
Dua hari lama nya Zhio akhirnya menghubungi istrinya Zee, tanpa menunggu lama telepon dari Zhio pun di angkat oleh Zee. Karena sejak dua hari yang lalu Zee tak sama sekali meninggalkan ponselnya, bahkan ke kamar mandi pun Zee selalu membawa nya karena menunggu telepon dari Zhio.
" Abang...." panggil Zee dengan kedua mata yang sudah tampak berkaca-kaca.
" Assalamualaikum sayang "
" Wa'alaikumussalam, Abang "
Karena terlalu buru - buru dan begitu bahagia nya, Zee lupa mengucapkan salam. Mendengar suara lembut suami nya membuat Zee justru menangis. Zee segera mengalihkan panggilan biasa ke panggilan video.
Zee akhirnya melihat wajah tampan sang suami di balik layar ponsel, yang tersenyum kepadanya. Air mata Zee pun kembali mengalir melihat Zhio.
Melihat Zee menangis, membuat Zhio begitu sedih sekaligus menyesal karena sudah membuat istrinya begitu khawatir.
" Abang baik-baik aja kan, kenapa dua hari ini gak bisa di hubungi, kenapa gak ada kabar sama sekali, Abang tau gak aku khawatir, aku gak bisa tidur , gak bisa makan gara-gara mikirin Abang "
Zhio tersenyum mendengar omelan dari istrinya, terlebih saat Zee mengatakan kalau ia tak bisa makan dan juga tidur, padahal sebelumnya Zhio sudah menghubungi bunda Hesty dan Bunda Hesty mengatakan kalau Zee memang sangat khawatir akan keadaannya, namun masih makan dengan lahap , setiap malam istrinya itu juga tidur bersama bunda Hesty dan juga Bulan. Dan Zee terlihat tidur dengan pulas.
Zhio mengerti kalau Zee berbohong kepadanya karena marah , dan sebenarnya tidak menjadi masalah bagi Zhio. Justru Zhio senang kalau istri nya baik-baik saja dan makan dengan lahap sembari menunggu kabar darinya.
__ADS_1
" Abang kok senyum-senyum sih !! "
Kini Zee memanyunkan bibirnya, rasa bahagia dan juga marah meliputi perasaan Zee saat ini.
" Abang tersenyum karena Abang bisa lihat wajah cantik kamu, maafin Abang ya sayang "
Zee memperhatikan wajah suaminya Zhio, lalu ia mendekatkan ponselnya ke wajahnya.
" Kenapa wajah Abang keliatan pucat ? Abang sakit ? "
" Pucat ? Gak kok sayang, mungkin ini efek kamera aja "
Kini Zee kembali ke masalah awal, dan kembali mencecar Zhio dengan banyak pertanyaan.
" ponsel Abang hilang sayang, dan begitu sampai Abang harus langsung bekerja , Abang minta maaf ya sayang "
" Hilang ??? Gimana bisa hilang bang ? Terus sekarang udah ketemu ? Ketemu nya dimana ? "
" Abang udah minta anak buah Abang buat cari ponsel Abang, dan Alhamdulillah udah ketemu "
__ADS_1
Zee masih memanyunkan bibirnya, merasa curiga karena ia belum puas dengan alasan yang di berikan suaminya.
" Tapi kan Abang bisa hubungi aku pake ponsel lain, bisa pinjem ponsel temen, atau telepon hotel, atau Abang beli ponsel baru, kalau ponsel Abang gak ketemu sama sekali, Abang gak akan hubungi aku gitu , sampai Abang kembali ke sini lagi "
Zhio kembali tersenyum mendengar ocehan istrinya.
" Iya sayang, maafin Abang ya , Abang janji Abang gak akan bikin kamu khawatir lagi , ya sayang, I love you "
Zhio menyatukan kedua jemari tangannya dan membuat simbol hati , dan menunjukkannya kepada Zee.
" I love you "
Zee yang semua cemberut pun akhirnya luluh, ia tersenyum melihat Zhio.
" Iya, aku maafin Abang. Lain kali jangan bikin khawatir aku lagi bang "
" Iya sayang, I love you "
Zhio kembali mengatakan cintanya, kedua pipi Zee memerah mendengar kata cinta dari Zhio.
__ADS_1
" Iya Abang, aku juga cinta Abang "