
Wajah Celin terlihat memerah, kepala nya pun terasa pening. Ia tidak habis pikir bagaimana Zee bisa menjadi seorang dokter, padahal baru saja beberapa minggu lalu ia bertemu Zee sebagai seorang pelayan di sebuah resto. Mendengar kabar dari Kevin kalau Zee adalah adik kelas nya dan juga Zhio sewaktu SMP, membuat Celin semakin khawatir. Ternyata Zhio dan Zee sudah lama kenal, bahkan Zhio lebih dahulu kenal dengan Zee dari pada dirinya. Pantas saja Zhio terlihat akrab dengan Zee kala itu, tiga tahun lalu saat mereka melakukan bakti sosial di desa tempat tinggal Zee.
Celin tampak berpikir, ia tidak mau Zhio sampai bertemu dengan Zee. Celin mengambil ponsel nya yang tadi ia taruh di atas meja, ia akan menghubungi daddy nya. Menurutnya, daddy nya lah yang bisa membantu nya sekarang.
" Hallo Celin sayang, ada yang bisa daddy bantu? " ucap Andreas, Andreas adalah ayah Celin. Andreas adalah direktur utama rumah sakit Medistra.
" Daddy tau aja kalau Celin perlu bantuan? "
" Daddy ini ayah mu sayang, daddy sudah tau alasan mu bila menghubungi daddy. Bertanya apa yang sedang daddy lakukan, atau kedua meminta bantuan dari daddy " ucap Andreas dan membuat Celin menyeringai.
" Ada dokter magang di UGD dad, dia seorang wanita. Celin mau daddy mengeluarkan nya dari rumah sakit ini. Terserah daddy mau pakai alasan apa aja, pokoknya Celin gak mau dia ada di rumah sakit ini "
" Maksud kamu dokter magang yang bernama Zee? "
" Daddy tau tentang dia? "
" Mana mungkin daddy tidak tau, dia sudah menjadi berita terhangat minggu ini " ucapan Andreas membuat Celin kesal.
" Sudahlah dad, bagus kalau daddy sudah tau. Celin mau daddy mengeluarkan nya dari sini "
" Maafkan daddy sayang, kali ini daddy tidak bisa. Semenjak kedatangan nya di sini , rumah sakit kita menjadi pusat perhatian. Banyak pasien yang memuji rumah sakit kita karena nya, dan sepertinya daddy akan memperkerjakan nya di sini nanti. " Mendengar penjelasan Andreas membuat Celin semakin kesal, bukannya mendukung kemauan nya, tapi ayah nya itu malah ingin memperkerjakan Zee di rumah sakit ini.
__ADS_1
" Tapi daddy, Celin tidak menyukai nya. Dia suka menggoda dokter - dokter lain di sini, terutama Zhio "
" Apakah benar seperti itu? tapi Zhio mencintaimu kan sayang, jangan khawatir. Kalau Zhio mencintaimu dia pasti tidak akan tergoda " ucap Andreas, selama ini Celin berbohong kepada ayah nya, ia mengatakan kalau ia memiliki hubungan dekat dengan Zhio. Dan juga mengatakan kalau mereka sama - sama mencintai. Tentu saja Andreas mendukung hubungan Celin dan Zhio, karena Andreas juga menyukai Zhio. Selain Zhio Dokter yang cerdas juga baik, ayah Zhio juga menanam saham di rumah sakit yang sekarang di pimpin oleh Andreas. Kalau Celin dan Zhio mempunyai hubungan dekat,tentunya akan baik pula hubungan nya dengan ayah Zhio. Dan pastinya akan menjadi hal baik untuk perkembangan rumah sakit.
Celin terdiam sejenak, berpikir cara bagaimana caranya Zhio dan Zee tidak saling bertemu. Karena sepertinya mengeluarkan Zee dari rumah sakit tidak mungkin, apalagi jika ayahnya sudah berkata tidak bisa. Dan tak lama senyum terukir di wajah Celin, ia mendapatkan ide baru.
