Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Hamil


__ADS_3

Sudah seminggu lama nya Zee juga tak kunjung pulang ke rumah nya, Satria mulai merasa rindu kepada sosok Zee. Sejak seminggu itu pula Satria lebih banyak di rumah. Jika lapar, Satria akan keluar dan pergi ke rumah bapak dan ibu nya untuk mencari makan.


Satria tidak bisa lama jika berada di rumah kedua orang tuanya, karena di sana ia sering kena marah. Dan sudah berulang kali juga kedua orangtua Satria menyuruh Satria untuk pergi dari rumah yang sekarang Zee dan ia tempati.


" Kapan kamu keluar dari rumah itu Satria? ingat, Zee sudah tidak ingin bersama mu lagi. Dah rumah itu bukan rumah mu Satria, itu rumah peninggalan kedua orangtua Zee. Kalau kalian sudah berpisah, kamu tidak pantas untuk tinggal di sana lagi. Lebih baik kamu mencari pekerjaan sekarang " jelas ibu nya Satria, bukannya ia tidak sayang dengan anak nya itu. Hanya saja sebagai orang tua ia selalu mengingatkan Satria, dan tidak pernah luput untuk selalu menceramahi anak nya itu.


" Aku tidak akan berpisah dengan Zee, Bu. Aku akan tetap bersama Zee "


Ibu Satria menghela nafas panjang, anak nya tetap saja kekeh tidak ingin berpisah dari Zee. Padahal jelas - jelas Zee sudah tidak ingin lagi hidup bersamanya, sudah seminggu ini saja Zee tidak pulang ke rumah mereka.


" Kalau kamu memang tidak ingin berpisah dari Zee, kenapa kamu tidak menyusulnya? bujuk dia, minta maaf sama dia. Dan tunjukkan kalau kamu ingin tetap bersama nya dan akan berubah "


" Zee tidak mau bertemu dengan ku Bu "


" Nah, berarti memang Zee sudah bulat dengan keputusan nya Satria. Maka nya berpikir lah dua kali untuk menyakiti Zee. Coba kamu pikir nak, wanita mana yang mau menerima sikap buruk kamu selama ini. Dan mau menerima kamu apa adanya, kamu tidak bekerja saja selama bertahun-tahun Zee tidak pernah marah kan? dan dia selalu setia di samping kamu "


Sembari makan, Satria memikirkan ucapan ibu nya. Apa yang di katakan oleh ibu nya benar. Dan hal itu membuat Satria jadi tidak selera dengan makanan nya. Ia berhenti makan dan pergi meninggalkan ibu nya begitu saja.


" Satria..!!! Satria kamu mau kemana? " teriak ibu Satria, tapi Satria tidak menghiraukan panggilan dari ibu nya.


" Tuh anak, ya Allah semoga aja cepat dapat hidayah " umpat ibu Satria.


Sesampai di rumah, Satria kembali memikirkan ucapan ibunya. Satria mulai sadar akan kebodohan nya selama ini. Setelah berperang dengan hati dan pikiran nya sendiri, Satria memutuskan untuk kembali menemui Zee. Dan kali ini ia akan menemui Zee di puskesmas.


" Ibu, kenapa lagi ibu menelpon ku? " batin Satria, padahal Satria baru saja ingin keluar dan pergi ke puskesmas.


" Hallo, kenapa Bu? "


" Kerumah sekarang!! "


" Ada apalagi Bu? Satria tidak bisa "


" Jangan membantah Satria !! cepat ke rumah sekarang!! " kali ini Bapak Satria yang berbicara. Terdengar dari suara nya, kedua orang tua Satria seperti marah besar kepada nya. Dan dengan terpaksa Satria melangkahkan kakinya menuju ke kediaman kedua orang tua nya.

__ADS_1


Sampai di depan rumah, Satria bisa mengenali sepeda motor matic warna biru yang terparkir di sana. Dan timbul perasaan tidak enak di hati Satria.


Dan benar saja, begitu masuk ke dalam rumahnya. Kedua orang tua nya sedang duduk berhadapan dengan seorang wanita yang sangat ia kenal, wanita yang semenjak ini ia abaikan telponnya. Wanita itu adalah Yuni, selingkuhan Satria yang tinggal di kampung sebelah.


" Ada apa ini Bu, Pak? " tanya Satria lalu duduk di samping ibunya.


Yuni datang bersama ibu dan juga om nya, entah apa maksud kedatangan mereka kesana. Tapi Satria bisa melihat raut kesedihan dari wajah ibunya, dan raut wajah si Bapak yang tampak marah.


" Kamu tau maksud kedatangan mereka ke sini? " Satria hanya menggeleng - geleng kan kepalanya, ia benar - benar tidak tau maksud dari ucapan bapak nya.


" Kami ke sini untuk meminta pertanggung jawaban mu nak Satria " Om Yuni langsung angkat bicara, dan hal itu membuat Satria membulatkan kedua matanya.


