
Ucapan Kevin yang berencana mengajak Zhea jalan-jalan ternyata hanyalah angan-angan. Nyatanya semalaman Kevin dan Zhea hanya menghabiskan waktu mereka di dalam kamar hotel. Kevin benar-benar mengurung Zhea dan menghabiskan malam mereka berdua untuk saling berpadu cinta. Mereka berdua juga baru bisa tidur tepat pukul tiga pagi di saat mereka sudah saling kelelahan.
Zhea membuka kedua matanya saat cahaya matahari mulai masuk dari balik celah jendela.
" Dimana bang Kevin ? " batin Zhea saat tak melihat Kevin di sampingnya.
Zhea pun ingin beranjak namun Zhea merasa tidak mampu bangkit karena tubuhnya terasa sangat penat. Tubuh Zhea terasa remuk, Zhea pun jadi senyum - senyum sendiri saat mengingat apa yang sudah ia lakukan bersama suaminya semalam. Entah karena efek lama tak bertemu, atau karena Zhea yang sudah nakal dan berani menggoda suaminya, menurut Zhea , Kevin sangatlah beringas dan terlihat sangat berbeda , Zhea hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan sang suami, ya walaupun sebenarnya Zhea juga sangat menyukainya.
" Kenapa senyum - senyum sendiri "
Zhea membuka kedua matanya saat mendengar suara Kevin, dan Kevin sudah berada tepat di depan matanya.
" Bang Kevin "
Kedua pipi Zhea memerah, ia malu sekali saat Kevin menegurnya , untung saja Kevin tidak tahu kalau sebenarnya ia saat ini sedang membayangkan adegan panas mereka semalam.
Zhea pun beranjak dari tempat tidur, melihat itu Kevin bergerak cepat untuk membantu istrinya, ia tahu bahwa tubuh Zhea pasti terasa sakit karena ulahnya semalam.
" Mau mandi sekarang ? "
Kevin mengelus-elus lembut pipi Zhea. Zhea tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
" Sini Abang gendong "
Zhea pun pasrah , ia memang tidak sanggup untuk berjalan lagi, Zhea pun bergelayut manja dalam gendongan Kevin.
" Mau Abang mandiin juga ? " goda Kevin.
" Gak bang..aku mandi sendiri aja, nanti kalau Abang yang mandiin lain lagi ceritanya " ucap Zhea dan Kevin pun terkekeh mendengarnya.
" Iya sayang, baiklah "
Karena malam harinya Zhea akan kembali berangkat ke Korea, Kevin dan Zhea memilih untuk bersiap kembali ke rumah siang hari nya.
__ADS_1
Sampai di rumah, Ibunya Kevin sudah menyiapkan makan siang untuk Kevin dan Zhea. Ia sengaja masak makanan dalam jumlah banyak , sedikit banyak ibunya Kevin sudah tahu makanan kesukaan Zhea , jadi ibunya Kevin memasak banyak sekali makanan kesukaan Zhea. Karena jika sudah kembali ke Korea, akan butuh waktu yang lama lagi untuk Zhea bisa merasakan masakan nya.
" Assalamualaikum "
" Wa'alaikumussalam "
Dengan penuh kegirangan, Ibunya Kevin menyambut kedatangan anak dan menantunya itu.
" Mama udah nunggu kalian dari tadi, kalian belum makan siang kan, Mama udah masak banyak untuk kalian berdua "
" Ya ampun Ma, coba tau tadi Zhea sama bang Kevin lebih awal pulangnya biar Zhea bisa bantuin Mama masak "
" gak apa sayang, ya udah taruh tas kalian dulu di kamar, Mama tunggu di meja makan ya "
" Iya Ma "
Melihat Mama Mertuanya, membuat Zhea kembali bersedih, pertemuan nya dengan teman Mama Mertuanya waktu itu tidak membuat Zhea lupa, Zhea bahkan masih memikirkannya hingga sekarang.
Sejak kemarin sebenarnya Kevin sudah merasa ada yang berbeda dari istrinya, istrinya lebih banyak melamun sendirian, namun Kevin enggan bertanya kepada Zhea.
" Bang, bisa bicara sebentar "
Inilah yang Kevin tunggu, dugaannya benar dan akhirnya Zhea berbicara sendiri, Kevin senang karena Zhea mau berbicara kepadanya.
