
Dengan penuh semangat, setiba di Indonesia. Celin langsung menuju ke rumah sakit untuk menemui Ayahnya yaitu Dokter Andreas. Celin sengaja tidak memberi tahu kedatangannya karena ingin memberikan kejutan kepada sang ayah.
Dan apakah kalian tahu siapakah yang Celin temui terlebih dahulu sebelum menuju ruangan sang Ayah. Jawabannya adalah Kevin ? beberapa bulan yang lalu, Celin memutuskan untuk berhenti bekerja di rumah sakit dan pergi ke luar negeri untuk memenangkan diri. Hal itu di setujui juga oleh Dokter Andreas agar Celin tidak larut terus menerus dalam kesedihan karena Zhio. Dan berharap agar Celin juga bisa sadar dan benar - benar berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Tok..tok..tok..
" Masuk "
Teriak Kevin dari dalam ruangan, Kevin sedang sibuk memperhatikan rekam medis pasiennya yang ada di layar monitor di depannya.
Celin masuk kedalam ruangan kerja Zhio dengan senyum yang mengembang di wajahnya, perlahan ia menutup pintu lalu berjalan ke arah Kevin.
" Ada yang bisa saya...."
Kevin terkejut melihat Celin yang berdiri di depannya, penampilan Celin terlihat sedikit berbeda. Terutama di bagian rambutnya yang dahulu panjang kini terlihat cantik dengan rambut pendeknya.
Kevin lalu berdiri, walaupun Celin terlihat berbeda dan terlihat lebih cantik dari dahulu, hal itu tak membuat Kevin kagum terhadap perubahan Celin.
" Kevin...!!! "
Celin berjalan ke arah Kevin dan langsung memeluk Kevin, hal biasa yang sering ia lakukan karena menganggap Kevin adalah sahabat nya.
Mendapat pelukan dari Celin, membuat Kevin lantas terkejut dan reflek mendorong Celin.
" Kenapa Vin ? "
Celin tampak terkejut dengan sikap Kevin kepadanya.
" Maaf Cel, ada perlu apa kamu ke sini ? "
Kevin kembali duduk dan kembali fokus dengan apa yang sebelumnya ia kerjakan.
" Pertanyaan yang aneh, tentu saja menemui Kevin !! kamu gak kangen sama aku ? "
" Tidak "
Celin memanyunkan bibirnya mendengarkan jawaban dingin dari Kevin.
" Jahat banget sih kamu Vin ? oh ya aku bawa sesuatu buat kamu "
Celin mengeluarkan sebuah kotak kecil dan ia berikan kepada Kevin.
__ADS_1
" Apa ini ? "
Kevin mengambil kotak itu dan membukanya, di dalamnya sebuah jam tangan yang terlihat cukup mewah. Kevin sangat suka dengan jam tangan, dan ia memiliki banyak koleksi jam tangan di rumahnya. Karena sudah bersahabat lama, Celin sangat tau apa yang di sukai oleh Kevin.
" Maaf Cel, tapi aku tidak bisa menerima hadiah ini "
Kevin lalu mengembalikan kotak yang berisi jam tangan itu kepada Celin, Celin merasa kecewa karena Kevin menolak pemberiannya. Celin juga merasa sedih karena Celin ingat terkahir kalinya bertemu Kevin, Kevin bersikap dingin kepadanya, Celin kira setelah ini Kevin akan berubah sikap, ternyata sama saja, Kevin masih bersikap dingin kepadanya.
" Kenapa Vin ? apa kamu marah sama aku ? aku udah beliin ini jauh-jauh Vin, aku memang beliin ini buat kamu "
" Aku gak marah , Cel. Tapi.. "
" Aku tau..hiks..hiks..hiks... "
Belum selesai Kevin berbicara, Celin justru memotong pembicaraannya dan menangis.
Kevin berdiri, lalu mengambil tisu kebetulan berada diatas lemari kecil di belakang Celin.
" Ambilah "
Kevin memberikan tisu itu kepada Celin dan kembali duduk, namun belum sempat duduk, Celin kembali memeluk Kevin dari arah belakang. Kevin kembali terkejut dengan aksi Celin, dan berusaha melepaskan pergelangan tangan Celin di perutnya, namun Celin justru semakin mempererat pelukannya.
