Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Kemarahan Zhio 2


__ADS_3

" Aku memang tidak menyukai hubunganmu dengan Zee, tapi bukan berarti aku akan melakukan hal itu. Tapi aku sudah memarahi temanku Zhio, mereka sudah aku marahi pada saat itu juga , kau tenang saja "


Kedua mata Zhio memerah, ia berjalan memghampiri Celin. Tidak pernah Celin melihat Zhio seperti ini, Celin bahkan terlihat ketakutan.


" Apa maksudmu Cel? jadi kau yang sudah membuat Zee terjatuh. Apa kau tidak tau akibat nya HAH!!! " Zhio berbicara dengan meninggikan suaranya, membuat tubuh Celin bergetar mendengarnya.


" A.. a.. aku.. bukan aku Zhio, jadi.. kau belum tau soal ini? " ucap Celin dengan terbata-bata.


" Ya benar, aku tidak menahu soal ini. Istriku tidak menceritakan apapun kepadaku "


" Apa?? " batin Celin, Celin merasa sangat menyesal karena menceritakan hal ini kepada Zhio. Niat ingin agar Zhio tidak salah paham tentangnya justru berbanding terbalik. Karena ulahnya sendiri, kini Zhio tau yang sebenarnya dan pastinya akan marah besar kepadanya.


" Kau benar-benar keterlaluan Cel, kenapa kau selalu berbuat jahat kepada Zee. Kau tidak tau betapa Ia menahan sakitnya saat di rumah sakit, bahkan kami hampir kehilangan calon buah hati kami " Zhio mengepalkan kedua tangannya, ia benar-benar marah dan kecewa kepada Celin.

__ADS_1


" Ta.. tapi.. jujur bukan aku Zhio, bukan aku yang melakukannya " ucap Celin.


" Ya bukan kamu , tapi pada saat Zee terjatuh dan mengalami pendarahan, dimana kamu Cel ? kenapa bukan kamu yang membawa Zee ke rumah sakit, kamu membiarkan Zee begitu saja kan? kamu membiarkan nya kesakitan. Kamu benar-benar keterlaluan Cel!! "


" A.. a.. aku.. " Celin tidak bisa berkata apa - apa.


" Kau lihat, istriku bahkan tidak menceritakan apapun tentang masalah ini kepadaku. Lihat betapa baiknya dia kepadamu, apa kau tidak sadar Cel, apa selama ini Zee pernah berbuat jahat kepadamu, pernah? tidak pernah kan? sebegitu nya kau berbuat jahat kepadanya "


"Kau tidak sadar Zhio, aku mencintaimu. Kita bersahabat sejak lama, sadarlah Zhio, apa kurangnya aku dari Zee, bukankah kau baru saja mengenalnya. Lalu kenapa, kenapa kau bersama nya. Dan... bahkan menikah dengannya " Celin berbicara sembari menangis, ia tidak bisa menahan air mata kesedihannya . Sulit sekali bagi Celin untuk menerima semua yang terjadi.


" Mencintai? mencintai kau bilang, itu semua bukan cinta Cel. Tapi obsesi, kau tidak mencintaiku. Cukup sudah Cel, kau yang seharusnya sadar, kau harus menerima semua ini. Aku dan Zee sudah menikah, dan aku MENCINTAI istriku ZEE "


Hati Celin semakin sakit mendengar kata-kata terakhir Zhio, dan apa yang di katakan Kevin kepadanya waktu itu terulang lagi. Celin tidak benar-benar mencintai Zhio, dia hanya terobsesi untuk memiliki Zhio, bahkan rela melakukan apa saja.

__ADS_1


" Sekarang kau KELUARLAH dari ruanganku!! " Zhio menarik lengan Celin dan membawa Celin untuk keluar dari ruangannya, namun Celin berusaha menahan untuk tidak keluar dari ruangan Zhio.


" Tidak Zhio, tolong dengarkan aku dulu " pintar Celin.


" Aku tidak ingin mendengarkan apapun dari mu Cel, aku tidak ingin mendengarkan satu kata pun dari mulutmu, bahkan aku tidak mempercayaimu lagi. Jangan pernah menemuiku lagi, jangan mengganggu kehidupan ku dan Zee, jika kau masih berani maka aku tidak akan segan-segan untuk MEMENJARAKANMU!! " Zhio menarik Celin dan mendorong Celin untuk keluar dari ruangan kerjanya, dan setelah itu ia menutup pintu dengan cukup keras.


" ZHIO, dengarkan aku dulu " rengek Celin sembari mengetuk-ngetuk pintu, Celin tidak sadar jika orang-orang yang sedang lewat memperhatikannya.


" Akkhh... sial!! " teriak Celin.


" Hiks.. hiks.. aww.. sakit " ucap Celin sembari memegangi lengannya yang berasa sakit saat Zhio menariknya paksa dan menyuruhnya keluar.


Didalam ruang kerja nya, Zhio duduk dan mencoba menetralkan amarahnya. " Astagfirullahalazim, astagfirullahalazim, ya Allah, Celin benar-benar keterlaluan " ucap Zhio.

__ADS_1


__ADS_2