Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Aku harus apa


__ADS_3

Setiap bulannya Zee dan teman-temannya akan mengalami perputaran atau perollingan tempat. Dari awal mula magang Zee sudah di tempatkan di ruang UGD atau ruang unit gawat darurat. Kemudian setelahnya Zee di tempatkan di ruang operasi. Dan kali ini Zee di tempatkan di ruangan poli untuk melayani langsung pasien yang hanya ingin di rawat jalan saja.


Tentunya Zee tidak seorang diri, Zee bersama dengan Dokter pembimbing. Dan pembimbingnya langsung dari Dokter spesialis masing-masing poli. Syam sangat senang mendengar Zee akan berpindah ke bagian rawat jalan, ia sangat menanti kedatangan Zee karena dengan begitu ia bisa kembali berada dalam satu ruangan bersama Zee. Dan bisa melihat terus wajah cantik Zee.


" Maaf Dokter Syam, hari ini kita akan kedatangan anak magang , jadi selama dua Minggu ini kita akan di temani oleh mereka "


" Ya , saya sudah tahu "


Syam senyum-senyum sendiri, ia sudah tak sabar melihat kedatangan Zee.


Tok..tok..tok..


Syam melihat ke arah pintu, ia kembali tersenyum lalu ia merapikan jasnya, melihat ke kaca penampilan saat ini apakah sudah sangat baik atau belum. Jangan sampai terlihat buruk di mata Zee.


" Masuk " panggi perawat yang mendampingi Syam.


Awalnya Syam tampak senang dan tersenyum lebar, namun setelah pintu terbuka ternyata bukan Zee yang datang melainkan teman magang Zee yang lain.


" Selamat pagi Dokter Syam " sapa Shinta, anak magang yang satu kelompok dengan Zee.


" Ya selamat pagi " jawab Syam, Syam tidak fokus kepada Shinta, tapi lebih memperhatikan pintu yang ada di depannya, Syam berharap setelahnya Zee akan masuk kedalam ruangannya.


" Kamu sendiri ? ", tanya Syam saat sadar karena Zee tak kunjung datang.


" Iya Pak benar saya sendiri "


" Hmm..maaf bukannya hari ini jadwalnya teman kamu kan ? Dokter Zee " tanya Syam.


" Oh Dokter Zee, iya Dokter benar, semuanya masuk hari ini. Cuma Dokter Zee saat ini di tempatkan di ruang poli bedah 1 "

__ADS_1


Syam mengernyitkan keningnya, pasalnya kemarin ia melihat sendiri jadwal magang Zee dan hari ini hingga dua Minggu kedepan Zee akan menemaninya. Tapi kenapa semua bisa berubah ?


Syam pun pasrah karena jam kerja sudah di mulai, setelah poli usai ia akan bertanya kembali kepada teman sejawatnya yang mengurus jadwal magang Zee dan teman-teman Zee yang lain.


Hari ini Zee di tempatkan di ruangan poli bedah 1, dimana ruangan tersebut menjadi ruang kerja Kevin, Kevin tentu menerima dengan hangat kedatangan Zee.


" Sudah siap untuk hari ini Dokter Zee ? "


" In syaa Allah bang, eh Dokter Kevin " ucap Zee sembari terkekeh.


" Kalau lelah istirahat ya Zee, kamu sedang hamil, jangan sungkan untuk duduk bila kaki mu merasa lelah , dan jangan sungkan untuk bertanya hal yang kamu tidak ketahui "


" Siap Dokter "


Kevin tersenyum, ia senang karena Zee menemaninya bekerja hari ini. Kevin juga merasa senang karena bisa mengajukan Syam dari Zee untuk sementara waktu. Karena jujur saja beberapa hari ini Kevin selalu melihat Syam berusaha untuk selalu mendekati Zee, mengingat Amanah Zhio, Kevin pun berusaha menjaga Zee.


" Zee, kamu mau makan siang ? gimana kalau kita makan siang di sini saja ? aku akan pesan makanan "


" Boleh Dok, tapi perawat Ana juga ikut makan siang bareng kita ya " ajak Zee dan di balas anggukan oleh perawat Ana.


Kevin tersenyum, " beruntung sekali kamu Zhio , mendapat istri sebaik dan seshalihah Zee, ia sangat menjaga kehormatan dan kesetiaanmu, dia meminta perawat Ana juga ikut makan bersama karena ia tidak mau kalau hanya kami berdua di ruangan ini, aku mengerti karena Zee tak mau timbul fitnah di antara kami berdua "


Kevin memesan nasi Padang untuk makan siang mereka, makanan kesukaan Zee. Zee sangat antusias saat melihat nasi Padang di depannya.


" Karena ini jam istirahat, kita ngomongnya gak usah terlalu formal ya Zee "


" Iya bang " jawab Zee.


Sejenak terjadi keheningan di antara mereka , Zee dan perawat Ana sedang asyik menikmati makan mereka. Sedangkan Kevin, Kevin sedang bingung dengan sesekali memperhatikan Zee. Kevin ingin bertanya sesuatu mengenai Zhea tapi bingung memulainya dari mana.

__ADS_1


" Zee "


" Iya bang "


" Kamu punya adik ya ? " tanya Kevin.


" Punya bang, satu adik perempuan. Namanya Zhea, Abang pernah lihat kan waktu acara syukuran 4 bulanan aku "


Zee dan perawat Ana makan dalam satu meja dan saling berhadapan, sedangkan Kevin berada di meja lain.


" Tanya apa lagi ya ? " batin Kevin bingung.


" Kenapa emangnya bang ? "tanya Zee.


Kevin tampak kikuk, ia bingung mau menjawab apa. Mana mungkin kan kalau Kevin bilang secara langsung kalau ia menyukai Zhea dan ingin mengajak Zhea menikah. " Aku bilang apa ? " batin Kevin.


" Gak..gak apa Zee, cuma tanya aja. Pantas saja kalian mirip, sama-sama cantik " puji Kevin.


" Ya Allah Abang Kevin terlalu berlebihan. Terima kasih bang, Alhamdulillah kalau aku sama Zhea itu di anggap cantik sama Abang "


" Adik kamu sudah lulus Zee ? masih SMA ya ? " tanya Kevin.


" Mungkin aku bisa bertanya mengenai hal kecil ini dulu, setidaknya tidak membuat Zee curiga " batin Kevin.


" Iya SMA bang, satu sekolah dan satu kelas tu sama Tasya. Minggu depan udah pengumuman kelulusan tu mereka, ya semoga aja mereka lulus dengan hasil yang memuaskan. Bantu Doa ya bang "


" Iya Zee, pasti Abang doain " jawab Kevin.


Zee menjawab pertanyaan Kevin dengan santainya sembari menikmati nasi Padang kesukaannya itu, tak terpikir atau pun curiga kepada Kevin, padahal Zee tidak tahu saja kalau Kevin menyukai adiknya Zhea.

__ADS_1


__ADS_2