
Zee akhirnya pulang dari Rumah sakit setelah semua urusan administrasi di selesaikan oleh Zhio. Zee sangat bersyukur karena ia hanya semalam saja di rumah sakit tidak sampai berhari-hari, karena Zee merasa tidak nyaman berlama-lama di sana. Siapapun pasti tidak ingin di rawat dan berlama-lama di rumah sakit kan?
" Sayang, sebelum sampai rumah ada yang mau kamu beli? " tanya Zhio dengan lemah lembut sembari mengelus - elus tangan Zee.
Di dalam mobil posisi Zee berada di depan bersama Zhio, sedangkan Bunda Hesty duduk di belakang. Bunda Hesty hanya tersenyum senang melihat betapa mesra nya perlakuan Zhio kepada istrinya. Hal yang sama juga yang selalu ayah Xander lakukan kepada Bunda Hesty.
" Gak ada bang " ucap Zee dengan tersenyum manis kepada Zhio. Zhio pun juga ikut membalas senyuman sang istri, sebelah tangan Zhio terus saja menggenggam tangan istrinya.
" Bunda mau beli kue dulu bang, kita ke toko langganan kita ya " pinta Bunda Hesty.
" Baik Bun " ucap Zhio dan segera melakukan kendaraan nya menuju tempat yang ingin Bunda Hesty tuju.
Sesampai di toko kue, hanya Bunda Hesty saja yang turun dan masuk ke toko. Sedangkan Zhio dan Zee menunggu di dalam mobil.
" Mau minum yang? " tanya Zhio sembari memberikan botol air mineral kepada Zee.
" Iya bang, makasih " ucap Zee lalu mengambil botol air mineral yang suami nya beri dan langsung meneguknya.
Zhio terus menatap wajah cantik sangat istri yang sedang minum, betapa bahagianya Zhio setelah tau sang istri sedang mengandung, kebucinan nya seperti nya akan semakin meningkat.
" Kenapa liatin aku kayak gitu bang? " tanya Zee.
" Gak apa sayang, senang aja liatin kamu. Emang nya gak boleh liatin istri abang sendiri "
" Ya bukan gitu bang, tapi aku kan jadi malu kalau abang liatin gitu "
Zhio tersenyum mendengar ucapan Zee, ya seperti itulah Zee. Walaupun sudah menjadi pasangan suami istri, Zee masih saja suka malu-malu dengan Zhio, bahkan di tatap terus - terusan seperti ini sudah membuat kedua pipi Zee memerah. Hal itu yang justru sangat di sukai Zhio, istrinya terlihat semakin menggemaskan ketika sedang malu - malu atau salah tingkah seperti ini.
" Abang suka kalau kamu seperti ini, oh ya yang coba mendekat sedikit ke abang, kayaknya ada sesuatu tu di pipi kamu "
" Sesuatu, apa bang? " tanya Zee sembari meraba-raba kedua pipi nya "
" Sini, abang liat "
" Ada apa sih bang? " Zee mun mendekat ke arah Zhio dan memajukan sedikit tubuhnya.
__ADS_1
" Ini lo sayang, kayaknya di pipi kamu tu ada coretan gitu " ucap Zhio menangkup wajah Zee.
Cup...
Tiba-tiba saja Zhio mencium sekilas bibir manis Zee, dan alhasil kembali membuat kedua pipi Zee merona.
" Ihhh.. abang.. " ucap Zee sembari memanyunkan bibirnya lalu kemudian tersenyum.
" Kamu gemesin sih yang " ucap Zhio sembari terkekeh.
" Abang sih gitu suka modus " ucap Zee.
" Modus sama istri sendiri kan gak apa yang, Mau lanjut lagi ciumnya? " tanya Zhio.
" Abang ihhh, malu tau ini di mobil nanti di liat sama orang "
" Gak ada yang bakalan liat sayang, kaca mobil kita kan gelap, orang dari luar gak bisa liat apa yang kita lakuin di dalam mobil "
" Tu kan abang, pinter banget ngelesnya " ucap Zee.
" Abang ihh mesum " ucap Zee.
