
Dengan wajah yang berseri - seri, Celin berjalan melangkahkan kaki nya menuju ruang kerja Zhio. Sesampai di depan pintu, ia tidak langsung masuk. Celin menyempatkan merapikan penampilan dan riasan di wajah nya.
Tok.. tok.. tok..
" Hai Zhio " Setelah mengetuk pintu, Celin langsung masuk ke dalam. Zhio hanya menatap nya dengan ekspresi datar. Sedangkan Celin menampakkan senyum manisnya kepada Zhio.
" Kenapa memanggil ku Zhi? ada sesuatu? " Celin mendekati Zhio dan berdiri tepat di depan Zhio. Zhio membuka laci meja dan mengambil sesuatu di dalam sana lalu memberikan nya kepada Celin.
Celin mengernyitkan alisnya, " Apa ini Zhi? surat untuk siapa? " Celin bertanya lalu mengambil surat itu dan membaca nya. Celin membulatkan kedua mata nya begitu melihat isi surat itu, surat yang ia tulis sendiri untuk ia berikan kepada Zhio. Yang berisi seolah - olah Zee ingin Zhio menjauh dari nya, dan pada akhirnya Zhio membenci Zee. Sedangkan surat yang asli sudah Celin robek - robek dan ia buang.
" Surat apa ini? kenapa kamu memberikan nya kepada ku? " Celin mencoba menenangkan dirinya, dan berusaha terlihat bahwa ia tidak tau menahu akan surat itu.
" Tidak usah mengelak Cel, kenapa kamu melakukan itu? "
" Melakukan apa sih Zhi? gak usah aneh - aneh ya. Itu bukan nya surat dari Zee kan? yang dulu pernah dia kasih sama kamu? terus apa hubungan nya sama aku "
" Surat ini bukan dari Zee, tapi dari kamu kan? kamu yang muenulis surat itu, kenapa kamu berbohong? itu sama saja kamu memfitnah Zee " Zhio yang semula tenang tidak bisa menahan amarah nya, ia berdiri lalu menatap tajam Celin.
" Aku gak tau apa - apa Zhi, aku gak bohong sama kamu. Wanita itu sendiri yang memberikan nya kepada ku, kamu gak percaya ya sama aku? emangnya dia udah bilang apa aja hah? dia pasti bercerita yang buruk tentang aku dan menuduh aku yang tidak - tidak kan? "
" CUKUP Celin!! " Zhio sangat marah karena Celin menyangkal semua nya, dan bahkan Celin berpikir bahwa Zee telah bercerita yang tidak baik tentang nya. Padahal tidak sedikit pun Zee seperti itu, Zee malah menyuruh Zhio untuk tidak marah kepada Celin dan melupakan nya saja.
" Kamu membentak ku Zhio, kamu jahat Zhi. Kita itu udah berteman lama Zhi, pertemanan kita bahkan lebih lama dari pada pertemanan mu dengan wanita itu. Aku lebih mengenal mu Zhi, seharusnya kamu lebih percaya aku dari pada dia. Kamu jahat Zhi!! " Kedua mata Celin mulai berkaca - kaca, ia pun keluar dari ruangan Zhio. Didepan pintu kebetulan Kevin datang, Celin menatap Kevin sejenak lalu berlalu pergi.
__ADS_1
" ada apa Zhio? " Kevin masuk lalu menutup pintu, ia duduk di sofa. Sedangkan Kevin kembali duduk di kursi kerja nya.
" Surat yang Zee pernah berikan kepada ku dulu, isi surat nya sudah di ubah oleh Celin. Celin membohongiku, Zee menitipkan surat itu kepada Mawar. Lalu Celin mengambilnya dan mengubah isi suratnya, lalu ia memberikan nya kepada ku. Membuat seolah - olah Zee tidak menyukai ku dan menyuruh ku menjauh dari nya "
Kevin terkejut mendengar penjelasan Zhio, wajar saja jika Zhio marah akan hal ini. Ia tidak menyangka Celin tega melakukan itu, ia tau kalau Celin sangat mencintai Zhio. Tapi tidak habis pikir jika Celin harus berbuat seperti itu.
" Aku tidak menyangka dia melakukan itu vin, tadi saja dia tidak mau mengakui kesalahan nya. Dia bahkan memarahi ku balik " Zhio memejamkan kedua matanya, mungkin yang di katakan Zee benar, seharusnya ia tidak perlu meminta penjelasan apapun dari Celin. Karena hasilnya akan percuma saja.
