Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
First Kiss


__ADS_3

Kevin keluar dari Rumah nya lalu berjalan santai berkeliling di sekitar komplek rumahnya. Kali ini Kevin berjalan sendiri tanpa di temani Zhea, Zhea sedang berada di kamar untuk mempersiapkan pakaiannya untuk keberangkatan nya esok hari.


Sebenarnya Kevin berjalan sendirian bukan tanpa alasan. Kevin ingin menenangkan dirinya dan melepas kesedihannya karena esok hari Zhea akan pergi. Melihat Zhea yang sedang berberes membuat Kevin tak tahan dan ingin menangis, baru saja dua Minggu merasakan indahnya jatuh cinta, kini Kevin harus kembali patah hati karena cintanya akan pergi dan mungkin akan kembali cukup lama.


Kevin menghentikan langkahnya lalu tersenyum kecil, ia merasa lucu karena ia baru menyadari inilah rasa cinta yang sesungguhnya. Selama dua Minggu ini Zhea telah berhasil membuat Kevin jatuh cinta kepadanya, dan tentu rasa cinta itu semakin membuat rasa takut akan kehilangan semakin besar.


Dulu, saat ia pernah mengatakan kalau ia mencintai Celin, namun Kevin tak merasakan hal yang sama seperti ini. Tidak merasakan rasa takut kehilangan yang begitu besar saat ia sudah memilki Zhea dan mencintai Zhea, mungkin ini juga karena Zhea kini sudah sah menjadi istri nya, sungguh apa yang di katakan oleh mama Kevin mengenai tidak ada pacaran dan cinta yang indah setelah pernikahan itu benarlah adanya.


Kevin merasakan hal yang begitu berbeda, walaupun usia Kevin dan Zhea terpaut jauh, hal itu tak membuat Kevin kewalahan dan harus bersikap lebih muda seperti Zhea, justru semua terasa seimbang saat bersama Zhea. Bahkan Zhea lebih bisa mengerti keadaan Kevin, misalnya saat Kevin harus terburu-buru saat ada panggilan darurat dari rumah sakit , padahal saat itu mereka sedang asyik menonton film di bioskop berdua.


Zhea tak menunjukkan sikap kekanak-kanakannya dan justru mengerti akan keadaan Kevin.


Dritt..Dritt..Dritt..


Dering ponsel Zhea berbunyi dan terlihat panggilan video dari Tasya, Zhea tersenyum lalu mengangkat sambungan telepon dari Tasya, Zhea menaruh ponselnya tepat di depannya, agar ia bisa berbicara dengan Tasya sembari ia juga memasukkan beberapa pakaiannya kedalam koper.


" Assalamualaikum, Zhea... "


" Wa'alaikumussalam, Tasya "


" Ciehh..ciehh..lagi beres-beres ya, aku juga loh Zhe " ucap Tasya lalu menunjukkan beberapa perlengkapan nya kepada Zhea.


" Jangan banyak-banyak bawa barang Sya " pinta Zhea.


" Iya..iya Zhe, nih liat kan sedikit aja. Oh ya bang Kevin mana ? " tanya Tasya.


" Bang Kevin lagi keluar sebentar" jawab Zhea.

__ADS_1


" Oh....gak nemenin kamu beres - beres Zhe ? "


" Tadi bantuin kok, cuma kata Bang Kevin mau keluar aja bentar "


" Kamu gak sedih Zhe, besok kan kita mau pergi ? kamu gak sedih ninggalin bang Kevin ? " tanya Tasya.


" Sedih Sya, itu pasti. Tapi ya mau gimana lagi " jawab Zhea.


" Bang Kevin tuh bener-bener ya Zhe, baiknya gak ketulungan , ikhlas banget dia lepasin kamu hanya untuk kepentingan dan kebahagiaan kamu meraih cita-cita, kalau suami - suami yang lain belum tentu Zhe, paling gak di bolehin "


Zhea hanya tersenyum kecil mendengar celotehan Tasya.