Zhea menatap Kevin, sebenarnya hal ini sudah sangat sering Zhea ucapkan kepada Kevin. Tapi kali ini Zhea akan kembali mengatakan nya.
" Aku..aku pindah kuliah di sini aja ya bang "
Kevin mengira bahwa permasalahan ini sudah usai, namun ternyata Zhea masih saja memikirkan nya.
" Kenapa sayang ? Apa ada sesuatu ? "
" Aku..aku hanya ingin menjalankan tugasku sebagai istri dengan baik bang , setidaknya aku bisa menjalankan tugasku sembari tetap kuliah bang "
__ADS_1
" Lalu, menurut kamu apa kamu bukan istri yang baik bagi Abang ? "
" Iya..bukan.. "
Seketika air mata Zhea mengalir, Zhea benar-benar merasa bimbang , padahal sebelumnya ia juga sudah membahas ini dengan Kevin, dan Zhea sudah sangat yakin dengan keputusannya , dan semangat menjalani semua nya karena Kevin juga yang selalu mendukungnya. Tapi karena kejadian beberapa hari lalu , membuat Zhea kembali bimbang.
Kevin membawa Zhea kedalam pelukannya, membiarkan Zhea menangis hingga Zhea merasa tenang.
" Ada yang mengganggumu pikiranmu sekarang Zhe ? Katakan , Abang yakin pasti karena hal lain kan ? "
" Tidak bang, aku hanya ingin pindah kuliah di sini saja, aku ingin kita segera memilki anak "
" Anak ? Bukannya kita juga sudah membahas ini Zhe, Abang tidak masalah mengenai anak Zhe, Abang memang menginginkan nya, tapi tidak masalah juga untuk Abang jika kita harus menunda nya, kamu harus menyelesaikan kuliah kamu dulu, itu impian dan cita-cita kamu Zhe , Abang sudah katakan kan, jadi kamu tidak harus memikirkan hal itu lagi Zhe, fokuslah untuk menuntut ilmu di sana "
Sebenarnya Zhea ingin menceritakan mengenai pemicu kesedihan nya yaitu melahirkan seorang cucu untuk ayah dan ibu Mertuanya. Tapi Zhea tidak yakin untuk menceritakan hal itu kepada Kevin, Zhea takut jika nantinya Kevin berpikiran bahwa Mama lah yang memaksa Zhea, atau berbicara sesuatu mengenai cucu kepada Zhea, Zhea tidak ingin nantinya terjadi kesalahpahaman antara keduanya.
" Aku gak mau bang, aku tetap ingin pindah kuliah di sini saja "
" Zhe, pindah kuliah dari sana ke sini tidak mudah, lagi pula kamu baru saja memulainya "
" Justru itu bang, karena baru , bukannya lebih baik aku pindah sekarang dari pada nanti "
" Abang sudah lelah membahas ini Zhe, Abang jadi bingung sama kamu, baiklah terserah kamu saja "
Kevin pun merasa kesal kepada Zhea, jujur ia sudah sangat lelah membicarakan hal ini kepada Zhea, Kevin juga tidak mengerti jalan pemikiran Zhea yang berubah - rubah, Kevin juga merasa sedikit kecewa karena Zhea mudah sekali menyerah, padahal Kevin sudah merelakan semua nya , merelakan perasaan nya, dan berusaha sekali agar Zhea dapat mengejar pendidikan di sana. Semua Kevin lakukan untuk Zhea, tapi Zhea tak mengerti pengorbanan Kevin untuknya.
Itulah perbicangan terakhir mereka, Kevin beranjak pergi keluar kamar setelahnya. Tidak ingin tersulut emosi, Kevin memilih pergi untuk menenangkan diri.
Zhea kembali menangis setelah Kevin keluar dari kamar, Zhea kembali bersedih karena Kevin justru marah kepadanya. Biasanya suaminya itu selalu berusaha untuk menghibur Zhea, namun kali ini berbeda, dari nada suara nya saja sudah terlihat. Ya menurut Zhea itu wajar karena mungkin memang Kevin sudah lelah , lelah karena kembali berselisih mengenai permasalahan ini.
Kevin berjalan menuju teras rumah mereka, melamun seorang diri, seharusnya mereka berada di ruang makan untuk makan siang, namun Kevin dan Zhea justru menyendiri.
Sampai di teras rumah, Kevin merasa menyesal karena berkata seperti itu kepada istri nya dan meninggalkan Zhea yang saat ini sedang bersedih.
__ADS_1