Satria berpikir sejenak, lalu ia menarik lengan Yuni dan membawa Yuni ke dapur. Ia ingin berbicara berdua saja dengan Yuni.


" Apa maksud mu HaH? bukannya kau bilang sudah pakai pengaman? "


" Maaf Mas, waktu itu kebetulan aku lupa meminum pil ku " ucap Wanita itu.


Dan setelah itu mereka kembali menemui kedua orang tua mereka.


" Bagaimana Satria? apa itu benar? " Ibu Satria mencoba meyakinkan lagi, ia masih ragu akan semuanya. Dan ia berharap apa yang di katakan wanita di depan nya ini tidak benar.


Satria hanya diam, dia tidak lagi berkata apa - apa. Saat ini di pikirannya hanya ada Zee. Sebenarnya Satria tidak percaya jika anak yang di kandungan Yuni itu anaknya, karena yang Satria tau jika Yuni itu wanita yang cukup nakal dan teman lelaki nya banyak.


" Kenapa diam Satria!! Apa diam mu ini berarti benar?? " Bapak Satria benar - benar marah dan murka dengan kelakuan anaknya.


" Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu Satria, hanya Yuni anak ku satu - satu nya.. hiks.. hiks.. hiks.. " ibu Yuni menangis, sedangkan Yuni hanya menundukkan kepalanya sejak tadi.


" Satria akan bertanggung jawab, kalian tenang saja. Pulanglah dulu, kami akan memberitahu kalian jika kami sudah mempersiapkan semua nya " Bapak Satria kembali angkat bicara, menurutnya diam nya Satria adalah jawaban dari semua nya, dan pastilah Satria memang harus mempertanggung jawab kan perbuatan nya.


Setelah mendapat titik terang, Yuni dan keluarga nya pulang. Yuni bahagia karena Satria mau bertanggung jawab. Dan begitu keluar dari rumah Satria, tidak sengaja Zee lewat dan sempat melirik ke arah Yuni.


Padahal Zee menatap Yuni biasa saja, tapi Yuni malah sebaliknya. Ia memasang wajah tidak suka kepada Zee.

__ADS_1


" Kau sudah puas Satria? puas membuat ibu dan bapak malu!! "


" Pak, kenapa bapak menyetujui nya. Belum tentu itu anak ku,Yuni itu wanita nakal Pak, Bu "


" Belum tentu? sekarang ibu dan bapak tanya? apa kamu pernah bersetubuh dengan nya? Hah? "


Satria terdiam, yang di katakan ibu dan bapak nya benar. Ia pernah bersetubuh dengan Yuni, bahkan sering.


" Diam kan? pasti pernah!! kalau seandai nya saja kamu tidak bersetubuh dengan nya, kita bisa saja mengelak Satria. Tapi kalau sudah begini kita bisa apa, walaupun Yuni ini terkenal nakal dan banyak berhubungan dengan lelaki lain di luar sana. Tapi tetap saja, kamu pernah menyentuhnya. Dan bisa jadi yang ada di perutnya itu adalah anak mu.


" Bapak dan ibu tidak habis pikir dengan apa yang ada di pikiran mu, kamu itu masih berstatus suami orang. Kamu punya anak dan juga istri yang menunggu di rumah. Kenapa kamu bisa melakukan ini Satria, kenapa nak? sudah cukup perbuatan dosa yang dulu kamu lakukan dan sekarang kamu seperti ini lagi "


" Jangan bilang kalau Zee tau tentang ini Satria, jangan bilang kalau dia ingin bercerai dengan mu karena sudah tau kalau kamu menjalin hubungan dengan wanita itu "


" Bicara Satria!! jangan diam saja!! " Bapak membentak Satria, ia kesal karena Satria hanya diam saja tadi.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. Kamu keterlaluan Satria, perpisahan mu dengan Zee saja urusan nya belum selesai.Ditambah dengan masalah baru lagi. Kami malu nak, apa yang akan bapak dan ibu katakan kepada Zee dan kedua orang tua nya?" Ibu Satria hanya menangis saja sejak tadi.


Satria tetap saja diam, pikiran nya sangat kalut saat ini. Dan


Setelah mendengar omelan dan nasihat dari kedua orang tua nya. Satria memilih pergi dan kembali ke rumah mereka.


" Mau kemana kamu? " tanya Bapak Satria.


" Mau pulang Pak "


" Rumah kamu di sini, cepat kemasi barang - barang mu dan pergi dari rumah Zee. Dasar tidak tau malu " ucap Bapak Satria, namun Satria hanya diam dan pergi meninggalkan Bapak dan ibu nya.


**Bersambung..


Tetap stay tune.. 😊


jangan lupa like, vote, kritik dan saran nya juga ya... 😘**

__ADS_1


__ADS_2