" Oh ya ngomong - ngomong nih ya Zhe, karena hari ini hari terakhir kamu di sini, kamu udah kasih hadiah apa aja buat bang Kevin , kan nanti kalau udah di Korea bakalan lama gak ketemu sama bang Kevin , Zhe. Suami kamu "


" Hmm..hadiah apa ya ? aku gak kepikiran Sya, lagian seharian ini aja aku udah habiskan waktu berdua , jalan bareng sambil cari-cari perlengkapan aku yang masih kurang "


" Hadiah yang paling berkesan gitu Zhe, yang gak terlupakan gitu dari bang Kevin "


" Otak kamu pasti ngeres nih , ia kan Sya ? " tanya Zhea.


" Hahahaa...tau aja kamu Zhe " tawa Tasya.


" Kamu tuh mesum banget sih sekarang Sya " ucap Zhea sembari tertawa.


" Masa sih Zhe, gak ah. Aku cuma bercanda Zhea, aku cuma mau menghibur kamu aja "


" Alasan, ya udah tutup teleponnya. Aku mau ke kamar mandi nih Sya "

__ADS_1


" Aku kan masih mau ngomong Zhe, ya udah deh. Sampai ketemu besok ya Zhe, assalamualaikum "


" Wa'alaikumussalam " jawab Zhea lalu buru-buru ke kamar mandi.


Setelah dari kamar mandi, Zhea terkejut melihat Kevin yang sudah ada di kamar dan sedang memasukkan pakaian nya ke dalam koper.


" Abang sudah lama datang nya, sini biar aku aja " ucap Zhea ingin mengambil alih kembali pekerjaan nya.


" Biar Abang bantu , sudah selesai kan ? " ucap Kevin , menutup koper lalu mengangkatnya dan menaruhnya di lantai.


" Makasih ya bang " ucap Zhea sembari tersenyum.


Zhea yang ingin memindahkan kopernya terkejut saat lengannya di tarik oleh Kevin dan kini ia sudah berada di dekapan Kevin.


" Abang , bikin kaget " ucap Zhea lalu tersenyum.


Kevin mencium kening Zhea lalu memeluk erat tubuh Zhea.


" Abang akan merindukan mu , Zhe " ucap Kevin.


Zhea hanya diam lalu mengeratkan pelukannya kepada Kevin. Selama dua Minggu ini, katakanlah bahwa Kevin telah berhasil merebut hati Zhea, dan Zhea juga akan merindukan Kevin saat ia di Korea nanti.


" Jangan kaget kalau nanti Abang bakalan terus menghubungi kamu kalau kamu tidak menjawab telepon dari Abang. Dan jangan lupa kasih tau Abang jadwal kamu ya Zhe, biar Abang tau kapan bisa nya Abang hubungi kamu , jadi gak ganggu waktu belajar kamu " jelas Kevin dan hanya di jawab Zhea dengan anggukan.


Mereka berdua kembali saling tatap, dan semakin lama , Kevin mendekatkan wajahnya ke Zhea , Zhea pun menutup kedua matanya, melihat Zhea menutup kedua matanya, Kevin tersenyum, seolah Zhea memberi tanda bahwa Kevin boleh menciumnya. Dan untuk pertama kalinya Kevin dan Zhea merasakan first kiss mereka.


Kevin menghentikan ciumannya untuk memberi ruang bagi Zhea bernafas, Kevin tersenyum lalu mengelus bibir manis Zhea dengan jemarinya.

__ADS_1


" Bibir kamu manis Zhe " ucap Kevin dan sontak membuat kedua pipi Zhea memerah. Zhea hanya bisa tersenyum kecil mendengar gombalan dari Kevin.


Kevin pun kembali menarik tengkuk leher Zhea dan kembali mengecup manis bibir sang istri.


__ADS_2