Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Nasihat untuk Celin


__ADS_3

Suara tangisan bayi pun bergema di seluruh ruangan operasi, Zhio menciumi kedua pipi bayi tampan nya yang tak berhenti menangis, dan setelahnya tak lupa Zhio mengumandangkan suara adzan di telinga sang anak.


Mendengar suara adzan yang merdu dari sang ayah , seketika membuat anaknya terdiam. Tangisan yang semula begitu keras pun menghilang.


Zee tersenyum melihat anaknya yang terdiam mendengar suara adzan yang Zhio kumandangkan.


" Maa syaa Allah , pintar banget anak abi " ucap Zhio sembari kembali menciumi pipi gembul anaknya.


Hidung yang mancung, mata sipit , alis dan bulu mata yang tebal sangat menunjukkan kemiripan sang anak dengan Zhio, lebih mendominasi Zhio dari pada Zee.


" Maaf Dokter Zhio, kami ijin membawa anak anda ke ruang observasi dulu " pinta Dokter yang menangani Zee.


" Oh baiklah "


Zhio menyerahkan bayi mereka kepada Dokter yang bertanggung jawab. Setelahnya Zhio kembali fokus kepada Zee.


" Terima kasih banyak ya sayang "


Zhio kembali mengucap rasa terima kasih nya dengan sembari menciumi kening Zee. Zee hanya bisa menjawab ucapan terima kasih Zhio dengan senyuman.


Di luar ruangan operasi, semua orang masih menunggu dengan penuh kekhawatiran.


" Kevin "


Kevin datang menemui Ayah Xander dan Bunda Hesty, Celin yang masih berada di sana juga langsung menyapa Kevin. Kevin hanya menatap Celin sekilas dengan senyum tipis yang hampir tak terlihat.


" Tante, Om "


" Kevin !! Zhio, dimana Zhio Vin ? " tanya Ayah Xander.


" Zhio sudah ada di dalam Om, Tante "


" Ya Allah, syukurlah "


Bunda Hesty dan Ayah Xander mengucap rasa syukur karena Zhio datang tepat waktu.


" Bagaimana kalian bisa datang secepat ini Vin ? bukannya waktu dari Amerika ke Indonesia memakan waktu yang cukup lama ? " tanya Ayah Xander.


" Amerika ? Apa yang di lakukan Kevin dan Zhio di Amerika, jadi selama ini Kevin berada di Amerika ? " batin Celin yang mendengarkan percakapan Kevin dan Ayah Xander.


" Sebenarnya kami sudah dalam perjalanan pulang om, kami masih berada di pesawat saat om menelepon, begitu kami sampai di bandara, Zhio memberi tahu kalau om mengirim pesan mengenai Zee, dan kami pun sesegera mungkin pulang menuju rumah sakit "


" Begitu rupanya, syukurlah Vin, om dan Tante ikut senang mendengarnya "


Ting...


" Kakek, nenek, pintu nya terbuka " panggil bulan saat melihat pintu ruangan operasi terbuka.

__ADS_1


Keluarlah seorang perawat yang membawa seorang bayi yang terbaring di tempat tidur atau keretanya.


" Maa syaa Allah, ini cucu kita yah ? "


Kedua mata Bunda Hesty berbinar - binar begitu pula dengan Ayah Xander. Mereka begitu terharu melihat cucu pertama mereka.


" Benar ibu, ini bayi nya Dokter Zhio, bayi laki-laki "


" Mirip sekali dengan Zhio, Bun " ucap Ayah Xander.


" Ihh...lucu banget adiknya Bulan, pipi nya gembul "


Bulan juga tak kalah senang, ia bahkan mencubiti pipi gembul sang adik yang begitu menggemaskan.


Kevin tersenyum dan ikut berbahagia melihat bayi nya Zhio dan Zee yang lahir dengan selamat. Dan melihat bayi tampan itu mengingatkan Kevin kepada Zhea, Kevin juga berharap suatu saat nanti ia juga bisa memiliki anak bersama Zhea.


Sedangkan Celin hanya bisa melihat dari kejauhan, Celin merasa canggung untuk mendekat. Apalagi setelah melihat Bunda Hesty yang mengabaikan nya.


" Bagaimana keadaan ibunya ? "


Tentu saja Bunda Hesty tak melupakan Zee, ia masih mengkhawatirkan menantu kesayangan nya itu.


