
Zee sedang menunggu kedatangan Satria, sejak Zee pulang bekerja, suaminya itu tidak ada di rumah. Zee hanya sendirian saat ini, Zee sengaja menyuruh Bulan untuk tidur di tempat nenek malam ini karena Zee hanya ingin berdua saja bersama Satria dan meminta penjelasan kepada suaminya, dan pastinya pertengakaran akan terjadi. Dan Zee tidak ingin Bulan melihat pertengkaran di antara mereka.
Ceklek.. pintu terbuka, Zee menarik nafas panjang, ia sudah siap untuk menghujani Satria dengan berbagai pertanyaan.
" Dari Mana Mas? "
" Jalan sama teman "
" Teman wanita "
Glek..
Satria terkejut dengan ucapan Zee, dan kini ia memberi tatapan horor pada istrinya.
" Apa maksud mu Hah? wanita apa? "
" Tidak usah berbohong Mas, siapa Y itu, wanita yang namanya Mas beri inisial Y di ponsel Mas Satria "
" Sial.. tau darimana dia? " batin Satria.
" Dia hanya teman, bukan siapa - siapa "
" Heh.. teman, maksud Mas selingkuhan gitu? aku istrimu Mas, aku bisa merasakan apa yang Mas sembunyikan dari ku "
" Kau berani melawan ya, aku bilang Yuni itu bukan siapa - siapa " Tanpa sadar Satria menyebut nama asli wanita itu.
" Jadi nama nya Yuni? siapa dia Mas? " kedua mata Zee mulai berkaca - kaca.
" Sudahlah, susah berbicara sama kamu " Satria berlalu pergi, dan berusaha menghindari Zee, namun Zee tidak tinggal diam, ia ikut masuk kedalam kamar, dan kembali menjejali Satria dengan berbagai pertanyaan.
" Mas, Mas belum menjelaskan semua nya kepadaku "
" Apalagi sih Zee "
" Siapa wanita itu Mas, Mas tega mendua kan ku... hiks.. hiks.. hiks.. " Zee tidak bisa menahan air mata nya lagi.
" Kalau tau begitu, berarti kamu harus sadar diri, kalau tau suami selingkuh, berarti ada yang kurang dari kamu "
" Kurang Mas, setelah semua yang aku lakukan kepada Mas Satria, Mas masih bilang kalau ada kekurangan dari aku, apa perlu aku jelaskan semuanya Mas? Mas bersikap dingin kepada ku, aku Terima, Mas suka marah dan selalu menghina ku, aku Terima, Mas malas bekerja, aku tidak marah dan bahkan ikut bekerja untuk membantu kebutuhan rumah kita, aku juga rela diet ketat hanya untuk mengubah diriku menjadi langsing Mas, demi Mas Satria, agar Mas Satria tidak lagi menghina ku dan juga memandangku, aku juga tidak pernah bercerita kepad bapak dan ibu mengenai kelakuan Mas yang buruk kepada ku "
" Selama sepuluh tahun ini, aku bertahan hanya karena Bulan Mas, dan aku juga yakin jika Mas masih mencintaiku, tapi sepertinya aku sudah tau jawabannya Mas. Perjuangan ku sia - sia, Mas tidak lagi mencintaiku, aku memang bodoh, bodoh.. hiks.. hiks.. hiks.. " Zee berlari keluar kamar, meninggalkan Satria yang mulai memikirkan semua ucapan istrinya.
__ADS_1
Pertengkaran mereka berakhir begitu saja, ada rasa lega di hati Zee karena ia sudah mengungkapkan semua perasaan sakitnya kepada suaminya, yang sudah ia simpan lama sejak sepuluh tahun ini.
Zee masih saja menangis sesegukan sembari meringkuk sendiri di ruang tamu, dan karena lelah menangis, Zee tertidur.
*****
Pagi - pagi sekali Zee sudah bangun, ia tidak bekerja hari ini karena kebetulan hari ini adalah hari libur.
Terdengar suara pintu kamar terbuka, Satria bangun dan menuju kamar mandi, ia menyempatkan sebentar untuk melirik Zee yang saat ini sedang asyik memasak.
Setelah mandi, Satria langsung duduk di meja makan, Zee dengan telaten menyiapkan makanan untuk suaminya, menuangkan nasi dan lauk pauk di piring Satria.
Ada yang sedikit berbeda dengan Zee hari ini, biasanya Zee akan terus mengajak Satria berbicara, namun kali ini berbeda, Zee lebih memilih diam dan tidak menatap Satria sama sekali.
