
Dua jam kemudian Zhio dan Bulan datang, seharusnya Zhio dan Bulan sudah sampai ke rumah setengah jam yang lalu. Bukan karena susah mencari es cream permintaan Zee, melainkan jalanan yang macet karena terjadi sebuah kecelakaan di jalan menuju kekediaman mereka.
Zhio juga sempat turun dari mobil dan ikut membantu para korban kecelakaan.
" Bi, ice cream nya Bulan taruh di kulkas ya. Yang ini punya bunda "
Zhio membeli 6 cup es cream dengan ukuran besar, satu untuk bulan, dua untuk Tasya dan Zhea, sedangkan dua lagi untuk Zee.
" Ya udah, Abi langsung ke atas ya mau ketemu Bunda sekalian bawa es cream nya untuk bunda "
" siap Bi "
Dengan senyum bahagia, Zhio naik ke lantai atas dengan membawa dua cup besar ice cream yang sesuai dengan permintaan sang istri. Satu cup es cream saja sebenarnya sudah cukup. Hanya saja Zhio begitu bersemangat sampai - sampai membeli dua cup besar sekaligus.
Sesampai di kamar, Zhio melihat Zee sedang berbaring di tempat tidur. Tubuh Zee tertutupi oleh selimut tebal. Zhio berjalan ke arah Zee dan mencoba membangunkan sang istri.
" Sayang..Abang udah bawain es cream nya " ucap Zhio dengan lemah lembut lalu perlahan membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya.
" OMA !!! " teriak Zhio begitu melihat sang istri berubah menjadi Oma Diana. Zhio benar - benar terkejut, hampir saja es cream yang ia bawa terlempar ke wajah Oma Diana. Mendengar teriakan Zhio membuat Oma terbangun.
" Zhio !! "
" ini beneran Oma ? " tanya Zhio, Zhio mendekat lalu menatap Oma.
" Iya, ini Oma kamu Zhio. Kenapa kaget begitu bang, teriak - teriak lagi . Untung Oma gak jantungan dengar kamu teriak gitu "
" Yang ada bukan Oma yang jantungan, tapi Zhio, Oma. Oma kapan datangnya, kenapa gak kasih kabar ? " Zhio Salim kepada Oma Diana.
" Baru dua jam yang lalu, Oma sengaja gak kasih kabar mau kasih kejutan buat kalian " ucap Oma sembari terkekeh.
" Kalau begitu kejutan Oma berhasil , Zhio benar - benar terkejut dan hampir jantungan gara - gara Oma " ucap Zhio sembari tertawa dan Oma Diana juga ikut tertawa.
" Itu Abang lagi bawa apa ? " tanya Oma saat melihat Zhio memegang dua cup es cream.
" Ini es cream, Oma. Oh ya, istri Abang kemana Oma ? " Zhio bertanya sembari memperhatikan sekeliling kamar.
" Oh, emangnya di bawah gak ada ? "
" Gak ada Oma, ya udah Oma istirahat aja. Biar Abang cari Zee. Zee bilang kalau kepala nya lagi pusing , jadi Abang pulang cepat. Terus juga tadi Zee minta di beliin es cream ini sama Abang " jelas Zhio.
" Zee sakit ? " tanya Oma, Oma merasa bersalah karena ia sudah mengerjai Zee. Bahkan menyuruh dan meminta ini dan itu kepada Zee.
__ADS_1
" Zee bilang dia lagi gak enak badan , Oma. Maka nya Abang mau cari istri Abang dulu. Abang mau liat keadaannya Oma "
" Ya udah, Oma ikut "
" Gak usah Oma, Oma istirahat aja. Oma pasti capek kan habis dari perjalanan jauh "
" Oma gak capek bang, gini - gini fisik Oma masih kuat. Ayo kita turun " Zhio membantu Oma Diana turun dari tangga.
Tujuan mereka adalah kamar tamu, karena kalau bukan di sana dimana lagi. Di dapur Zee juga tidak ada.
Ceklek..pintu kamar terbuka. Zee yang sedang berbaring langsung melihat ke arah pintu.
" Abang, Oma "
" gimana keadaan kamu sayang ? " tanya Zhio, Zhio melihat wajah Zee tampak pucat.
" aku baik bang, itu es cream nya kan ? " Zee yang semula merasa tidak bersemangat seketika ceria saat melihat ice cream yang Zhio bawa.
" Iya sayang, Abang sengaja beli dua buat kamu "
" Makasih bang " Zee mengambil satu cup es cream yang ada di tangan Zhio.
Zee dengan senang hati membuka mulutnya lebar - lebar, namun kembali menutup mulutnya saat melihat Oma sedang berdiri di belakang Zhio.
" Oma " Zee lupa jika bukan hanya dia dan Zhio yang ada di kamar itu .