Kevin beranjak dari duduk nya, ia berjalan ke arah Zhio dan duduk di atas kerja meja Zhio. " itulah yang orang katakan mengenai cinta itu buta Zhi. Karena cinta bisa membutakan hati seseorang, berusaha atau melakukan apapun demi mendapatkan cinta nya dari orang yang ia cintai. Yang membuat nya buta bahwa apa yang sudah di lakukan nya itu salah, melakukan cara apapun tanpa melihat lagi apakah itu benar atau tidak " Zhio membuka kedua mata nya lalu melihat Kevin.
" Aku tau vin, tapi.. aku hanya kecewa, aku tidak menyangka Celin seperti itu. Aku harus bagaimana Vin, aku tidak mencintai nya, kamu tau itu. Aku ingin dia mengerti, aku ingin kita berteman dan bersahabat seperti biasanya.Tidak ada permusuhan atau pun lain nya "
" Aku akan berbicara dengan Celin, dan sepertinya aku harus lebih berusaha lagi untuk mendapatkan cinta Celin. Supaya dia tidak terus - terusan mengejar kamu, Hahaha... "
" Kalau begitu aku ingin menemui Celin dulu, aku akan berusaha, dan kamu juga berusaha ya " ucap Kevin lalu turun dari meja kerja Zhio.
" Berusaha apa nya? "
" Berusaha mendapatkan cinta Zee, karena dari info yang ku dengar Syam menyukai Zee. Tidak perlu kamu cerita aku tau Zhi, dan sepertinya kamu harus extra berusaha Zhi, karena punya saingan. Pesona Syam sepertinya juga tak kalah Zhi..Hahahaha.. " Kevin kembali tertawa, Zhio menatap tajam kepada Kevin.
" Cepat pergi sana " Zhio jadi kesal karena mendengar Kevin menyebut nama Syam.
" Hahahaa... " Kevin terus tertawa hingga ia keluar dari ruangan Zhio, Kevin senang karena sudah menggoda Zhio. Dan sekarang Zhio melamun memikirkan ucapan Kevin tadi, memang benar ia harus extra berusaha kali ini. Dan sepertinya ia harus bergerak cepat sebelum Syam mendahului nya.
__ADS_1
*****
" Kamu dimana? " tanya kevin, setelah lima kali mencoba mengubungi Celin. Akhirnya Celin mengangkat telpon nya.
" Di taman " ucap Celin, dan setelah itu Kevin langsung menutup sambungan telepon nya.
Tidak butuh waktu lama, Kevin sudah sampai di taman. Ia bisa melihat dari kejauhan Celin sedang duduk sendiri sembari menunduk dan memainkan ponselnya.
" Bolehkan aku duduk? " Kevin sudah berada di depan Celin, Celin mendongakkan kepala nya menatap Kevin lalu setelah itu kembali menundukkan kepala nya.
" Ni minum " Kevin menyodorkan minuman dingin kepada Celin. Celin tidak menerima minuman yang di beri oleh Kevin, melainkan ia malah memeluk Kevin.
" Hiks.. hiks.. hiks.. " Celin menangis di pelukan Kevin, air mata yang sudah terbendung dan ia tahan - tahan sejak tadi pecah.
" Kenapa Zhio gak mencintai aku vin? kenapa? kenapa dia tidak menyukai ku? kenapa dia malah menyukai wanita itu? hiks.. hiks.. hiks.. " Celin terus menangis, Kevin memberanikan diri mengelus - elus rambut Celin, ia berusaha membuat Celin tenang. Dan membiarkan Celin menumpahkan segala kesedihan nya.
Mulai tenang, Celin melepas pelukan nya dari Kevin. Air mata juga sudah tidak terlihat lagi keluar dari kedua mata nya. Ia mengambil botol minuman dari tangan Kevin dan langsung meminum nya.
" Sudah tenang? " tanya Kevin, dan Celin menganggukkan kepala nya.
" Aku gak akan nyerah vin, kalaupun aku gak bisa dapat cinta dari Zhio. Wanita itu juga gak boleh " ucap Celin lalu beranjak pergi meninggalkan Kevin. Kevin menghela nafas panjang, padahal baru saja ia ingin mengucap sesuatu kepada Celin. Tapi Celin terlebih dahulu berbicara, bahkan mengatakan ia tidak akan menyerah. Kevin pikir setelah ini kejadian ini hati Celin bisa sedikit terbuka, ternyata tidak. Celin memang begitu keras kepala.
" Aku juga di butakan cinta oleh mu Cel, padahal aku tau kalau kamu itu orang nya sangat keras kepala dan manja. Tapi kenapa sampai saat ini aku masih mencintai mu? dan sepertinya aku juga harus extra berusaha untuk membuat kamu jatuh cinta kepada ku " Kevin juga beranjak dari duduknya lalu berjalan menyusul Celin.
__ADS_1