Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Maunya Abang..


__ADS_3

Suasana Rumah semakin ramai karena kedatangan Oma Diana. Saat ini semua orang sedang berkumpul untuk menikmati makan malam, makan malam kali ini tentu berbeda karena Bunda Hesty sengaja memasak lebih dan dengan menu yang beragam. Bunda Hesty memasak tidak sendiri , ia memasak di bantu oleh Bi Inah.


Zee ingin membantu Bunda, namun Bunda melarang karena Bunda ingin Zee beristirahat saja di kamarnya setelah Bunda tau kalau Zee sedang sakit.


" Oma gak usah pulang ya, tinggal di sini aja nanti. Biar Bunda setiap harinya masak banyak kayak gini " ucap Tasya dengan mulut penuh makanan.


" Tasya, makan nya pelan - pelan "


" Tasya laper banget Bun, seharian ngerjain tugas bareng Zhea. Iya kan Zhe ? uhuk..uhuk.. " Tasya tersedak, karena makan sembari berbicara. Semua orang tertawa melihat tingkah Tasya.


" Tu kan dek, maka nya omongan Bunda tu di dengerin. Pelan - pelan aja makannya "


" Iya..iya..bang, namanya juga laper "


Semua orang kembali menikmati makan malam mereka, terkecuali Zee. Zee terlihat tidak berselera, ya mungkin pengaruh tubuhnya yang tidak fit hari ini.


" Sudah makan nya yang ? " tanya Zhio saat melihat Zee tidak menghabisi makanan nya.


" Sudah bang "


" Di habisin ya yang, tanggung tu dikit lagi "


" Tapi aku udah kenyang bang, rasanya makanan gak ada yang berasa di lidah aku bang "


" ya udah, habis ini kamu istirahat lagi ya. Sini, biar Abang habisin makanan nya " Zhio ingin mengambil piring bekas makan Zee, tapi ditahan oleh Zee.


" Jangan bang, ini bekas aku "


" Loh, emang kenapa kalau bekas kamu. Sayang kan kalau gak di habisin nanti mubajir yang, sini Abang habisin " Zhio mengambil piring Zee dan memakan habis sisa makanan yang tidak habis Zee makan. Zee tersenyum melihat tingkah suaminya.


Selesai makan, Zee membantu Bunda Hesty membersihkan meja makan. Sedangkan yang lain berkumpul di ruang keluarga. Bunda sudah meminta Zee untuk tidak membantunya dan meminta Zee untuk istirahat saja. Namun Zee tetap kekeh dan membantu Bunda hingga selesai.


" Sekarang kamu istirahat ya Zee, semua sudah selesai. Terima kasih udah bantuin Bunda ya "

__ADS_1


" Sama - sama Bun, maaf ya tadi Zee gak bantuin Bunda masak "


" Gak perlu minta maaf, sudah cepat ke kamar kamu, istirahat. Tu liat muka kamu pucat gitu "


" Iya Bun, Zee ke kamar dulu ya "


" Iya sayang "


Melihat istrinya ke kamar, Zhio yang sedang berkumpul bersama di ruang keluarga pun ikut menyusul sang istri. Zhio berlari kecil agar bisa menyusul langkah Zee.


" Mau istirahat ? " tanya Zhio, tangan sebelah kiri Zhio melingkar di pinggang sang istri.


" Iya bang " ucap Zee sembari tersenyum.


" Besok, gak usah kerja dulu ya yang. Tunggu udah baikan baru turun kerja "


Zhio dan Zee sedang berbaring di tempat tidur, mereka berbaring berhadapan dan saling berdekapan. Tangan kiri Zhio menampu kepala Zee, sedangkan tangan kanan nya membelai lembut rambut Zee. Sesekali Zhio juga menciumi kening sang istri.