" Oma, Oma mau makan es ice cream juga ? " tanya Zee menyodorkan satu cup ice cream yang masih utuh kepada Oma.
" Kamu saja yang makan, Oma mau keluar dulu " ucap lalu tersenyum kepada Zee. Zee merasa ada yang berbeda dari Oma, tutur katanya lebih lembut, dan juga tadi Oma tersenyum kepadanya.
" Ayo dimakan ice cream nya " ucap Zhio yang sudah siap menyodorkan ice cream ke mulut Zee.
" Enak ? " tanya Zhio saat ice cream itu sudah masuk kedalam mulut sang istri.
" Enak bang, sesuai sama apa yang aku mau " ucap Zee senang.
" Habis ini Abang periksa tekanan darah kamu dulu ya, terus lanjut minum obat "
" Obat ? kan aku udah minum obat bang " ucap Zee.
" Jangan bohong sama Abang, Abang tau kamu itu gak bisa dan takut minum obat kan ? Abang juga liat di dalam laci obatnya masih utuh " kali ini Zee tidak bisa mengelak lagi, semua yang di katakan suaminya benar.
__ADS_1
" Sayang..sayang..kamu kan dokter, meminta pasien untuk meminum obat, tapi kamu sendiri takut minum obat. Tenang, nanti Abang bantu kamu minum obatnya, habiskan dulu es cream nya sedikit lagi " ucap Zhio lalu mengelus lembut kedua pipi Zee.
Di luar Oma Diana tak sengaja berpapasan dengan Bulan yang baru saja keluar dari dapur dengan membawa ice cream miliknya.
Bulan tersenyum melihat Oma Diana, ia menghampiri Oma Diana dan Salim kepada Oma. Dengan senang hati Oma menerima uluran tangan Bulan.
" Nenek , neneknya Abi dan kak Tasya kan ? kenalin nek, saya Bulan anaknya Bunda Zee dan juga..Abi " ucap Bulan dengan senyum manisnya kepada Oma.
" MasyaAllah, ibu nya sangat sopan, anaknya juga begitu . Dan Alhamdulillah aku sudah di beri cicit, bahkan sudah remaja begini. " batin Oma.
" Panggil Oma ya sayang, Oma Diana. Oma ini adalah nenek buyut kamu. Sebenarnya panggilannya bukan Oma. Tapi bagusnya panggil Oma aja ya, berasa tua kalau di panggil nenek buyut. Hahahaa...
" Iya Oma, Oma mau kemana ? mau gak temenin Bulan makan ice cream ? " ajak Bulan.
" Tentu sayang, yuk kita duduk di ruang keluarga aja "
Bulan dan Oma duduk santai di ruang keluarga sembari menonton televisi dan menghabiskan ice cream mereka. Walaupun baru bertemu, Oma dan Bulan terlihat sangat akrab dan asyik dengan cerita mereka.
****
Satu cup besar ice cream strawberry habis di makan oleh Zee dan Zhio. Lebih tepatnya Zee lah yang paling banyak makan ice cream.
Selesai memakan ice cream, Zhio memeriksa tekanan darah sang istri. Dan terlihat jelas jika Zee sedang mengalami anemia, Zhio pun segera mengambil obat penambah darah dan meminta Zee untuk meminum nya.
" Abang..gak usah ya, aku baik - baik aja bang. Gak perlu minum obat, aku cuma butuh istirahat " Zee mengelak meminum obat yang sudah Zhio siapkan.
" Iya sayang, kamu memang butuh istirahat. Tapi obatnya juga harus di minum. Ayo buka mulutnya " Zhio meminta Zee untuk membuka mulut, namun Zee menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Ya udah, kalau gitu kayaknya memang Abang yang harus bantu kamu minum obat " ucap Zhio lalu memakan obat tersebut.
" Loh Abang..kenapa obat.." belum selesai Zee berbicara, Zhio langsung menarik tengkung leher Zee dan mengulum bibirnya. Zee berusaha memberontak namun Zhio tiba - tiba memegang buah dada Zee membuat Zee terpekik dan membuka mulutnya. Saat itulah kesempatan Zhio mendorong obatnya masuk dengan lidahnya.
Zhio melepaskan bibirnya setelah obat itu berhasil Zee telan. Zee sempat terbatuk - batuk dan Zhio segera memberikan Zee segelas air putih.
" Abang jahat !! " ucap Zee dengan memanyunkan bibirnya. Zhio hanya terkekeh melihat istrinya yang terlihat kesal dengan ulahnya.
" Maaf ya sayang, kalau gak gitu kamu gak bakalan minum obat. Kan enak yank , sekaligus dapat ciuman dari Abang. Mau Abang cium lagi ? "
" Gak !! " ucap Zee yang membuat Zhio tak bisa menahan tawanya melihat betapa menggemaskan Zee saat sedang marah.
Bersambung...
__ADS_1