" Jika mengeluarkan Zee dari rumah sakit ini tidak bisa, maka daddy harus jadikan Celin dokter penanggung jawab di UGD, agar Celin bisa terus mengawasi gerak - gerik dia daddy "
" Baiklah, daddy akan mengurus nya " Andreas langsung menyetujui permintaan Celin, menurutnya hal itu tidak menjadi masalah. Bahkan lebih bagus untuk Celin, agar Celin bisa belajar menjadi seorang pemimpin.
" Thanks daddy, aku menyayangimu "
" daddy juga menyayangimu sayang "
" Tunggu saja Zee, aku akan membuat mu tidak betah berada di rumah sakit ini, dan aku akan mengawasi mu " senyum bahagia terukir di wajah Celin, saat ini sudah banyak sekali ide - ide yang muncul di otak nya. Rasanya ia sudah tidak sabar menjadi penanggung jawab di sana.
*****
Tidak butuh waktu yang lama, keesokan harinya Celin sudah resmi menjadi penanggung jawab di UGD menggantikan Dokter Syam. Pagi - pagi sekali Celin sudah datang ke UGD, dan ia sudah mengatur semua sesuai rencana nya. Mengatur ini itu sesuka nya, mengubah semua aturan yang dulu di tetapkan oleh Dokter syam, karena ia penanggung jawab nya jadi semua orang di sana harus mengikuti nya tapi masih dalam SPO yang berlaku. Semua jadwal Shift kerja pun juga di ganti oleh oleh Celin, ia mengubah semua jadwal yang sudah di atur sebelumnya. Perawat dan Dokter lain di sana hanya bisa menurut, mereka hanya bisa mengeluh di belakang Celin. Tidak berani memberi kritikan secara langsung kepada Celin.
" Dokter Syam, bagaimana ini? kenapa Dokter Celin tiba - tiba menggantikan posisi Dokter syam? " beberapa perawat berkumpul dan bertanya kepada Dokter Syam.
__ADS_1
" Saya juga tidak tau kenapa, saya juga baru di beritahu semalam. Tidak pa - pa, jalani seperti biasa. Fokus melayani pasien kalian "
Celin melihat beberapa perawat dan Dokter Syam sedang berkumpul, entah membicarakan apa. Celin menghampiri mereka.
" Kalian sedang apa, lihat banyak pasien. Kembali ke tugas kalian masing - masing " ucap Celin, mereka pun segera bubar, meninggalkan Celin dan Dokter Syam.
" Jangan terlalu keras kepada mereka " ucap Dokter Syam.
" sekarang aku penanggung jawab di sini Dokter Syam, bukan anda lagi. Lebih baik anda juga pergi dari sini, banyak pasien yang sudah menunggu " setelah berkata seperti itu, Celin pergi meninggalkan Dokter Syam. Dokter Syam hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, sifat sok penguasa dan sombong lah yang membuat beberapa dokter dan perawat di sana tidak menyukai Celin.
" Kamu tau ini jam berapa? " tanya Celin begitu melihat Zee datang, Celin memang sudah menanti kedatangan Zee.
" ini pukul 9 pagi Dokter Celin, saya tau " ucap Zee santai.
" Saya juga tau ini jam 9, tapi apa kamu tau kalau kamu sudah terlambat "
" Terlambat, saya rasa tidak. Mungkin anda salah, shift kerja saya jam 9 pagi "
" sepertinya kamu belum tau. Mulai besok shift kerja kamu sama seperti petugas lain di sini, masuk jam 8 pagi. Jadwal **** kerja kamu juga saya yang pegang, karena saya penanggung jawab baru di sini "
" Baiklah, kalau begitu saya permisi " ucap Zee lalu berlalu meninggalkan Celin, Zee terlihat biasa saja . Melihat itu Celin mendengus kesal.
__ADS_1
Zee menyapa ramah perawat dan dokter yang ada di sana sebelum masuk ke ruang petugas. Para perawat dan juga Dokter Syam menyambut hangat sapaan Zee. Melihat itu Celin kembali kesal, ia tidak suka melihat keakraban mereka.
Celin benar - benar memperhatikan gerak - gerik Zee, Celin selalu berusaha mencari celah agar menemukan kesalahan Zee, tapi sayangnya susah untuk Celin. Zee selalu mendetail memeriksa pasien, dan apa yang ia laporkan kepada nya dan Dokter Syam mengenai kondisi pasien selalu benar.