
Saat acara sudah mulai usai, kedatangan Celin dan juga Syam membuat suasana menjadi hening.
" Zee " sapa Celin, dengan tersenyum senang Celin berjalan ke arah Zee diiringi Syam di belakangnya.
" Maaf aku datang terlambat " ucap Celin lalu memeluk Zee.
Zhio yang berada di samping Zee memasang wajah datarnya , Zhio sempat melirik ke arah Syam yang sejak tadi menatap Zee sembari tersenyum.
" Gak apa kok Dokter Celin, oh ya silahkan makan dulu, hmm..Dokter Syam juga, silahkan nikmati hidangannya " ajak Zee.
Zhio mengerenyitkan keningnya, Zhio tidak suka melihat Zee yang terlihat sangat ramah kepada Syam. Ya walaupun sebenarnya itu hal biasa saja bagi Zee, namun tidak bagi Zhio.
" Ya Zee , oh ya Zhio. Apa kabar ? ", Syam mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Zhio, dan dengan terpaksa Zhio menerima uluran tangan dari Syam.
" Alhamdulillah baik " jawab Zhio masih dengan wajah datarnya, menyembunyikan senyumnya yang tidak ingin ia perlihatkan kepada Syam dan Celin.
Zee melirik Zhio, Zee hanya tersenyum tipis melihat sang suami yang terlihat tidak menyukai kedatangan Celin dan Syam.
" Ayo Dokter Syam, kita makan dulu " ajak Celin.
" Baik, kalau begitu aku permisi dulu Zee, Zhio " ucap Syam.
Zhio kembali mengernyitkan keningnya, " Aku , kenapa dia begitu sok akrab kepada istriku " batin Zhio.
"Bang.. " panggil Zee.
" Abang " panggil Zee kembali.
" Ehh..iya yang " ucap Zhio.
" Kenapa melamun ? " tanya Zee.
" Gak apa yang, kamu yang undang mereka ? " tanya Zhio.
" Iya bang, aku gak enak juga kalau gak ngundang mereka. Kebetulan pas lagi ngundangin temen-temen , Dokter Syam juga ada. Jadi sekalian deh semuanya bang " jelas Zee.
" Kenapa gak cerita kalau Syam sudah kembali ? " tanya Zhio.
" Dokter Syam baru dua hari ini kembali bang, aku lupa cerita sama Abang, lagian gak penting juga kan bang " jelas Zee kembali.
" Gak penting, hal itu penting bagi aku sayang. Kamu gak tau kalau Syam itu dulu suka sama kamu, dan mungkin perasaan itu juga masih ada sampai sekarang. Apalagi cara dia menatap kamu " batin Zhio.
" Bang "
" Bang Zhio "
Zhio kembali melamun dan terbangun dari lamunannya saat Zee memanggilnya beberapa kali.
__ADS_1
" I..ia yang, lain kali sekecil apapun cerita sama Abang " ucap Zhio.
" Iya bang, aku minta maaf ya " ucap Zee.
" Iya sayang "
Rasa kesal Zhio kini sudah menghilang, Zhio menghampiri Kevin yang sejak tadi duduk sendiri sembari memperhatikan Zhea. Entah mengapa Zhea menjadi sosok yang sejak tadi mencuri perhatian Kevin.
Zhio duduk di samping Kevin.
" Vin " panggil Zhio namun tak di hiraukan oleh Kevin.
" Kevin " panggil Zhio dengan sedikit keras dan menepuk pundak Kevin.
" Eh..kenapa Zhi ? " tanya Kevin terkejut.
" Kamu ngeliatin apa sih ? " tanya Zhio lalu melihat ke arah depan dimana Tasya dan Zhea yang sedang asyik mengobrol dengan teman-teman sekolahnya.
" Gak pa-pa Zhi, memangnya ada apa ? " tanya Kevin.
" Kamu tau kalau Syam sudah kembali ? " tanya Zhio.
" Tau, baru dua hari lalu dia kembali bekerja. Dan jadi pembimbing ujian Zee " ucap Kevin.
" Apa ? pembimbing ujian Zee ? " tanya Zhio terkejut.
" Ya benar "
" Ya biarkan, aku gak peduli " ucap Kevin.
" Vin "
" Ya, kenapa Zhi ? " tanya Kevin.
" Aku minta tolong kamu jagain Zee ya, aku hanya sedikit khawatir dengan Syam " ucap Zhio.
" Syam ? oh..ya aku mengerti, tenang Zhi. Aku pasti jagain Zee "
" Terima kasih Vin "
" Sama-sama sobat "
****
Zee merasa sangat lelah , walaupun tidak banyak yang ia lakukan , tapi tetap saja ia merasa sangat lelah.
" Aku lelah sekali bang " ucap Zee, pinggang dan kakinya terasa sangat penat. Zee pun menggeliat , merentangkan kedua kakinya dan mengangkat kedua tangannya ke atas.
__ADS_1
Melihat istrinya yang kelelahan, Zhio yang awalnya ingin merajuk dan merasa sedikit kesal kepada sang istri pun menjadi luluh.
Zhio mengelus-ngelus lembut perut Zee yang sudah membuncit itu, Zee merasa tenang dan nyaman saat Zhio mengelus - elus perutnya.
" Balik badan ke sebelah sana yang, biar Abang pijitan pinggang kamu "
Zee menatap sang suami.
" Buat apa bang ? " tanya Zee.
" Pinggang kamu penat kan ? jadi Abang mau pijitin " ucap Zhio.
" Abang tau aja " Dengan senang hati Zee berbalik badan dan sekarang posisinya membelakangi Zhio.
Zee memejamkan kedua matanya saat merasakan nyamannya pijatan sang suami. Pasalnya pinggang Zee memang sedikit penat karena kebanyakan duduk.
" Yang " panggil Zhio.
" iya bang " jawab Zee.
" Celin gak pernah ganggu kamu lagi kan ? Abang liat kamu akrab sama dia " ucap Zhio.
" Alhamdulillah gak bang, ya gak terlalu akrab sih bang, cuma ya apa salahnya kan menjaga silaturahmi, ya semoga aja Dokter Celin memang benar-benar berubah sekarang " ucap Zee.
"Mengenai Syam, apa benar yang di katakan Kevin kalau Syam jadi pembimbing ujian kamu ? " tanya Zhio.
Mendengar pertanyaan itu, Zee membalik badan dan kini menghadap Zhio.
" Kenapa berbalik ? udah gak penat lagi ? " tanya Zhio.
" Abang cemburu ya sama Dokter Syam ? " goda Zee.
" Iya, Abang cemburu " jelas Zhio.
Zee tersenyum mendengar ucapan Zhio.
" Dokter Syam baru kemarin jadi pembimbing ujian aku bang, gak tau juga entah kebetulan atau gimana. Maaf ya aku gak cerita sama Abang, karena kembali aku pikir itu gak penting bang " jelas Zee sembari terkekeh.
" Abang sayang sama kamu , Abang gak suka kalau ada lelaki lain yang dekat sama kamu, ya semua suami pasti akan begitu kan " ucap Zhio sembari mengelus- elus rambut Zee.
" Iya bang, aku ngerti. Tapi Abang percaya kan sama aku ? " tanya Zee.
" Percaya sayang, seratus persen percaya. Abang yakin Allah akan selalu menjaga kamu dan hati kamu "
" Aamiin , apapun yang terjadi nanti, kita harus selalu saling percaya ya bang " ucap Zee.
" Iya Sayang, saling percaya, saling mencintai dan menyayangi "
__ADS_1
Bersambung...