
Setelah mengatur jadwal kerja nya di Rumah sakit, Zhio akhirnya siap untuk menginjakkan kakinya di perusahaan Alexander Group. Perusahaan yang di pimpin oleh Ayah nya sendiri dan yang pasti dalam waktu dekat Zhio lah yang akan menggantikan posisi sang Ayah.
Pagi ini Zhio sudah terlihat sangat tampan, Zhio berdiri di depan kaca dan memandangi diri nya sendiri. Bukan jas putih khas Dokter nya yang ia pakai, melainkan ia memakai setelan dengan jas yang berwarna hitam. Zhio menarik nafas panjang lalu membuang nya perlahan, dan setelah itu ia tersenyum sendiri sembari terus menatap diri nya di balik kaca.
" Bismillah, insyaallah aku sudah siap " dengan keyakinan dan percaya diri Zhio melangkah pergi dan keluar dari kamar.
" Astaghfirullah, Tasya!!! " Zhio terkejut karena Tasya sang adik sudah berdiri dan menunggu nya di depan pintu, entah sejak kapan adiknya itu berdiri di sana.
" ciehh...ciehh?...Abang...sumpah..Abang Zhio tampan banget " Tasya sibuk memperhatikan penampilan Abangnya sembari memutari Zhio dan memperhatikan penampilan Zhio dari atas sampai bawah.
" Kamu baru sadar kalau Abang tampan " ucap Zhio.
" Abang Zhio kan emang tampan, apalagi pakai jas kayak gini. Bukan main Bang, Abang terlihat makin tampan dan berwibawa. Kak Zee kalau liat Abang kayak gini, pasti bakalan terkesima deh. Eh tunggu bentar Bang " Tasya mengambil ponsel nya dan berniat untuk berfoto bersama Zhio.
" Kamu mau ngapain dek " tanya Zhio.
" Mau foto, foto ya Bang. Ayo sini, senyum " Tasya meminta Zhio untuk berfoto bersama nya, Zhio pun tersenyum dan menuruti permintaan Tasya.
" liat deh bang, bagus kan foto nya. Sekarang giliran Abang yang foto sendiri " Tasya sudah siap untuk mengambil foto sang kakak namun Zhio malah menghindar dan menutupi wajah nya.
" Kan tadi sudah dek, sekarang kita turun aja. Ayah sama Bunda pasti sudah nungguin "
__ADS_1
" Sebentar aja Bang, adek mau kirim foto Abang ke Kak Zee nih " ucap Tasya lalu mengiringi Zhio dari belakang karena Zhio sudah meninggalkan nya dan berjalan terlebih dahulu untuk menemui kedua orang tua mereka yang sudah menunggu untuk sarapan bersama.
" Selamat pagi Bun, Ayah " sapa Zhio saat sudah berada di ruang makan. Ayah Xander dan juga Bunda Hesty tersenyum bahagia melihat penampilan Zhio.
Zhio dan juga Tasya duduk bersama dan memulai sarapan mereka bersama Ayah Xander dan juga Bunda Hesty.
" Ayah sama Abang berangkat dulu ya Bun " ucap Ayah Xander kepada Bunda Hesty. Tak lupa Tasya juga ikut berpamitan, Ayah Xander dan Zhio juga memilih untuk berangkat memakai kendaraan masing - masing karena setelah dari kantor, Zhio akan langsung ke Rumah sakit.
*****
Sekitar 45 menit, akhirnya Zhio dan Ayah Xander sampai di Alexander Group. Sesampai di sana semua karyawan menatap kagum kepada mereka berdua, dan yang menjadi pusat perhatian adalah lelaki yang berjalan di samping Ayah Xander yang tak lain adalah Zhio.
Sebenarnya ini bukan kali pertama Zhio menginjakkan kaki nya di perusahaan Ayahnya. Zhio pernah mengunjungi perusahaan saat ia masih berumur 6 tahun dan terakhir saat Zhio masih duduk di kelas 2 SMA. Dan semenjak kuliah Zhio tidak pernah lagi ke perusahaan, setelah lulus kuliah kedokteran nya di luar negeri pun Zhio langsung bekerja. Hal itulah yang membuat Zhio semakin tidak ada waktu untuk sekedar berkunjung ke perusaahaan Ayahnya.