" Alhamdulillah kondisi ibunya baik , setelah ini , ibunya akan di pindahan ke ruang perawatan "


" Alhamdulillah, terima kasih suster "


" Sama-sama ibu, mohon ijin saya mau bawa bayi nya ke ruang observasi dulu "


" Silahkan Bu "


" Ayo yah, kita ikutin susternya, kita harus temenin cucu kita , ayo Bulan ikut juga ya " ajak Bunda Hesty.


" Terus Zee gimana Bun ? "


" Ada Zhio di dalam yah, kasian cucu kita sendirian, nanti setelah Zee di pindah ke ruang perawatan, kita nyusul sekalian bawa cucu kita "


" Baik Bun, Kevin, kami permisi dulu ya "


" Silahkan Om, Tante "


Ayah Xander, Bunda Hesty , beserta Bulan meninggalkan Kevin bersama Celin.


Kevin memilih duduk di kursi tunggu untuk menunggu Zee keluar dari ruang operasi.


Celin perlahan berjalan mendekati Kevin dan setelahnya duduk di sebelah Kevin dengan memberi sedikit jarak.


" Bagaimana kabarmu Vin ? " tanya Celin.

__ADS_1


" Alhamdulillah, baik " jawab Kevin santai tanpa melihat Celin, Kevin sibuk bermain ponselnya.


Celin terdiam sejenak, ia bingung harus berbicara atau memulai percakapan lagi dengan Kevin. Biasanya Celin akan bersikap manja bila bertemu dengan Kevin, tapi kali ini tidak, Celin tidak menunjukkan hal itu karena ada perasaan malu dan juga canggung.


" Vin, aku..aku mau minta maaf sama kamu "


" Minta maaf kenapa ? "


" Minta maaf karena sikap aku sama kamu , maaf karena aku , kamu jadi harus keluar dari rumah sakit "


" Setelah menikah, aku memang punya rencana untuk berhenti dan keluar dari rumah sakit. Dan sebenarnya aku berterima kasih, karena sikap kamu , aku jadi sadar dan menyadari bahwa seharusnya aku tidak perlu berpikir panjang, aku memang harus secepat mungkin keluar dan berhenti bekerja "


Mendengar penjelasan Kevin, membuat dada Celin terasa tertusuk pisau. Celin hanya bisa diam dan tak bisa berkata lagi.


Kevin beranjak dari duduknya lalu melihat Celin.


" Aku sudah mendengar semua penjelasan dari Pak Ujang mengenai apa yang terjadi kepada Zee. Aku harap dengan kejadian kedua kali ini, kamu benar - benar sadar dan menyesali perbuatan mu "


Celin yang sedang menunduk , lalu mengalihkan pandangannya kepada Kevin.


" Kita sudah bersahabat sejak lama Cel, aku sangat tahu kamu itu sebenarnya wanita yang baik. Maka jangan rusak semua itu hanya karena sebuah ambisi dan kebencian. Lihatlah Zee, dia bahkan tidak memikirkan nyawa nya sendiri hanya untuk menyelamatkan kamu , padahal Zee tahu kalau kamu tidak menyukai nya. Kembalilah seperti Celin yang dulu, jadilah wanita yang baik, belajarlah untuk ikhlas dan menerima apapun yang sudah Tuhan tentukan kepada kita "


Celin meneteskan air matanya mendengar penjelasan dari Kevin.


" Terima kasih Vin "


Kevin hanya tersenyum tipis , kemudian pergi meninggalkan Celin seorang diri.


Kevin beranjak untuk menghubungi istrinya Zhea.


" Assalamualaikum "


" Wa'alaikumussalam "


" Sudah lihat pesanku "


" Sudahhh...keponakan aku gemoy banget "


Kevin mengirim foto anaknya Zhio dan Zee kepada Zhea. Sebelum di bawa ke ruang observasi, Kevin menyempatkan untuk mengambil foto si baby gemoy.


" Aku jadi pengen cepat pulang bang "


" Kamu mau pulang ? mau Abang jemput sekarang ? "


Zhea tertawa kecil , " jemput sekarang ? Abang jangan bercanda "


" Abang serius sayang, Abang juga pengen kamu cepat pulang. Biar kita bisa kerja keras supaya cepat menghasilkan baby gemoy kayak punya nya Zhio dan Zee "

__ADS_1


Seketika kedua pipi Zhea memerah mendengar ucapan Kevin. Kevin melihat hal itu dan tersenyum , Kevin senang sekali sudah berhasil menggoda sang istri.


Bersambung...


__ADS_2