
Setelah cukup tenang, Zee melepas kedua tangan Zhio yang masih melingkar di pinggangnya. Zee duduk dan meraih kedua tangan Zhio dan menggenggamnya dengan erat.
" Abang gagal , sayang " ucap Zhio dengan raut wajah sedih.
" gak bang, Abang gak gagal. Abang sudah berusaha semaksimal mungkin. Semua sudah kehendak Tuhan, Dia lah maha menentukan segalanya bang, hidup dan matinya seseorang Tuhan lah yang menentukan. Abang gak perlu merasa bersalah dengan semuanya, Abang sudah berusaha yang terbaik " ucap Zee berusaha memberi semangat kepada Zhio.
Zhio tersenyum lalu ia memeluk Zee. " Terima kasih sayang " ucap Zhio.
*****
Celine berlari menuju ruang kerjanya, di sana Celine kembali menumpahkan air matanya sembari sesegukan. Apa yang Celine lihat di depan ruang operasi tadi, membuat Celine sadar akan betapa cinta dan sayangnya Zhio kepada Zee. Cinta dan kasih sayang yang mungkin tidak akan pernah Celine dapatkan dari seorang Zhio.
Apalagi jika melihat perjuangan Celine selama ini, semakin Celine ingin mencoba mendekati Zhio, maka Zhio pun terasa semakin jauh.
Ceklek...
Pintu terbuka dan tiba-tiba saja Dokter Andreas ayah dari Celine datang mengunjungi Celine.
" Daddy " ucap Celine, Celine pun segera menyeka air matanya,mencoba menutupi tangisnya yang sebenarnya tidak bisa lagi di tutup - tutupi karena Dokter Andreas dengan jelas melihat anaknya sedang menangis.
" Ada apa denganmu Celine ?? kenapa kau menangis ?? " tanya Dokter Andreas.
Celine yang notabene memang sangat manja kepada sang ayah pun kembali menangis, lalu ia memeluk Dokter Andreas dan kembali menangis.
" Ada apa Celine sayang? kenapa kau menangis ? apa kau terluka ? atau kau..atau kau sedang berkelahi dengan Dokter Zhio ? " tanya Dokter Andreas, sampai saat ini Dokter Andreas masih saja mengira jika Celine dan Zhio berpacaran. Seperti yang waktu itu pernah Celine ungkapkan kepadanya.
" Zhio dad..Zhio..." ucap Celine dengan sesegukan, ia pun kembali menangis.
Kedua mata Dokter Andreas memerah, ia mencoba menahan amarah karena ia mengira jika Zhio kembali menyakiti hati Celine. Karena kabar kedekatan Zhio dan Zee sangat terdengar, membuat Dokter Andreas yakin jika Zhio telah menduakan Celine. Sehingga akhirnya Celine terluka, dan menangis seperti ini.
__ADS_1
" Tunggu di sini , sudah jangan menangis lagi " ucap Dokter Andreas.
" Daddy ingin kemana ?? tetaplah di sini dad " pinta Celine.
Melihat anaknya yang masih terbalut sedih, Dokter Andreas mengurungkan niat untuk pergi.
****
Keesokan harinya....
Zhio berjalan menuju ruang kerja Dokter Andreas, pagi sebelum Zhio berangkat ke kantor , Dokter Andreas memintanya untuk ke Rumah sakit terlebih dahulu karena ada suatu hal penting yang ingin ia bicarakan.
Tentu saja Zhio sudah bisa menebak apa yang akan di bicarakan oleh Dokter Andreas, pasti mengenai kejadian kemarin dimana pasiennya meninggal saat operasi berlangsung.
Ya mungkin hal itu akan di bahas oleh Dokter Andreas, namun Zhio tidak tau jika poin penting dari pertemuannya dengan Dokter Andreas bukanlah hal itu, melainkan hal lain.
Tok..tok..tok..
Zhio pun membuka pintu dan masuk kedalam ruang kerja Dokter Andreas, ruang Direktur utama Rumah sakit .
" Sikahkan duduk Dokter Zhio " ucap Dokter Andreas, Zhio pun mengikuti perintah Dokter Andreas, kini mereka sedang duduk berhadapan.
" Saya mengerti kenapa Dokter memanggil saya, saya sudah memberi penjelasan detail mengenai kejadian di ruang operasi, jadi saya harap Dokter mengerti hal itu ", jelas Zhio.