" Maafkan aku Vin, selama aku di luar negeri, banyak hal yang aku sadari. Dan aku sadar kalau selama ini aku salah, selama ini aku mengabaikan seseorang yang benar-benar mencintai aku, tapi aku justru gak menyadari itu . Maafkan aku Vin, aku sadar kalau selama ini kamu selalu ada buat aku, aku sadar kalau aku sudah mengabaikan orang yang benar-benar mencintai aku "
Ceklek....
Tanpa mengetuk pintu , Amira membuka pintu kerja Kevin begitu saja, entah mengapa Amira lupa dan alhasil Amira terkejut melihat adegan di depannya. Dan yang lebih terkejut lagi yaitu seseorang yang bersama dengan Amira, yaitu Zee.
Zee dan Amira berniat untuk menemui Kevin karena ada suatu hal yang ingin mereka bahas, masih membahas mengenai lingkup rumah sakit dan ada beberapa berkas yang ingin Zee dan Amira berikan kepada Kevin.
Melihat Zee dan Amira membuat Kevin juga terkejut, apalagi saat ini Celin masih memeluknya. Kevin pun segera melepas pergelangan tangan Celin tanpa perlawanan seperti sebelumnya.
Sempat beberapa menit tejadi keheningan di dalam ruangan itu. Hingga akhirnya Celin angkat bicara terlebih dahulu.
" Zee "
Celin berjalan ke arah Zee lalu memeluk Zee, Zee hanya bisa menahan kekesalan nya melihat Celin.
" Apa kabar Zee ? "
Celin tersenyum kepada Zee, bersikap seolah tidak terjadi sesuatu. Padahal Celin tidak tahu saja bahwa Zee sangat kesal saat ini.
__ADS_1
" Kami ke sini hanya ingin memberikan berkas ini Dokter "
Amira memberikan beberapa map yang ia bawa kepada Kevin.
" i..i..iya terima kasih Dokter Amira "
" Ayo Zee, kita pergi "
Amira langsung mengajak Zee pergi, Amira tahu kalau keadaan di ruangan itu sangat panas, dan agar tidak terjadi sesuatu, Amira segera membawa Zee pergi.
Celin sedikit bingung dengan sikap Zee, apalagi Zee tidak menjawab pertanyaan darinya, padahal hanya bertanya mengenai kabar Zee.
" Arghhh..."
Kevin mendengus kesal, lalu Kevin berlari keluar dari ruangan .
" Ehh..Kevin..kamu mau kemana ? "
Teriak Celin namun di abaikan oleh Kevin.
Kevin pun berlari untuk menemui Zee, ia ingin menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.
" Cepat sekali menghilangnya " ucap Kevin saat tak melihat Zee dan Amira, padahal baru saja keluar dari ruangannya.
Kevin pun kembali mencari Zee di UGD , dan Kevin merasa lega melihat Zee yang ternyata sudah berada di UGD dan sedang sibuk memeriksa pasien.
Melihat Kevin, Zee hanya melihat sekilas Kevin dengan ekspresi datar. Saat ini Zee begitu kesal dengan Kevin.
Zee sengaja menyibukkan dirinya, sengaja agar Kevin menunggu nya lebih lama.
" Zee... " panggil Kevin saat Zee selesai memeriksa pasien.
" Zee, bisa bicara sebentar "
" Abang lihat kan , aku lagi sibuk " ucap Zee ketus.
Melihat wajah Zee, membuat Kevin merinding. Pasalnya Kevin tak pernah melihat Zee dengan wajah nya sedatar itu. Terlihat begitu menakutkan bagi Kevin.
" Zee, sebentar saja ya. Aku ingin menjelaskan yang baru saja kamu liat tadi "
" Nanti saja bang " ucap Zee lalu pergi meninggalkan Kevin , masuk kedalam ruang petugas.
__ADS_1
Kevin hanya bisa mengusap kasar wajahnya, ia sangat takut kalau Zee salah paham, dan hal ini sampai terdengar ke telinga Istrinya.