Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Menggoda Zee


__ADS_3

Zhio dan Zee menghabiskan waktu mereka seharian untuk jalan-jalan bersama. Mulai dari mengelilingi pusat perbelanjaan, nonton film, dan terakhir menghabiskan waktu mereka untuk berbelanja perlengkapan bayi. Awalnya Zee kembali menolak dan meminta Zhio untuk membeli perlengkapan bayi mereka nanti saja, namun Zhio memaksa dan akhirnya Zee pun mau.


Dan apa kalian tahu ? Zhio dan Zee berbelanja perlengkapan untuk anak mereka tidak tanggung - tanggung, bahkan Zhio dan Zee harus meminta bantuan orang untuk membawa belanjaan mereka yang begitu banyak. Yang terlihat begitu antusias berbelanja tentulah Zhio, Zee saja hampir di buat kesal karena setiap pakaian dan beberapa barang yang Zhio suka semua di beli oleh Zhio.


" Abang udah kasih tip buat orang nya kan ? "


" Sudah sayang "


" Iya bagus, Abang kasih berapa ? Abang kasih lebih kan , kasian tau bang dia bawain barang belanjaan kita sebanyak itu "


Zhio dan Zee sudah berada di dalam mobil, Zee melihat tumpukan barang belanjaan mereka yang memenuhi bagasi hingga kursi belakang mobil.


" Banyak banget bang, kayaknya kita belanja terlalu boros bang. Abang tau kan tadi habis berapa ? aku jadi pusing mikirinnya bang "


Zhio tertawa kecil melihat Zee yang tampak pusing memikirkan total belanjaan mereka , padahal bagi Zhio hal itu tidak lah banyak untuknya. Bahkan Zhio masih bisa membeli banyak lebih dari pada itu.


Total belanjaan mereka yaitu berkisar sekitar 10 juta, dan hal itu tentulah membuat Zee pusing karena ia tidak pernah berbelanja pakaian anak sebanyak itu.


" Abang juga kenapa beli baju bayinya banyak banget, baju bayi itu bang paling di pake sebentar aja karena nanti tu makin besar pasti udah gak muat. Maka nya aku tuh tadi mau nya beli nya dikit-dikit aja bang, nanti kalau udah gak muat kan baru kita beli lagi "


Zee mengoceh dan kembali menceramahi Zhio, jiwa emak-emak Zee keluar , mungkin bagi Zhio tampak biasa, namun tidak untuk Zee. Zhio kembali tertawa kecil mendengar ocehan istri nya.


" Gak apa sayang, nanti kalau gak muat kita bisa beli lagi. Dan pakaian yang lama bisa kita simpan untuk calon anak kita yang kedua "

__ADS_1


Zee memanyunkan bibirnya mendengar ucapan Zhio.


" Ihh Abang, yang ini aja belum lahir Abang udah mikiran punya anak lagi "


" Hahahaa....kamu tuh gemes banget sih yang "


Zhio mencubit pipi Zee yang gembul, semenjak hamil tubuh Zee memang sedikit berisi , dan tentu terlihat menggemaskan di mata Zhio.


" Abang sih..lain kali kita gak boleh boros gini lagi ya bang, nanti kalau uang Abang habis gimana ? "


Zhio tersenyum melihat kepolosan sang istri, tapi Zhio senang karena ia memiliki istri yang pengertian seperti Zee.


" Iya sayang, tenang aja. Kamu gak usah khawatir ya, nanti kalau uang Abang habis, ya Abang cari lagi dong. Pokoknya Abang bakalan kerja keras untuk kalian "


" Iya bang, terima kasih "


" Kok nanti bang "


" Ya nanti yang di dalam kamar "


Dengan mudahnya Zhio menggombal di hadapan Zee, hal itu tentu membuat kedua pipi Zee memerah karena malu.


" Ihh Abang, jangan keras - keras ngomong nya tu di dengar sama Pak Ujang "

__ADS_1


Zhio melihat Pak Ujang , Zhio baru sadar kalau mereka tidak berdua saja di dalam mobil. Dan Zhio kembali tertawa kecil melihat Zee yang tampak salah tingkah karena ucapannya.


" Pak Ujang, pak ujang gak denger apa-apa kan ? " tanya Zhio.


" Iya den, bapak gak dengar apa-apa " sahut Pak Ujang.


" Tu yang, kata pak Ujang dia gak denger apa yang Abang tadi Abang bilang "


" Abang sama Pak Ujang sama aja "


" Sama apa nya yang, beda dong. Abang jauh lebih muda dong dari Pak Ujang "


" Kita tu udah punya anak bang, artinya kita udah gak muda lagi , iya kan dek "


Zee beralih ke perutnya , dan mengajak calon buah hati mereka berbicara.


Zhio membungkukkan badannya dan mendekat ke perut sang istri.


" Masa iya sih dek " ucap Zhio sembari mengelus - elus perut Zee.


" Iya bener kan dek ya, Abi udah tua " balas Zee berbicara seolah mewakili ucapan calon buah hati mereka.


" Walaupun udah tua, Abang masih sanggup kok yang punya anak lagi setelah si adek lahir "

__ADS_1


" Ihh...Abang... "


Zhio tertawa kecil melihat Zee yang kembali kesal karena kembali menggodanya. Dan pak Ujang pun juga ikut tertawa mendengar percakapan Zhio dan Zee.


__ADS_2