Ayah Xander langsung membawa Zhio ke ruangan kerja nya. Sesampai di sana, Zhio memperhatikan setiap sudut ruangan. " Tidak ada yang berubah ya Yah, cuma cat dinding nya saja " ucap Zhio sembari tersenyum kepada sang Ayah.
" Kamu masih ingat Zhio, Ayah memang tidak banyak merubah ruangan ini. Tapi nanti setelah kamu menggantikan posisi Ayah, kamu bisa mengganti nya sesuka kamu nak. Ayah senang sekali akhirnya kamu sudah siap untuk memimpin perusahaan ini "
" Iya Yah, Zhio juga senang "
Tok..tok..tok..
__ADS_1
" Masuk " ucap Ayah Xander.
" Selamat Pagi Pak " sapa Pak Niko, Pak Niko adalah asisten pribadi Ayah Xander. Umur Pak Niko lebih tua 5 tahun dari Ayah Xander, Pak Niko sudah sangat lama menjadi asisten pribadi Ayah Xander. Pak Niko menjadi asisten pribadi Ayah Xander saat umur Zhio masih dua tahun, ya sangat lama. Dan Pak Niko juga sudah sangat mengenal Zhio, Zhio pun begitu karena Pak Niko juga sering datang ke rumah mereka.
" Selamat pagi juga Pak Niko " sapa Zhio terlebih dulu.
" Apa Tuan Zhio sudah siap? " tanya Pak Niko, sejak Zhio kecil Pak Niko sering memanggil Zhio dengan sebutan Tuan muda. Dan sekarang Pak Niko juga tetap memanggil dengan sebutan yang sama.
" Insyaallah Pak Niko " ucap Zhio.
" Kalau begitu mari kita ke ruang meeting sekarang Pak Xander, Tuan Zhio " ajak Pak Niko dan di balas anggukan oleh Ayah Xander. Mereka bertiga keluar dari ruangan dan menuju ruang meeting.
Meeting kali ini berlangsung sekitar tiga jam, karena selain memperkenalkan Zhio sebagai pimpinan terbaru di perusahaan. Ayah Xander dan juga Zhio membahas mengenai perkembangan Alexander Group selanjutnya dan cabang - cabang yang lain. Kali ini Ayah Xander meminta Zhio untuk menjelaskan secara detail mengenai rencana - rencana apa saja yang akan di rancang untuk kemajuan perusahaan mereka.
Zhio terlihat sangat santai dan juga tidak mengalami kesulitan dalam membacakan persentasi nya di depan Ayah Xander dan juga beberapa karyawan. Hal itu karena Zhio beberapa minggu sebelum menginjakkan diri ke perusahaan, setiap malam Zhio selalu memepelajari seluk beluk mengenai perusahaan. Dan bahkan setelah belajar, Zhio memiliki banyak ide agar Alexander Group semakin berkembang. Dan tentu saja hal itu membuat Ayah Xander semakin senang dan bangga kepada anak nya, ia pun semakin yakin bahwa Zhio akan mampu memimpin perusahaan mereka.
Dan tidak hanya Ayah Xander yang kagum akan Zhio, semua karyawan di sana juga terkesima dan kagum melihat jiwa kepimpinan Zhio yang sangat tinggi. Padahal awalnya mereka sempat meragukan kemampuan Zhio, karena yang mereka tau Zhio hanyalah seorang dokter. Zhio juga sangat jarang mereka lihat menginjakkan kaki nya di perusahaan, apa benar dia bisa memimpin? dan ternyata dugaan mereka salah.
Setelah meeting selesai, Zhio kembali ke ruang kerja nya. Di sana Zhio sudah kembali di sibukkan dengan beberapa berkas dan ada hal - hal yang juga masih banyak yang perlu ia pelajari. Dan tentu saja Ayah Xander juga masih ada di sana untuk membantu nya.
Hari yang begitu melelahkan bagi Zhio, dan setelah pukul 4 sore Zhio pulang dan langsung menuju ke Rumah sakit.
__ADS_1