanti.
" Mumpung kak Zee lagi sendiri, aku cerita sekarang. Bismillahirrahmanirrahim "
Zhea menghampiri kakaknya yang sedang sibuk memasak di dapur.
" kak Zee "
" Kak, malam ini Zhea boleh jalan gak? "
" ya bolehlah dek, jalan sama siapa? "
" sama teman Zhea kak, tapi.. teman Zhea itu.. cowok kak, pacar nya Zhea " Zhea menutup kedua mata nya, rasanya gak sanggup melihat ekspresi wajah kakak nya begitu tau kalau Zhea ingin jalan bersama pacar nya.
Mendengar hal itu Zee menghentikan aktivitas memasak nya dan duduk di depan Zhea.
" Kamu bilang apa tadi dek? pacar? "
__ADS_1
" I.. i.. ya kak, maafkan Zhea ya kak. Sebenarnya selama ini Zhea udah punya pacar. Nama nya Iqbal, kakak kelas Zhea. Sekarang dia udah lulus kak terus kuliah, Zhea udah pacaran selama dua tahun. Maaf gak pernah cerita sama kakak, kakak jangan marah ya. Zhea janji gak bakalan pacaran yang aneh - aneh kak, Zhea janji bakal jaga diri kak "
Zhea terus saja berbicara dan meminta maaf kepada Zee. Bahkan Zhea berbicara sembari menangis, Zee tersenyum melihat Zhea lalu membawa Zhea ke dalam pelukan nya.
" Kenapa nangis dek? kakak gak marah sama kamu " Zee melepas pelukan nya lalu menghapus air mata yang kini membanjiri wajah Zhea.
" Hiks.. hiks.. hiks.. makasih kak, aku takut kakak marah dan melarang aku seperti bapak " Zhea kembali memeluk kakak nya.
Dulu saat Zee ketahuan hamil di luar nikah, Pak Bayu sangat marah besar. Bahkan Pak Bayu bertengkar dengan ibu nya Zhea dan Zee di depan Zhea. Zhea yang saat itu masih SD, sangat takut melihat betapa marah nya Pak Bayu saat itu. Karena hal itu Pak Bayu sangat mengekang dan mewanti - wanti Zhea untuk tidak berpacaran, dan boleh berpacaran setelah Zhea lulus kuliah. Sebenarnya tidak ada yang salah dari itu semua, kedua orang tua kita pasti ingin yang terbaik kan untuk anaknya. Dan dalam agama pun juga tidak memperbolehkan kita untuk berpacaran, hanya saja sebagai manusia biasa Zhea masih belum bisa menahan itu. Dan Zhea juga berjanji akan tetap berpacaran dengan sehat dan menjaga dirinya dengan baik.
Zee juga bisa memaklumi sikap dari Pak Bayu, maklum saja mungkin karena tidak ingin Zhea mengalami hal yang sama dengan Zee maka dari itu Pak Bayu sangat mengekang Zhea. Tapi sebenarnya Zee tidak terlalu sependapat dengan Pak Bayu, karena menurut Zee seharusnya Zhea tidak terlalu di kekang. Karena terlalu di kekang itulah Zee dulu bisa hamil di luar nikah, terlalu mengekang tapi tidak pernah memberi perhatian dan kasih sayang kepada anak nya. Hanya bisa marah lalu menyalahkan, itulah yang Pak Bayu lakukan dahulu. Dan sejak kejadian Zee itu membuat Pak Bayu tidak berubah dan bahkan semakin mengekang Zhea.
Hal itu lah membuat Zhea takut, dan juga takut kalau Zee juga mengekang dan memarahi nya seperti yang Pak Bayu lakukan. Padahal tidak seperti yang Zhea pikirkan, Zee sama sekali tidak marah. Zee tidak ingin terlalu mengekang adik nya. Apalagi adik nya sekarang sudah kelas tiga SMA bahkan sebentar lagi lulus dan melanjutkan ke jenjang kuliah. Menurut Zee, Zhea sudah cukup dewasa dan yakin jika Zhea bisa menjaga diri nya dengan baik. Tapi yang pasti tetap dalam pengawasan Zee juga dan dalam batas yang wajar.
" Sudah jangan nangis lagi, gak terasa adik kakak udah beranjak dewasa ya. Kakak percaya kamu pasti bisa jaga diri kamu dengan baik, jangan kecewakan kepercayaan kakak ya dek. Masalah bapak gak usah terlalu di pikirkan, sebagai orang tua pasti bapak mau yang terbaik untuk anak nya. Dan kamu harus buktikan sama bapak, walaupun kamu saat ini sedang berpacaran tapi kamu tetap bisa sukses dan bisa meraih cita - cita kamu dan juga membahagiakan bapak dan juga ibu. Ingat, jaga diri baik - baik jangan seperti kakak yang dulu "
" Iya Zhea janji kak, makasih ya kak. Kakak memang kakak terbaik " Zhea kembali memeluk Zee, Zhea merasa tenang dan bahagia sekarang. Zee memang selalu bisa mengerti dirinya, dan Zhea berjanji akan menjaga kepercayaan kakak nya ini dengan baik.
**Bersambung..
Maaf kalau agak ribet bacanya ya 😆
Mohon di koreksi dan semoga kalian mengerti maksud dan bisa menangkap makna dari cerita di atas yah..
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini... 😘**