
Ujian praktek Zee pun di mulai, berulang kali Zee menyemangati dirinya sendiri,dan tak lupa sebelum ujian di mulai ia membaca doa terlebih dahulu.
Entah mengapa Zee merasa tidak percaya diri dan sedikit merasa terbebani dengan ujiannya hari ini.
Tidak seperti dulu dimana ia selalu bisa santai dan menjalani ujiannya dengan nyaman.
Dua jam lamanya Zee menjalani ujian prakteknya, bahkan Zee harus berdiri selama sejam lebih, membuat kedua kaki Zee terasa begitu penat.
" Alhamdulillah, akhirnya ujian selesai ya Zee "
Zee dan Amira keluar dari ruang ujian dan duduk di kursi panjang yang ada di depan ruangan. Zee yang benar - benar lelah tidak berkata apa-apa. Ia langsung duduk dan memijiti kakinya yang terasa keram.
" Penat ya Zee, kamu hebat Zee bisa nyelesaikan ujiannya di saat hamil seperti ini. Kamu tau gak kalau aku tadi itu deg-degan banget Zee. Untung aja semua sudah selesai "
Zee mengambil ponselnya di dalam tas, dan ternyata banyak sekali pesan yang masuk. Pesan tersebut tak lain dari sang suami yaitu Zhio yang menanyakan bagaimana keadaan Zee dan bagaimana dengan ujian yang Zee laksanakan.
" Zee, kamu haus gak ? "
" Iya Ra, bahkan aku laper banget "
" Ya udah kalau gitu aku beli minuman sama makanan dulu ya, kamu tunggu di sini aja. Kamu pasti capek kan, gak bisa jalan "
" Iya sih Ra, tapi gak apa Ra kamu pergi sendiri ? "
" Ya gak apalah Zee, benar ya "
Amira meninggalkan Zee sendirian, ia pergi untuk membelikan Zee makanan.
Selagi menunggu Amira, Zee pun menyempatkan untuk menghubungi Zhio. Namun panggilan Zee tidak di jawab oleh Zhio karena Zhio saat ini sedang melaksanakan rapat bersama para karyawan kerjanya.
" Mungkin Abang lagi sibuk " batin Zee.
Zee yang sedang tunduk dan sibuk dengan ponselnya di kejutkan dengan sebuah botol air mineral yang ada di depannya. Dan saat mendongakkan kepala, seorang lelaki tampan yang sangat-sangat Zee kenali berada di depannya dan memberinya sebotol air mineral.
" Hei Zee " sapa Syam dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
" Dokter Syam " ucap Zee.
__ADS_1
Syam langsung duduk di sebelah Zee tanpa Zee pinta, ia begitu dalam menatap Zee. Karena rasa rindunya yang sudah lama tak bertemu dengan Zee.
Zee melirik ke kanan dan kekiri, tidak ada orang yang lewat , hanya ada Zee dan Syam. Zee pun beranjak dan sedikit mundur dari duduknya semula, ia ingin menjaga jarak dari Syam.
Syam merasa heran dengan yang Zee lakukan, tapi Syam tak mau ambil pusing akan hal itu.
" Apa kabar Zee ? " tanya Syam.
" Saya..saya baik Dokter Syam, sudah lama sekali tidak bertemu. Bagaimana dengan Dokter Syam sendiri ? kabarnya baik ? " tanya Zee.
" Alhamdulillah baik, apalagi bertemu dengan kamu, aku merasa lebih baik "
" Syukurlah, kata Amira dan teman-teman , Dokter Syam di pindah tugaskan ke luar kota ya "
" Ya benar Zee, saat perjalanan ponselku tak sengaja terjatuh dan rusak. Jadi semua kontak teman-teman dan kontak ponsel kamu juga hilang Zee. Belum lagi tempat ku bertugas cukup pelosok, jadi tidak ada jaringan dan sinyal sama sekali di sana "
Syam bercerita kepada Zee dengan terus menatap Zee dengan tatapan kerinduan. Zee merasa sedikit risih dengan tatapan Syam.
