Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Stevi


__ADS_3

Tok..tok..tok..


" Masuk " ucap Kevin.


Celine pun masuk dan menebar senyumnya kepada Kevin.


" Hei Vin " sapa Celin.


Kevin memasang wajah datarnya, jika dulu ia sangat berharap dan senang bila kedatangan Celin, namun kali ini entah mengapa Kevin merasa malas dan tidak bersemangat ketika melihat Celin. Apa mungkin Kevin sudah bisa melupakan Celin ? kalau iya , berarti usaha Kevin tidak sia-sia.


" Aku membawakanmu makan siang "


Celin menaruh paper bag yang ia bawa di atas meja.


" Kamu pasti belum makan siang kan ? ayo Rain makan bersama ku " Celin membuka paper bagnya, dan menyiapkan makan siang mereka di atas meja.


" Cel..."


" Tidak Vin, aku tidak ingin ada penolakan, ayolah Vin, kamu harus makan siang bersamaku sekarang "


Kevin beranjak dari duduknya lalu berjalan ke arah Celin.


" Lima menit lagi aku akan melakukan operasi , aku tidak bisa menemani mu " ucap Kevin.


Celin menarik nafas panjang mendengar ucapan Kevin.


" Aku tau kamu bohong , kenapa kamu selalu menolak ajakan ku Vin ? kamu gak kasihan lihat aku yang udah repot-repot bawain kamu makan siang " tanya Celin.


" Aku kan gak nyuruh kamu untuk bawa makan siang buat aku "


Celin kembali kesal dengan jawaban Kevin.


" Aku pergi dulu , aku sudah terlambat "


Kevin segera keluar dari ruang kerjanya dan meninggalkan Celin.

__ADS_1


" Ihhhh....kenapa sih Kevin ? aneh banget ? kenapa dia berubah sekarang ? aku kan gak pernah bikin masalah sama dia, aneh sekali " omel Celin.


Kevin merasa lega karena ia bisa segera pergi dari Celin. " Aku tau sekarang kamu sedang kesepian , maka dari itu kamu mencari ku dan mencoba mencari perhatian ke aku. Kalau gak , kamu pasti akan melupakanku begitu saja. Cel..cel..sampai kapan kamu seperti ini ", batin Kevin.


*****


Ujian terakhir Zee berlangsung hari ini , Zee , Amira dan teman-temannya bersiap untuk memulai ujian.


" Hari ini kita akan kedatangan tambahan Dokter pembimbing yaitu Dokter Syam "


Semua tampak bergembira melihat kedatangan Dokter Syam, terutama para kaum hawa. Siapa yang tidak tambah semangat kalau ujian mereka hari ini di temani dengan dokter tampan dan juga terkenal baik serta ramah tamah.


Ujian pun di bagi menjadi tiga kelompok, entah hanya kebetulan atau karena ketersengajaan, Zee menjadi kelompok ke tiga dan di bimbing langsung oleh Syam.


Menjadi pembimbing Zee menjadi kesempatan emas untuk Syam , karena ia memiliki kesempatan untuk melihat Zee terus dengan jarak yang cukup dekat.


Syam terus saja menatap Zee ,Zee yang sedang fokus pun tak menghiraukan Syam yang selalu memperhatikannya sejak tadi bahkan tak berkedip sedikit pun.


Zee ingin fokus menyelesaikan ujiannya dengan baik dan segera pulang. Zee ingin segera pulang untuk membantu mempersiapkan syukuran 4 bulanannya. Walaupun Bunda Hesty mengatakan akan mengurus semuanya dan tidak perlu khawatir , tapi tetap saja Zee merasa kasihan dan tidak enak dengan Bunda Hesty.


Di tempat lain, Zhio juga sibuk dengan pekerjaannya. Hari ini Zhio akan bertemu dengan klien terbarunya, yang rencana nya akan bekerjasama dengan perusahaan Zhio.


Zhio pun bersiap, ia beranjak dari duduknya untuk menyambut kedatangan klien baru mereka. Dan saat pintu terbuka, Zhio langsung menundukkan pandangannya saat melihat sesuatu yang tak pantas untuk ia lihat.


