Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Belum cukup umur


__ADS_3

Saling melepas rindu pun kembali Zhio dan Zee curahkan saat mereka kini sudah berada di rumah, tepatnya di dalam kamar mereka.


Dengan lemah lembut Zhio pun mencumbu sang istri, penuh sayang dan juga cinta. Suasana dingin kamar tidak membuat kedua insan yang saling terbakar hawa rindu itu kedinginan, bahkan kini peluh membanjiri tubuh mereka.


" Aku mencintai mu sayang " ucap Zhio lalu mengecup lembut kening sang istri.


" Aku juga mencintaimu bang Zhio " balas Zee, dan tentunya membuat Zhio begitu bahagia, pasalnya Zee jarang sekali mengucap kata cinta kepada Zhio, ya mungkin bisa di hitung. Zhio pun kembali menciumi wajah sang istri, lalu setelah itu merebahkan tubuhnya di samping Zee.


****


Keesokan harinya..


Celin tampak mondar - mandir di depan pintu kamar operasi, sesekali ia terlihat celingukan melihat ke kiri dan ke kanan.


Amira memanyunkan bibirnya saat melihat Celin.


" Amira " sapa Celin, dan Celin berusaha menahan Amira yang ingin masuk kedalam ruangan.


Amira menarik nafas panjang, melihat Celin membuat mood Amira menjadi tidak baik.


" Iya, ada apa Dokter Celin? " tanya Amira , berusaha profesional.


" Hmm.. biasanya kau bersama Zee? dimana dia? " tanya Celin.


Amira mengerenyitkan keningnya saat Celin bertanya mengenai Zee, Amira menaruh curiga kepada Celin.


" Hari ini jadwalnya Zee libur, ada apa? " tanya Amira.


" Tidak apa, baiklah Terima kasih " ucap Celin lalu tersenyum manis kepada Amira.


Amira pun memilih untuk masuk kedalam ruangan, " Ada apa ya? kenapa dia mencari Zee? apa dia ingin berulah lagi? tapi sikapnya kenapa begitu manis gitu kepada ku? " batin Amira, biasanya Celin akan bersikap acuh ataupun bersikap sombong bila sedang berpaspasan dengan Amira ataupun Zee. Tapi hari ini Celin terlihat begitu berbeda.


Karena penasaran dan takut terjadi apa-apa dengan Zee, Amira segera menghubungi Zee dan memberi tahu kabar mengenai keanehan yang menurutnya terjadi pada Celin.


Dritt.. Dritt.. Dritt...


Zhio segera merogoh ponsel sang istri yang sejak tadi berdering. " Assalamu'alaikum " ucap Zhio.

__ADS_1


" Waalaikumsalam, maaf Dokter Zhio, Zee nya ada ? " tanya Amira.


" Zee sedang di dapur, Dokter Amira, ada yang perlu saya sampaikan? " tanya Zhio.


" Hmm.. nanti saja Dokter, maaf sudah mengganggu "


" Tidak masalah , Dokter Amira "


" Terima kasih Dokter, assalamu'alaikum "


" Waalaikumsalam "


Amira mematikan sambungan telepon nya, dan tak berlangsung lama Zee datang dengan membawa secangkir teh hangat yang ia bawakan untuk Zhio.


Zhio tersenyum melihat kedatangan sang istri, Zee duduk di atas ranjang lalu menyodorkan teh hangat kepada Zhio, Zhio pun dengan senang hati meminum teh buatan sang istri.


" Gimana bang? udah baikan? " tanya Zee.


" Sudah mendingan sayang, apalagi habis minum teh buatan kamu "


" Aku jadi sedih liat abang kayak gini, abang tau gak muka abang tu sekarang pucet banget " ucap Zee murung, ia kasihan melihat Zhio setiap pagi nya harus mengalami mual dan muntah. Belum lagi setelah itu Zhio harus tetap memaksakan dirinya untuk bekerja.


Zee tersenyum lalu mendongakkan kepalanya menatap Zhio. " kalau abang yang hamil dan ngelahirin, terus gimana jadinya bang. Abang nih ada-ada aja " ucap Zee lalu menepuk perut Zhio dan kembali memeluk Zhio.


" Hahaha... abang serius sayang, yang terpenting kamu harus terus berfikir positif, jaga kesehatan, terus makan yang banyak. Biar anak kita tumbuh dengan baik dan sehat " jelas Zhio sembari mengelus lembut perut Zee yang mulai menyembul.


" Iya abang " ucap Zee.


" Oh ya sayang tadi ada Amira telepon "


" Amira? dia bilang apa bang? "


" Cari kamu aja sayang, habis itu gak bilang apa-apa lagi. Kamu gak mau telepon balik? " tanya Zhio.


" Gak bang nanti aja "


" Hari ini kan kamu libur, ikut abang ke kantor mau? " ajak Zhio.

__ADS_1


Zee mendongakkan kepalanya menatap Zhio. " Ke kantor abang? "


" Iya sayang, selama ini kamu belum pernah ke kantor abang kan, dan ini waktu yang tepat mumpung kamu libur. Kamu temani abang ya, biar abang tambah semangat kerja nya "


" Boleh deh bang, kalau gitu aku ganti baju dulu ya bang "


" Sayang tunggu " ucap Zhio lalu menarik lengan Zee.


" Kenapa bang? "


" Cium dulu " ucap Zhio.


Zee tersenyum lalu memajukan wajahnya untuk mencium pipi Zhio, tapi kembali lagi Zhio mengambil kesempatan menarik tengkuk leher Zee dan memberikan kecupan manis pada bibir sang istri.


" Abang ih nakal " ucap Zee sembari terkekeh setelah Zhio melepas ciumannya.


" Sekali lagi sayang " ucap Zhio lalu menarik lengan Zee dan kembali mencium bibir manis sang istri.


" Abang... Kak Zee... ASTAGA.....!!!! " teriak Tasya saat membuka pintu kamar Zhio dan melihat adegan yang seharusnya tak ia lihat.


" TASYA!!! " Zhio dan Zee terkejut melihat kedatangan Tasya, pintu kamar Zhio tidak di kunci, dan kebiasaan Tasya yang selalu membuka pintu kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Ihh.. Abang sama Kak Zee, mataku ternodai, ini masih pagi abang " ucap Tasya menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


" Salah kamu sendiri , kebiasaan langsung buka pintu aja, biasakan ketuk dulu dek " ucap Zhio santai, sedangkan Zee wajahnya terlihat memerah karena menahan malu saat Tasya melihat mereka berdua sedang berciuman.


" Salah abang kenapa gak kunci pintunya, kalau tadi yang masuk Bulan gimana? untung aku udah cukup umur " ucap Tasya, Tasya sudah tidak menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya, tapi kedua mata nya masih terpejam.


" Cukup umur apa nya, Sudah salah, nyalahin orang lagi. Kalau Bulan gak kayak kamu yang sembarang buka pintu kamar. Ya sudah keluar sana dek " ucap Zhio.


" Iya... iya.. Tasya keluar, Tasya ke sini tu mau sampaikan pesan Bunda , abang sama kak Zee di suruh turun ke bawah sarapan "


" Iya Dek, sudah sana "


Tasya keluar dari kamar Zhio masih dengan kedua mata yang terpejam. Setelah menutup pintu kamar, barulah Tasya membuka kedua matanya.


" Ihh.. abang sama kak Zee nih, masih pagi udah mesra-mesraan.Ya Allah, ampuni aku " ucap Tasya lalu berlari meninggalkan kamar.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2