" Jadi begitu, oh ya Dokter Syam. Kalau begitu saya permisi ya. Amira sudah menunggu saya di bawah "
Zee diam, niatnya untuk menghindari Syam. Tapi kalau Syam juga ikut turun dengannya bagaimana ? walaupun sebenarnya tidak mengapa, tapi Zee merasa tidak nyaman. Zee tidak ingin nantinya mereka berdua akan menjadi bahan perbincangan.
" Dokter Syam " sapa Amira yang sudah datang dan terkejut saat melihat Syam.
" Hei Amira, apa kabar ? " Syam berdiri dan menyapa Amira, mereka berdua saling berjabat tangan.
Zee merasa terselamatkan dengan kehadiran Amira.
" Dokter Syam kapan datangnya ? gimana kabarnya sekarang ? " tanya Amira.
" Baru kemarin , Alhamdulillah saya sudah kembali di tugaskan di sini, dan hari ini saya sudah mulai bertugas kembali "
" Wah...syukurlah "
" Kalian, ingin makan ya ? " tanya Syam.
" Iya Dokter, karena ujian tadi Zee mengalami keram pada kakinya. Jadi saya turun untuk membeli makanan dan minuman untuk Zee , maklum saja Zee sedang mengandung , jadi lebih cepat lelah "
__ADS_1
" Mengandung ? " tanya Syam, Syam terkejut mendengar kabar kehamilan Zee.
" Iya Dokter, Dokter belum tau ya. Zee sudah menikah dengan Dokter Zhio dan sekarang sedang mengandung "
Bagaikan tersambar petir, Syam begitu merasa terkejut dan kecewa, pasalnya ia begitu berharap setelah kedatangannya, ia bisa kembali bertemu dan mengutarakan isi hatinya kepada Zee. Tapi ternyata justru berbanding terbalik.
" Kalau begitu selamat Zee, sampaikan salam ku pada Zhio "
Zee hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya kepada Syam.
" Baiklah kalau begitu silahkan di lanjut makannya, saya ingin kembali bekerja "
" Oh ya Dokter Syam, saya senang Dokter Syam sudah kembali " ucap Amira.
Syam tersenyum kepada Zee, dan meninggalkan Zee juga Amira. Syam berjalan dengan lunglai, ia merasa sangat kecewa dan patah hati saat ini.
" Dokter Syam makin ganteng ya Zee, lama banget gak ketemu Dokter Syam "
Zee tidak memperdulikan ucapan Amira, ia langsung melahap makanan yang Amira beli, Zee benar-benar sangat lapar.
" Ponakan onty pasti lapar berat ya, tuh liat bunda kamu aja makannya sampe lahap gitu " ucap Amira , mengajak calon buah hati Zee berbicara.
" Kamu beli apa Ra ? " tanya Zee saat melihat makanan Amira yang berbeda dengannya.
" Nasi Padang, kamu mau coba ? " Amira menyodorkan bungkus nasinya kepada Zee. Dan Zee dengan senang hati mencobanya.
" Ihh enak Ra, kenapa gak belikan aku yang sama Ra "
" Kamu kan biasanya gak terlalu suka nasi Padang, makanya gak aku beliin. Tapi sekarang kan udah ada dedek bayi ya, pasti selera kamu udah berubah Zee, ngikutin selera anak kamu. Hahaha " ucap Amira.
" Beneran enak Lo Ra, aku minta lagi ya Ra " pinta Zee, lalu kembali mencomot nasi Padang Amira.
" Iya Zee ku sayang, sini, kita taruh di bawah, kita makan sama-sama "
Zee dan Amira makan dengan saling bertukar makanan, mereka makan dengan saling bersenda gurau. Kali ini Zee makan begitu banyak karena ia merasa sangat lapar, Amira begitu senang melihat Zee makan dengan lahap.
Bersambung...
__ADS_1