" Ya saya mengerti " ucap Dokter Andreas.
" Ada satu hal lagi yang ingin saya tanyakan, ya anggap saja pertanyaan saya ini bukan tentang saya sebagai Dokter, melainkan sebagai seorang Ayah " ucap Dokter Andreas.
" Maksud Dokter ??" tanya Zhio.
__ADS_1
" Sebagai seorang ayah, tentu saja tidak ada seorangpun ayah di dunia ini yang ingin melihat anaknya terluka. Anda itu adalah Dokter yang sangat-sangat di kagumi di Rumah sakit ini, dan anda adalah Dokter terbaik di rumah sakit ini, tapi saya tidak mengerti dan sangat-sangat kecewa dengan apa yang sudah anda lakukan kepada anak saya, Dokter Zhio " ucap Dokter Andreas dengan meninggikan sedikit suaranya.
Mendengar penjelasan Dokter Andreas, membuat Zhio mengerenyitkan keningnya. ia! tidak mengerti maksud dari penjelasan Dokter Zhio.
" Awalnya saya sangat senang, bahkan bangga saat mengetahui jika Dokter Zhio berhubungan dekat dengan anak saya Celine, lalu kenapa anda tega menyakiti anak saya , dan berhubungan dengan seorang Dokter magang. Ya saya akui Dokter magang itu sangat cerdas, bahkan ia sempat memberi Harum nama rumah sakit kita, tapi bukankah anak saya Celine begitu sempurna, dia bahkan Dokter spesialis bedah terbaik, dan sangat - sangat cocok di bandingkan Dokter yang hanya..hanya magang, belum apa-apanya "
Akhirnya Zhio mengerti apa yang di maksud oleh Dokter Andreas.
" Apa anda mengerti Dokter Zhio, saya bisa saja mengeluarkan anda dari Rumah sakit ini ?? " ucap Dokter Andreas dengan sombongnya.
Zhio menarik nafas dalam, kini ia yang berbalik emosi melihat Dokter Andreas, sifat sombong Celine ternyata menurun dari Ayahnya.Lihat saja betapa Dokter Andreas begitu sombong dan selalu membanding-bandingkan seseorang dengan derajat yang berbeda.
" Jika anda sudah selesai berbicara, ijinkan. saya untuk meluruskan semuanya " ucap Zhio.
Dokter Andreas pun diam, sama halnya dengan Zhio. Sebenarnya Dokter Andreas juga mencoba menahan amarahnya sejak tadi.
" Baiklah, karena anda diam. Ijinkan saya untuk berbicara. Yang pertama yang harus anda tahu bahwa saya tidak pernah menjalin hubungan apapun dengan anak anda Celine, kami hanya sebatas teman. Apapun yang anak anda pernah katakan mengenai hubungan saya dan dia saya tidak perduli, yang jelas saya tidak punya hubungan spesial dengan anak anda "
" Kedua, saya memang mempunyai hubungan dengan Dokter magang yang anda sebut tadi, karena Dokter magang itu adalah istri Sah saya "
Glekkk...
Jantung Dokter Andreas terasa berhenti berdetak, bahkan kedua matanya terlihat melotot tak percaya ketika mendengar Zhio mengatakan jika Zee adalah istri Zhio.
" Ketiga, saya tidak takut akan ancaman anda Dokter ANDREAS, bahkan saya akan berhenti bekerja di rumah sakit ini, DETIK ini juga ", ucap Zhio, Zhio melepas name tag ya lalu menaruh nametag nya di atas meja tepat di depan Dokter Andreas.
" Saya Permisi " ucap Zhio lalu pergi.
Dokter Andreas terdiam beberapa saat, lalu ia menekan-nekan dadanya. karena merasa sesak.
__ADS_1
" SIAALLLL.... " teriak Dokter Andreas, padahal ia hanya ingin menggertak Zhio, kini ia bingung harus bagaimana. Pasalnya Zhio sebenarnya menjadi salah satu pusat perhatian di rumah sakit, dan menjadi pelopor pendukung juga dalam penghasilan di rumah sakit.
Apakah Zhio bersedih ?? tentu saja tidak, Zhio justru tersenyum senang saat keluar dari ruangan kerja Dokter Andreas. Zhio merasa beban yang ia pikul sekarang sudah hilang.