" Kan mereka gak kemana - mana sayang, kamu masih bisa mengunjungi mereka "


" Iya bang, tapi kan gak seru kalau aku gak ikut. Terus juga besok ada beberapa laporan yang harus aku berikan ke Dokter Adi "


" Iya deh boleh, tapi kalau besok kamu masih pusing atau badan kamu masih gak enakan, Abang gak akan ijinin kamu pergi. Kan enak kalau di rumah aja, seru - seruan sama Abang "


" Emangnya Abang besok gak kerja ? "


" kalau kamu masih sakit, Abang gak kerja dulu "


" Jangan gitu dong bang, kasian nanti kerjaan Abang terbengkalai. Malam ini juga Abang gak visite pasien kan, biasanya kan Abang selalu pulang malam "


Malam ini Zhio sengaja pulang lebih awal dan meminta Kevin untuk menggantikan melakukan visite kepada beberapa pasiennya. Hal itu Zhio lakukan tentu saja untuk menemani sang istri yang sedang sakit.


" Kamu tenang aja ya yank, di kantor ada Pak Niko yang masih bisa menghandle kerjaan Abang. Dan di rumah sakit masih ada kevin yang bisa Abang andelin " ucap Zhio sembari tersenyum mengingat Kevin, sahabat nya satu itu memang selalu menjadi penyelamat Zhio.

__ADS_1


" Kasian deh sama bang Kevin, sesekali Abang harus kasih dia hadiah bang. Kasih apa gitu, kan Abang sering banget ngerepotin bang Kevin "


" Dia mah gak usah di kasih apa - apa yang, justru dia malah senang kalau Abang suruh gantiin Abang. Biar sering liat perawat cantik dan pasien - pasien yang cantik di sana " ucap Zhio sembari terkekeh.


"Abang ih becanda terus "


" Abang serius ni yang, hmm..kamu keberatan ya yang kalau Abang suka pulang larut malam ? maaf ya sayang, nanti Abang coba atur ulang jadwal Abang deh biar Abang gak pulang larut malam terus "


" Gak kok bang, aku ngerti kok kesibukan Abang. Justru aku kasian liat Abang, Abang pasti capek kan. Pagi sampai sore harus ke kantor, ntar lanjut lagi ke rumah sakit. Belum lagi kalau ada operasi dadakan "


" Abang gak capek sama sekali yang, justru Abang semakin semangat semenjak menikah sama kamu. Kalau dulu Abang kerja untuk Abang sendiri, sekarang Abang udah berkeluarga , jadi Abang harus lebih semangat dan bekerja keras lagi buat kamu dan juga Bulan "


Zee merapatkan pelukannya, ia begitu bersyukur memiliki suami seperti Zhio. Setelah semua yang di alami oleh Zee, dan di balik banyaknya kekurangan Zee, Zhio mau menerimanya dan sangat mencintainya.


" Iya, Abang juga sayang sama kamu " Zee mendongakkan kepalanya saat mendengar Zhio berkata seperti itu.


" Kamu mau bilang sayang sama Abang kan ? iya Abang sayang sama kamu " Zhio mengerti maksud Zee merapatkan pelukannya itu adalah tanda bahwa Zee sangat menyayangi nya. Dan sebenarnya yang ada di pikiran Zhio benar, Zee menyayangi Zhio namun ia tidak ingin mengatakannya. Cukuplah dengan pelukan itu menjadi tanda bahwa Zee sangat berterima kasih dan menyayangi Zhio.


" Abang belum ngantuk ? " tanya Zee.


" Belum sih yang, emang kenapa ? kalau kamu udah ngantuk, tidur aja duluan "


" Kalau belum ngantuk, terus Abang mau ngapain ? "


" Hmmmm..maunya Abang sih..bikin anak sama kamu, biar anak kita cepat jadi yang. Tapi berhubung kamu lagi gak enak badan dan kamu juga udah ngantuk, ya gak apa. Abang ngerti kok, tapi..kalau kamu mau..Abang sih.." belum selesai Zhio bicara, Zee menutup mulut Zhio dengan tangannya.


" Ya udah, aku tidur duluan ya bang. Selamat malam bang "


CUP..


Zee mencium kening Zhio, lalu menutup kedua matanya sembari tersenyum. Zhio pun ikut tersenyum senang melihat tingkah lucu sang istri. Zhio semakin mempererat pelukannya kepada Zee, dan terlelap bersama.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2