Klien Zhio adalah seorang wanita cantik , ya umurnya mungkin setara dengan Zhio, dan yang membuat Zhio terkejut yaitu penampilan kliennya kali ini sangat fulgar, memakai pakaian yang formal namun sangat ketat dan roknya yang terlalu pendek di mata Zhio.


" Selamat datang Bu Stevi, silahkan duduk " ucap Zhio.


Stevi pun mengikuti perintah Zhio dan duduk di sofa tamu, Pak Niko juga ikut duduk bersama dengan Zhio dan Stevi.


Stevi tersenyum tipis melihat Zhio. " Ternyata bosnya tampan juga, tidak sia-sia papa menyuruhku ke sini untuk menemui dia " batin Stevi.


" Maaf sebelumnya, anda yang bernama Pak Zhio " tanya Stevi.


" Benar Bu Stevi, saya direktur utama perusahaan ini. Sebelumnya Pak Steven sudah memberi tahu saya jika ia tidak bisa datang dan akan di gantikan dengan anda "

__ADS_1


" Ya Pak Zhio , pantas saja anda sudah tahu nama saya " ucap Stevi.


Zhio sebisa mungkin mengalihkan pandangannya untuk tidak secara langsung memandang Stevi.


" Aku lihat dia tidak memandangku, kenapa ? bukankah aku sudah sangat cantik dan seksi " batin Stevi.


" Baik Bu Stevi, kita langsung saja ya. Sebelumnya saya akan menjelaskan tentang perusahaan yang akan kita bangun bersama " ucap Zhio.


Zhio ingin segera menyelesaikan persentasinya dan pertemuannya dengan Stevi.


Dan hanya butuh waktu tiga puluh menit, akhirnya pertemuan Zhio dan Stevi selesai.


" Terima kasih Pak Zhio, ayah saya pasti senang bekerja sama dengan anda " Stevi mengulurkan tangannya kepada Zhio,, namun Zhio tidak menerima jabatan tangan dari Stevi, Zhio hanya tersenyum dan menyatukan kedua tangannya di depan Stevi.


" Whatt ?? dia tidak mau bersalaman denganku ? apa aku serendah dan sejelek itu ? baru kali ini aku bertemu dengan lelaki yang tak mau menyentuk dan bersalaman denganku " batin Stevi.


" Senang bekerjasama dengan anda Bu Stevi, sampaikan salam saya kepada Pak Steven "


Stevi tersenyum manis kepada Zhio lalu keluar dari ruangan, " Lelaki yang menarik " batin Stevi.


" Pak Niko, kenapa tidak memberi tahu ku kalau wanita itu memakai pakaian seperti itu. Kalau aku tahu, aku akan menunda pertemuan kita , dan aku akan meminta Pak Niko saja yang menggantikan ku " ucap Zhio sembari terkekeh.


" Maaf tuan, saya juga terkejut dan lupa memberi tahu tuan " jawab pak Niko.


" Kalau saja istri saya ada di sini, dia pasti akan marah besar kepada saya Pak ", ucap Zhio sembari tertawa, dan pak Niko juga tampak terkekeh mendengar ocehan Zhio.


" Benarkah Tuan ? ternyata istri anda pencemburu juga " ucap Pak Niko.


" Ya Pak , apa bapak tau ? waktu itu kami pergi Konsultasi dan melakukan pemeriksaan kandungan dengan Zee. Hanya karena Dokter tersebut memandang saya dan saya tersenyum ke pada Dokter itu, Zee marah kepada saya pak " cerita Zhio, Zhio tertawa sendiri jika mengingat betapa menggemaskannya Zee saat cemburu kepadanya.


" Tidak apa Tuan, hal itu adalah hal yang wajar. Wanita memang rentan cemburu Tuan "


" Ya Pak, tapi saya senang karena artinya istri saya sangat mencintai saya " ucap Zhio.


" Anda benar Tuan , cemburu tanda cinta " ucap Pak Niko.

__ADS_1


" Pak Niko ada-ada saja " ucap Zhio.


Bersambung....


__ADS_2