Zhio dan Zee pun sama-sama tertawa, seperti itulah Zhio, tidak ada yang menyangka jika di balik sikap tegas dan coll nya seorang Zhio ternyata tersimpan sisi kemesuman dan kebucinan yang tinggi, yang pasti hanya akan ia lakukan kepada istri tercintanya Zee.
" Oh ya yang, kamu yakin gak mau apa - apa. Roti, cake atau yang lainnya. Mumpung Bunda belum keluar tuh dari toko, biar abang telpon Bunda kalau kamu mau sesuatu "
" Hmm... apa ya bang, kayaknya aku gak mau makan apa - apa bang udah kenyang "
" ya buat nanti kan bisa sayang, kue atau roti nya kan bisa di simpan di kulkas "
" Gak deh bang, oh ya ngomong - ngomong kok Bunda lama ya bang "
" Gak tau tu Bunda, mungkin lagi milih-milih yang. Atau mungkin lagi borong kue sama Roti nya. Bunda tu sama persis kayak Tasya, kalau sudah ke toko kue pasti banyak mau nya dan belanjaan nya pasti banyak "
Tak lama Bunda Hesty keluar dari toko, dan benar saja apa yang di katakan oleh Zhio, Bunda membawa begitu banyak kantong plastik yang berisi beberapa kue cake dan roti.
__ADS_1
" Maaf ya lama nungguin Bunda " ucap Bunda setelah berada di dalam mobil.
" Iya gak apa Bun " ucap Zee.
" Sudah Bun? habis ini Bunda mau beli apa lagi? " tanya Zhio.
" Gak ada bang, langsung pulang aja. Kasian juga Zee pasti mau istirahat kan nak "
" Ya udah kalau gitu kita langsung pulang Bun " ucap Zhio lalu melajukan kendaraan nya menuju rumah.
Sesampai di Rumah, Bunda Hesty terlebih dahulu masuk kedalam dengan membawa kue dan roti yang ia beli.
" Yang, abang gendong ya? " ucap Zhio.
" Gak usah bang, aku bisa jalan sendiri kok "
" Nanti kamu capek yang "
" Jalan aja gak capek kok bang "
Setelah keluar dari mobil, dengan segera Zhio menggendong istrinya dengan gaya bridestyle. Zhio tidak memperdulikan ucapan Zee yang meminta untuk tidak menggendong nya.
" Abang, malu tu di liat pak Ujang " tunjuk Zee ke arah Pak Ujang yang sedang sibuk membawa beberapa tas bekal saat Zee di rumah sakit.
" Ngapain malu yang, justru Pak Ujang senang liat kita kayak gini " ucap Zhio lalu menggendong Zee masuk ke dalam rumah, Zee hanya bisa pasrah lalu mengalungkan kedua tangan nya di leher sang suami.
" Kok gelap bang? " tanya Zee saat mereka masuk kedalam rumah dimana ruangan terlihat sangat gelap.
" Iya yang, sebentar abang nyalakan lampu nya dulu " Zhio menurunkan Zee dari gendongan nya dan mencari saklar lampu, setelah ketemu Zhio langsung menyalakan lampu nya.
" Selamat datang kak Zee "
Zhio dan Zee terkejut saat melihat Bunda Hesty, Tasya, Ayah Xander, Zhea, Bulan, Pak Bayu, Ibu tiri Zee , ibu kandung Zee dan juga nenek , Oma Diana. Semua berkumpul dan menyambut kedatangan mereka.
Suasana rumah tampak ramai dan berbeda, terdapat hiasan bunga dan beberapa balon yang di pasang di sisi - sisi rumah. Dan juga terdapat tulisan yang di pasang di dinding dengan bertulis " Happy pregnant kak Zee " Zee begitu terharu melihat semua itu, kedatangan kedua orangtua nya juga menjadi kebahagiaan besar untuk Zee.
__ADS_1
Zee begitu merindukan kedua orangtua nya dan juga nenek kesayangan nya itu. Karena terlalu bahagia, Zee tidak bisa menahan air mata nya. Ia menangis sembari memeluk Zhio.