Zee ikut makan bersama Satria, hanya dentingan sendok yang terdengar di antara keduanya, Satria juga diam saja, sesekali ia melirik ke arah Zee yang juga diam, namun tetap santai sembari menikmati makan nya, tidak tampal kesedihan lagi di raut wajah Zee.
Sebenarnya Satria ada janji dengan Yuni hari ini, namun entah mengapa ia membatalkan janjinya, mood nya sedang tidak baik sekarang, dan Satria memilih untuk berdiam di rumah.
" Aku pergi ke rumah Bapak " ucap Zee singkat, lalu pergi meninggalkan Satria.
Sebenarnya Zee bukan nya ingin ke rumah Pak Bayu, melainkan kerumah ibu mertua nya, bukan untuk mengadu semua perbuatan buruk Satria kepadanya, melainkan ingin meminta ijin untuk berpisah dengan Satria.
" Hiks.. Hiks.. Hiks.. kamu yakin Zee? Satria pasti sering menyakiti kamu kan nak? " Ibu mertua Zee tidak hentinya menangis, begitu Zee mengatakan ingin berpisah dengan Satria.
" Tidak perlu meminta maaf Zee, kamu tidak salah "
" Terima kasih Bu, kalau begitu Zee mau ke rumah Bapak dulu "
" Apa Pak Bayu sudah tau Zee? "
" Zee belum bercerita apapun kepada Bapak, Bu. Dan ini Zee mau kesana, Zee mau bilang ke Bapak kalau Zee mau berpisah dari Mas Satria "
" Baiklah Zee, ibu menghargai keputusan kamu "
Zee pun pergi meninggalkan rumah ibu mertua nya, ibu Satria tidak hentinya menangis, padahal ibu Satria sangat menyanyangi Zee, dan ia tidak akan memaksa atau melarang keputusan Zee, karena ia mengerti jika Satria selama ini pasti sudah sering menyakiti hati Zee.
" Kenapa Bu? Bapak Satria baru datang dari sawah dan terkejut melihat istrinya yang sedang menangis "
" Zee pak, Zee ingin berpisah dari Satria "
" APA? berpisah Bu "
__ADS_1
" Iya Pak "
" Pasti Satria sudah menyakiti hati Zee, Bu. Lebih baik kita menemui Satria sekarang "
Setelah membersihkan diri, kedua orang tua Satria bergegas menuju ke rumah Zee.
" Jadi begini kelakuan kamu Satria? duduk santai saja di rumah, bekerja tidak " ucap Ibu Satria.
" Apaan sih Bu " ucap Satria.
" Apa yang sudah kamu lakukan kepada istri kamu? " kini giliran bapak Satria yang bertanya kepada Satria.
" Hah.. jangan - jangan Zee bercerita jika aku berselingkuh " batin Satria.
" Zee cerita apa Bu? " tanya Satria.
" Dia tidak bercerita apa - apa "
" Terus kenapa Ibu dan Bapak memarahi ku "
" Kamu pasti menyakiti Zee kan, apa kau memukul nya? "
" Memukul apa Pak, Bu, tidak usah berpikir aneh - aneh, atau jangan - jangan Zee berbicara seperti itu kepada Bapak dan Ibu, dia memfitnah ku "
" Astagfirullah Satria, bisa - bisa nya kamu berpikir seperti itu kepada istrimu? jadi seperti ini, pantas saja jika Zee meminta untuk berpisah dengan mu "
Glek... Satria membulatkan kedua matanya begitu mendengar jika Zee ingin berpisah dengan nya.
" Maksud Bapak? "
" Zee datang kerumah dan bilang kalau dia ingin berpisah dari kamu, bahkan dia tidak menceritakan sedikit pun tak buruk tentang kamu Satria, selama ini dia selalu mengatakan jika kamu baik dan perhatian kepadanya "
Satria terdiam, ia mulai memikirkan kesalahan nya, sebenarnya ia tidak ingin berpisah dari Zee.
" Kenapa diam Satria? apa kamu baru sadar dengan kesalahan yang kamu buat selama ini? "
" Ibu sama Bapak benar - benar kecewa dengan kamu Satria, lebih baik sekarang kamu Terima saja keputusan Zee "
Bapak dan Ibu Satria pergi dari rumah Zee, dan meninggalkan Satria seorang diri, yang saat ini masih mematung dan tidak percaya jika Zee ternyata ingin berpisah dengan nya.
**Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa like, vote, kritik dan saran nya 😘**